• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Jumat, 20 September 2019

           Masalah yang sering muncul saat sedang mendaki adalah soal buang air besar dan kecil. Jika jarak pendakian tidak terlalu jauh tentu tidak masalah untuk menahan hajat tersebut, namun bila waktu pendakian mencapai 2 hari bahkan 3 hari ? Apa mungkin menahan hajat selama itu?
           Di beberapa lokasi pendakian, terutama di gunung-gunung yang sering dijadikan untuk mendaki pasti menyediakan pos-pos untuk beristirahat. Namun tidak semua pos menyediakan WC untuk membuang sampah-sampah dari tubuh kita. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus buang air di tengah- tengah pendakian.Yang menjadi masalah adalah bagaimana dan dimana kita harus membuang hajat tersebut, karena kita tahu bahwa buang hajat di gunung tidak boleh sembarangan dan tata caranya. Nahh buat kalian yang sering mules saat mendaki wajib tau cara caranya

    1. Cari lokasi buang hajat yang tepat
    Kita harus jeli dalam mencari lokasi untuk membuang hajat, apalagi untuk buang air besar.Perhatikan lokasi sekitar, cari medan yang datar dan jauh dari jalur pendakian supaya pendaki lain tidak terganggu dengan bau dari kotoran tersebut.Jangan buang air besar di tempat- tempat yang terkenal keramat dan di dekat sumber mata air. Buang air sebaiknya di semak- semak,atau sejenisnya.

    2. Jangan membuang botol plastik sembarangan
    Jika terpaksa buang air kecil di botol karena tidak menemukan semak- semak yang aman jangan buang botol sembarangan di gunung. Bawa sementara botol berisi hajat tersebut, setelah menemukan lokasi yang sesuai, buang kotoran tersebut dan jangan lupa bawa turun botol tersebut. Ingat, jangan meninggalkan sampah apapun.

    3. Timbun kotoran dengan tanah
    Saat buang air besar di gunung pastikan sudah menemukan lokasi yang strategis dan setelah buang hajat tutup rapat-rapat kotoran itu dengan cara menggali tanah kemudian menguburnya. Pastikan kotoran tersebut tidak tercium baunya.

    4. Jangan meninggalkan Tisu
    Saat membuang hajat biasanya di lap menggunakan tisu untuk membersihkan.Jangan lupa membawa turun tisu tersebut karena sekali lagi, jangan meninggalkan sampah apapun.

    Sekian tips-tips membuang hajat di gunung saat pendakian, pastikan keselamatan dan lingkungan tetap terjaga, jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan semua aturan yang memang sudah ada pantangannya. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada banyak kesalahan

    Taat Aturan Buang Hajat Saat Mendaki ūüŹē

    Posted at  07.17  |  in    |  Read More»

           Masalah yang sering muncul saat sedang mendaki adalah soal buang air besar dan kecil. Jika jarak pendakian tidak terlalu jauh tentu tidak masalah untuk menahan hajat tersebut, namun bila waktu pendakian mencapai 2 hari bahkan 3 hari ? Apa mungkin menahan hajat selama itu?
           Di beberapa lokasi pendakian, terutama di gunung-gunung yang sering dijadikan untuk mendaki pasti menyediakan pos-pos untuk beristirahat. Namun tidak semua pos menyediakan WC untuk membuang sampah-sampah dari tubuh kita. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus buang air di tengah- tengah pendakian.Yang menjadi masalah adalah bagaimana dan dimana kita harus membuang hajat tersebut, karena kita tahu bahwa buang hajat di gunung tidak boleh sembarangan dan tata caranya. Nahh buat kalian yang sering mules saat mendaki wajib tau cara caranya

    1. Cari lokasi buang hajat yang tepat
    Kita harus jeli dalam mencari lokasi untuk membuang hajat, apalagi untuk buang air besar.Perhatikan lokasi sekitar, cari medan yang datar dan jauh dari jalur pendakian supaya pendaki lain tidak terganggu dengan bau dari kotoran tersebut.Jangan buang air besar di tempat- tempat yang terkenal keramat dan di dekat sumber mata air. Buang air sebaiknya di semak- semak,atau sejenisnya.

