• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Minggu, 31 Maret 2019


    Kalian pernah nggak kram di kaki? Pasti rasanya sakit kan. Apalagi saat kita sedang asik-asiknya mendaki tiba-tiba kram di kaki, uuh merepotkan sekali. Rasa sakit yang tiba-tiba datang pasti menjadi penghalang perjalanan mendaki kita dan serasa cuma buang-buang waktu. Sangat menyebalkan bukan?
    Kram kaki biasanya memang terjadi pada para pendaki gunung. Biasanya disebabkan karena dehidrasi, cidera, ataupun karena kelelahan otot. Nah gejala kram biasanya  menyerang pendaki pemula karena mereka belum terbiasa dengan medan pendakian.

    Tapi kalian nggak usak panik, selow aja kali. Untuk mencegah terkena kram kalian harus melakukan;
    1.  pelatihan fisik seperti joging dan gerakan tertentu sebelum melakukan pendakian.
    2. Jangan membawa beban yang berlebihan. Bawalah barang seperlunya dan sewajarnya.
    3. Gunakan sepatu yang melindungi dengan baik
    Namun jika kalian sudah mengalami kram yang bisa dilakukan adalah:
    1. Beristirahatlah, hentikan semua aktivitas mu dan lemaskan otot kakimu.
    2. Posisikan kakimu lebih tinggi dengan organ jantungmu.
    3. Lakukan pijatan pada bagian yang terkena kram.

    Jika kram di kaki sudah hilang kalian bisa melanjutkan pendakian dengan hati senanggg.
    Yeaay.....

    OMG! Kakiku Kram Saat Mendaki

    Posted at  16.29  |  in    |  Read More»


    Kalian pernah nggak kram di kaki? Pasti rasanya sakit kan. Apalagi saat kita sedang asik-asiknya mendaki tiba-tiba kram di kaki, uuh merepotkan sekali. Rasa sakit yang tiba-tiba datang pasti menjadi penghalang perjalanan mendaki kita dan serasa cuma buang-buang waktu. Sangat menyebalkan bukan?
    Kram kaki biasanya memang terjadi pada para pendaki gunung. Biasanya disebabkan karena dehidrasi, cidera, ataupun karena kelelahan otot. Nah gejala kram biasanya  menyerang pendaki pemula karena mereka belum terbiasa dengan medan pendakian.

    Tapi kalian nggak usak panik, selow aja kali. Untuk mencegah terkena kram kalian harus melakukan;
    1.  pelatihan fisik seperti joging dan gerakan tertentu sebelum melakukan pendakian.
    2. Jangan membawa beban yang berlebihan. Bawalah barang seperlunya dan sewajarnya.
    3. Gunakan sepatu yang melindungi dengan baik
    Namun jika kalian sudah mengalami kram yang bisa dilakukan adalah:
    1. Beristirahatlah, hentikan semua aktivitas mu dan lemaskan otot kakimu.
    2. Posisikan kakimu lebih tinggi dengan organ jantungmu.
    3. Lakukan pijatan pada bagian yang terkena kram.

    Jika kram di kaki sudah hilang kalian bisa melanjutkan pendakian dengan hati senanggg.
    Yeaay.....

    0 komentar:

