• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Kamis, 22 Agustus 2019

    Hi sobat, akhir akhir ini banyak yang mengeluh dengan kondisi udara di Jakarta yang kotor dan tidak sehat. Jakarta berada pada nomor urut 2 sebagai ibu kota negara dengan polusi udara terburuk di dunia. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Nah berikut ada beberapa cara untuk mengurangi polusi udara:
    1. Bijak dalam menggunakan kendaraan bermotor
    Asap yang dihasilkan kendaraan merupakan penyumbang terbesar atas terjadinya polusi udara. Alangkah lebih baik jika kita berjalan kaki jika tempat yang dituju masih dekat atau menggunakan transportasi umum.
    2. Jangan membakar sampah sembarangan
    Masih banyak orang yang membakar sampah sembarangan, hal ini juga menyumbang polusi udara
    3. Berhemat energi
    Hemat energi juga dapat mengurangi polusi udara, sebab untuk menghasilkan listrik harus menggunakan batu bara yang uapnya dapat mencemari lingkungan
    4. Berkebun di rumah/ urban farming
    Dalam rangka penghijauan dan penataan kota, masyarakat bisa membuat kebun kecil-kecilan untuk ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan. Saat masa panen bisa bermanfaat menjadi persediaan bahan pangan.

    Take Care of Our EarthūüĆĪ

    Posted at  13.44  |  in    |  Read More»

    Hi sobat, akhir akhir ini banyak yang mengeluh dengan kondisi udara di Jakarta yang kotor dan tidak sehat. Jakarta berada pada nomor urut 2 sebagai ibu kota negara dengan polusi udara terburuk di dunia. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Nah berikut ada beberapa cara untuk mengurangi polusi udara:
    1. Bijak dalam menggunakan kendaraan bermotor
    Asap yang dihasilkan kendaraan merupakan penyumbang terbesar atas terjadinya polusi udara. Alangkah lebih baik jika kita berjalan kaki jika tempat yang dituju masih dekat atau menggunakan transportasi umum.
    2. Jangan membakar sampah sembarangan
    Masih banyak orang yang membakar sampah sembarangan, hal ini juga menyumbang polusi udara
    3. Berhemat energi
    Hemat energi juga dapat mengurangi polusi udara, sebab untuk menghasilkan listrik harus menggunakan batu bara yang uapnya dapat mencemari lingkungan
    4. Berkebun di rumah/ urban farming
    Dalam rangka penghijauan dan penataan kota, masyarakat bisa membuat kebun kecil-kecilan untuk ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan. Saat masa panen bisa bermanfaat menjadi persediaan bahan pangan.

    0 komentar:

    Tahukah kamu bahwa kemana perginya sampah yang kita buang selama ini? Apakah hilang ditelan bumi? Tidak. Sampah yang kita buang selama ini akan bermuara ke laut. Sudahkah kamu pikirkan berapa makhluk laut yang terkena imbas akibat sampah yang kamu buang?
    Berdasarkan laporannya kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen.
    Dikutip dari detik news, terdapat paus sperma ditemukan sudah menjadi bangkai. Di perutnya terdapat berbagai jenis sampah. Bangkai paus itu ditemukan di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 19 November 2018. Di perutnya, ada sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), dan tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Total berat basah sampah 5,9 kg.

    Masih banyak lagi hewan laut yang sengsara akibat sampah plastik. Bagaimana menghentikan plastik supaya tak lagi merusak alam?
    Ada banyak upaya untuk mencegah akumulasi sampah plastik di lautan, seperti
    Mengubah kebiasaan dengan hindari, kurangi, pakai kembali, dan daur ulang plastik
    Memisahkan jenis sampah sejak awal
    Mendorong peran pemerintah melalui edukasi dan regulasi
    Dukungan riset dan teknologi
    Aksi bersih pantai

    AKU YANG TERBUANGūüė≠

    Posted at  13.39  |  in    |  Read More»

    Tahukah kamu bahwa kemana perginya sampah yang kita buang selama ini? Apakah hilang ditelan bumi? Tidak. Sampah yang kita buang selama ini akan bermuara ke laut. Sudahkah kamu pikirkan berapa makhluk laut yang terkena imbas akibat sampah yang kamu buang?
    Berdasarkan laporannya kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen.
    Dikutip dari detik news, terdapat paus sperma ditemukan sudah menjadi bangkai. Di perutnya terdapat berbagai jenis sampah. Bangkai paus itu ditemukan di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 19 November 2018. Di perutnya, ada sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), dan tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Total berat basah sampah 5,9 kg.

    Masih banyak lagi hewan laut yang sengsara akibat sampah plastik. Bagaimana menghentikan plastik supaya tak lagi merusak alam?
    Ada banyak upaya untuk mencegah akumulasi sampah plastik di lautan, seperti
    Mengubah kebiasaan dengan hindari, kurangi, pakai kembali, dan daur ulang plastik
    Memisahkan jenis sampah sejak awal
    Mendorong peran pemerintah melalui edukasi dan regulasi
    Dukungan riset dan teknologi
    Aksi bersih pantai

    0 komentar:

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top