    2. Jangan membuang botol plastik sembarangan
    Jika terpaksa buang air kecil di botol karena tidak menemukan semak- semak yang aman jangan buang botol sembarangan di gunung. Bawa sementara botol berisi hajat tersebut, setelah menemukan lokasi yang sesuai, buang kotoran tersebut dan jangan lupa bawa turun botol tersebut. Ingat, jangan meninggalkan sampah apapun.

    3. Timbun kotoran dengan tanah
    Saat buang air besar di gunung pastikan sudah menemukan lokasi yang strategis dan setelah buang hajat tutup rapat-rapat kotoran itu dengan cara menggali tanah kemudian menguburnya. Pastikan kotoran tersebut tidak tercium baunya.

    4. Jangan meninggalkan Tisu
    Saat membuang hajat biasanya di lap menggunakan tisu untuk membersihkan.Jangan lupa membawa turun tisu tersebut karena sekali lagi, jangan meninggalkan sampah apapun.

    Sekian tips-tips membuang hajat di gunung saat pendakian, pastikan keselamatan dan lingkungan tetap terjaga, jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan semua aturan yang memang sudah ada pantangannya. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada banyak kesalahan

    0 komentar:

    Rabu, 04 September 2019

    Pulau Gede terletak di Desa Wates, Kec . Kaliori , Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pulau kecil ini memiliki pesona alam yang indah dan juga pasir putih di sekelilingnya. Saat itu PARESMAPA menyewa perahu seharga Rp.300.000,00 dengan kapasitas 12 orang setiap perahunya.
    Saat menaiki perahu kita bisa menikmati kesegaran air ombak,dan juga memfoto pemandangan pulau Gede dari kejauhan. Sesampainya di pulau kita akan diperlihatkan pasir putih bersih dan air pantai yang jernih. Menakjubkan memang, tapi saat kita berjalan menuju tengah pulau, terlihat begitu mengenaskan karena banyak sampah berserakan yang bersembunyi di bawah pasir putih. Bahkan jika kita amati lagi, terdapat popok bayi yang tergeletak berserakan di atas pasir pulau.
    Menyedihkan memang, keindahan alam hilang begitu saja karena ketidak sadaran kita sendiri. Kita memang masih bisa menikmati ke indahan alamnya,namun kita menikmati ke indahan itu bersama sampah yang ditinggalkan begitu saja oleh para manusia tak bertanggung jawab.
    Untuk kawan-kawan semua, mari kira perbaiki diri dan mencoba untuk menjaga bumi tempat tinggal kita. Bukankah kita hidup di atas bumi?? Lalu mengapa tak mau merawat bumi?? Mari berubah untuk keadaan bumi agar lebih baik lagi.





    Pulau Gede Bukan Tempat Sampah Manusia

    Posted at  20.10  |  in    |  Read More»

    Pulau Gede terletak di Desa Wates, Kec . Kaliori , Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pulau kecil ini memiliki pesona alam yang indah dan juga pasir putih di sekelilingnya. Saat itu PARESMAPA menyewa perahu seharga Rp.300.000,00 dengan kapasitas 12 orang setiap perahunya.
    Saat menaiki perahu kita bisa menikmati kesegaran air ombak,dan juga memfoto pemandangan pulau Gede dari kejauhan. Sesampainya di pulau kita akan diperlihatkan pasir putih bersih dan air pantai yang jernih. Menakjubkan memang, tapi saat kita berjalan menuju tengah pulau, terlihat begitu mengenaskan karena banyak sampah berserakan yang bersembunyi di bawah pasir putih. Bahkan jika kita amati lagi, terdapat popok bayi yang tergeletak berserakan di atas pasir pulau.
    Menyedihkan memang, keindahan alam hilang begitu saja karena ketidak sadaran kita sendiri. Kita memang masih bisa menikmati ke indahan alamnya,namun kita menikmati ke indahan itu bersama sampah yang ditinggalkan begitu saja oleh para manusia tak bertanggung jawab.
    Untuk kawan-kawan semua, mari kira perbaiki diri dan mencoba untuk menjaga bumi tempat tinggal kita. Bukankah kita hidup di atas bumi?? Lalu mengapa tak mau merawat bumi?? Mari berubah untuk keadaan bumi agar lebih baik lagi.





    0 komentar:

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top