    Minggu, 24 Maret 2019


    1. Hutan Daun Jarum Daerah Boreal/Taiga (Borealconifer Forest)
    Berada di sebelah utara dari 60oC LU seperti Rusia dan kanada, mempunyai suhu bulanan rata-rata -20oC – 10oC (musim dingin yang panjang dalam satu tahun), curah hujan 400 -750 mm / tahun. Jenis pohon Pinus, Picea, Larix, dan Abies
    2. Hutan Daun Jarum Daerah Dingin dan Daerah Sedang
    Suhu bulanan rata-rata -10οC – 20oC dan curah hujan dalam satu tahun antara 150 mm – 1.000 mm. Terdapat di Amerika Utara, Selatan, Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika dengan jenis pohon : Pinus, Picea, Larix, Abies, Agathis, Podocarpus, Araucaria, dan Taxodium.
    3. Hutan Campuran Daerah Dingin (Temperate Mixed Forest)
    Suhu bulanan rata-rata -5oC – 18oC, curah hujan  250 mm – 100 mm er tahun. Jenis pohon : daun jarun (Conifer) seperti Pinus, Picea, Larix, Agathis, Podocarpus, Araucaria; dan pohon daun lebar (broad leaves) seperti Salix, Castanea, Eucalyptus, dan Liriodendron  terdapat di Australia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, dan Selatan
    4. Hutan Daerah Sedang (Sub-Tropical Evergreen Forest)
    Suhu bulanan rata-rata 10oC -20oC, curah hujan 250 mm- 100 mm per tahun. Terdapat di Asia (China Selatan, Jepang Selatan, Pegunungan Himalaya di bawah 150m di atas permukaan laut, Australia Utara, New Zealand dan Amerika (Flrida, Chilli, Brazilia Tenggara dan Pegunungan Andes ketinggian mencapai 1.500 m di atas permukaan laut).
    5. Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)
    Tersebar di wilayah sekitar equator, suhu bulanan rata-rata 20oC – 50oC dengan suhu terdingin di atas 18oC, curah hujan tinggi sepanjang tahun (2.000mm – 5.000mm), tingkat kelembapan tinggi. Hutan heterogen dengan jenis Swietinia, Mora, Cedrella, Ocotea, Virolla (Amerika); Terminalia, Khaya, Triplochiton, Anchomea (Afrika); Dipterocarpus (Asia Tenggara).  Hutan hujan tropis terdapat di Asia Tengara (Indonesia, Filipina, dan Malaysia), Afrika (Lembah Congo, Zaire, Nigeria, Kenya), Amerika Tengah, Amerika Selatan (Lembah Amazone). Hutan Hujan tropis terbesar yaitu Daintree, Australia; Ecuador’s Cloud Forest; The Amazon Rain Forest; Alaska’s Rainforest; Sapo National Park, Liberia.
    6. Hutan Basah Gugur Daun Daerah Tropis (Tropical Moist Deciduous Forest)
    Suhu bulanan rata-rata 22oC – 27oC, curah hujan antara 1.250 mm – 2.000 mm per tahun, eriode kering antara 4-6 bulan.  Jenis pohon: hutan muson (jati, Shorea), bamboo, TerminaliaKhaya dan Swetenia terdapat di daerah Asia Tenggara, Amerika dan Afrika.
    7. Hutan Kering Gugur Daun Daerah Tropis (Tropical Deciduous)
    Suhu bulanan rata-rata 21oC – 32oC, curah hujan  < 1.250 mm per tahun, periode bulan kering 6 – 11 bulan. Terdapat di Afrika, Asia, Amerika, dan Australia. Jenis pohon: Khaya dan Anogeisus (Sudan); Jati (Asia); Swetenia (New Mexico, Brazilia Tengah, Argentina); dan Eucaplytus (Australia).
    8. Hutan Sabana (Savanna Woodland)
    Suhu bulanan rata-rata -15oC – 25oC, curah huan  90 mm – 1.500 mm per tahun, periode bulan kering antara 4 – 5 bulan. Jenis tanaman relatif kebal pada tingkat kelempaban dan kadar curah hujan rendah. Vegetasi terdiri atas padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon tinggi/perdu. Terdapat di Eropa, Australia, Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Utara.
    9. Hutan Belukar dan Berduri (Thorm and Scrul Forest)
    Curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun, periode bulan kering lebih dari 6 bulan per satu tahun, sebagian besar vegetasi tersebar dengan daun kecil dan berduri serta lapisan bawah yang rendah.Terdapat di Asia dan Amerika Selatan dengan jenis tanaman Cactus, Leguminoseae, Bombax, dan Euphorbiasae.
    Demikian penjelasan jenis hutan di dunia dan persebarannya. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kelestarian hutan di Indonesia.

    Macam-Macam Persebaran Hutan di Dunia

    Posted at  20.54  |  in    |  Read More»


    1. Hutan Daun Jarum Daerah Boreal/Taiga (Borealconifer Forest)
    Berada di sebelah utara dari 60oC LU seperti Rusia dan kanada, mempunyai suhu bulanan rata-rata -20oC – 10oC (musim dingin yang panjang dalam satu tahun), curah hujan 400 -750 mm / tahun. Jenis pohon Pinus, Picea, Larix, dan Abies
    2. Hutan Daun Jarum Daerah Dingin dan Daerah Sedang
    Suhu bulanan rata-rata -10οC – 20oC dan curah hujan dalam satu tahun antara 150 mm – 1.000 mm. Terdapat di Amerika Utara, Selatan, Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika dengan jenis pohon : Pinus, Picea, Larix, Abies, Agathis, Podocarpus, Araucaria, dan Taxodium.
    3. Hutan Campuran Daerah Dingin (Temperate Mixed Forest)
    Suhu bulanan rata-rata -5oC – 18oC, curah hujan  250 mm – 100 mm er tahun. Jenis pohon : daun jarun (Conifer) seperti Pinus, Picea, Larix, Agathis, Podocarpus, Araucaria; dan pohon daun lebar (broad leaves) seperti Salix, Castanea, Eucalyptus, dan Liriodendron  terdapat di Australia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, dan Selatan
    4. Hutan Daerah Sedang (Sub-Tropical Evergreen Forest)
    Suhu bulanan rata-rata 10oC -20oC, curah hujan 250 mm- 100 mm per tahun. Terdapat di Asia (China Selatan, Jepang Selatan, Pegunungan Himalaya di bawah 150m di atas permukaan laut, Australia Utara, New Zealand dan Amerika (Flrida, Chilli, Brazilia Tenggara dan Pegunungan Andes ketinggian mencapai 1.500 m di atas permukaan laut).
    5. Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)
    Tersebar di wilayah sekitar equator, suhu bulanan rata-rata 20oC – 50oC dengan suhu terdingin di atas 18oC, curah hujan tinggi sepanjang tahun (2.000mm – 5.000mm), tingkat kelembapan tinggi. Hutan heterogen dengan jenis Swietinia, Mora, Cedrella, Ocotea, Virolla (Amerika); Terminalia, Khaya, Triplochiton, Anchomea (Afrika); Dipterocarpus (Asia Tenggara).  Hutan hujan tropis terdapat di Asia Tengara (Indonesia, Filipina, dan Malaysia), Afrika (Lembah Congo, Zaire, Nigeria, Kenya), Amerika Tengah, Amerika Selatan (Lembah Amazone). Hutan Hujan tropis terbesar yaitu Daintree, Australia; Ecuador’s Cloud Forest; The Amazon Rain Forest; Alaska’s Rainforest; Sapo National Park, Liberia.
    6. Hutan Basah Gugur Daun Daerah Tropis (Tropical Moist Deciduous Forest)
    Suhu bulanan rata-rata 22oC – 27oC, curah hujan antara 1.250 mm – 2.000 mm per tahun, eriode kering antara 4-6 bulan.  Jenis pohon: hutan muson (jati, Shorea), bamboo, TerminaliaKhaya dan Swetenia terdapat di daerah Asia Tenggara, Amerika dan Afrika.
    7. Hutan Kering Gugur Daun Daerah Tropis (Tropical Deciduous)
    Suhu bulanan rata-rata 21oC – 32oC, curah hujan  < 1.250 mm per tahun, periode bulan kering 6 – 11 bulan. Terdapat di Afrika, Asia, Amerika, dan Australia. Jenis pohon: Khaya dan Anogeisus (Sudan); Jati (Asia); Swetenia (New Mexico, Brazilia Tengah, Argentina); dan Eucaplytus (Australia).
    8. Hutan Sabana (Savanna Woodland)
    Suhu bulanan rata-rata -15oC – 25oC, curah huan  90 mm – 1.500 mm per tahun, periode bulan kering antara 4 – 5 bulan. Jenis tanaman relatif kebal pada tingkat kelempaban dan kadar curah hujan rendah. Vegetasi terdiri atas padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon tinggi/perdu. Terdapat di Eropa, Australia, Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Utara.
    9. Hutan Belukar dan Berduri (Thorm and Scrul Forest)
    Curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun, periode bulan kering lebih dari 6 bulan per satu tahun, sebagian besar vegetasi tersebar dengan daun kecil dan berduri serta lapisan bawah yang rendah.Terdapat di Asia dan Amerika Selatan dengan jenis tanaman Cactus, Leguminoseae, Bombax, dan Euphorbiasae.
    Demikian penjelasan jenis hutan di dunia dan persebarannya. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kelestarian hutan di Indonesia.

    0 komentar:

    Minggu, 17 Maret 2019


    Sedotan kertas atau  paper-straw ini memang terdengar asing bagi khalayak.namun, penggunaannya sudah mulai banyak disebarluaskan selain bertujuan mengurangi plastik menggunakan sedotan kertas juga merupakan alternatif bagi masyarakat untuk melestarikan lingkungan dan memulai budaya yang baru.
    Sedotan plastik sendiri meskipun sepele benda tersebut memiliki fakta yang membuat kalian para pembaca miris, berikut fakta-fakta sedotan plastik yang merugikan, lantas bagaimana jadinya jika penggunaannya diteruskan,
    1.                  Riset Jambeck di 2015 menyebutkan bahwa Indonesia ada di peringkat kedua dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut. Jumlahnya mencapai sebesar 1,29 juta ton per tahun atau setara dengan 215.000 gajah jantan Afrika dewasa. (femina, 2018)
    2.                  Walaupun sedotan plastik panjangnya hanya sekitar 10 cm, perlu 500 tahun lamanya agar sampah plastik tersebut bisa terurai secara alami.
    3.                  Starbucks menyebutkan dengan mengurangi satu miliar sedotan plastik yang dibuang per tahun diperkirakan akan menyelamatkan sebanyak 100.000 mamalia, khususnya yang hidup di laut dan pantai
    4.                   Terdapat lebih dari 11 miliar fragmen plastik mengendap di terumbu karang di Asia-Pasifik di mana kondisi terumbu karang di Indonesia lebih buruk karena pengelolaan sampah yang tidak berjalan dengan baik. (greeners.com)

    Dengan fakta-fakta diatas masyarakat pun mulai menyadari dampak buruk dari penggunaan sedotan plastik selama ini, sehingga banyak perusahaan makanan mulai mengurangi penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan kertas atau tutup gelas karton yang memudahkan costumer tanpa sedotan
    Sebagian orang berpikir kalau kertas saja dikenai dengan air lembek, masa bisa sih dipake jadi sedotan? Menurut pengalaman penulis nih, bisa kok sedotan kertas dimanfaatin sebagai alternatif asal penggunaanya sesuai batas wajar aja, jangan digigit atau pun ditekan terus-menerus karena kertasnya akan loyo dan berubah menjadi lembek. Sedotan kertas bisa digunakan masyarakat umum kok, sedotan ini sudah di jual di minimarket sejuta umat di indonesia kok, jadi jangan khawatir jika sulit menemukan sedotan kertas.
    Tapi kalau pakai sedotan kertas terus menerus kan mahal? Gimana tuh ngarasinnya kalau pengen mengurangi sampah plastik tapijuga bisa dipake terus-menerus dengan harga yang relatif murah? Gampang banget orangtua penulis dan penulis sendiri ngakalinnya dengan cara membeli stainless-straw atau sedotan stainless-steel yang bisa digunakan berkali-kali dan bisa dicuci, namun menemukannya ini agak sulit, harganya berkisar 10.000-45.000 untuk sedotan stainless-steel ini.
    So, buat kalian yang mau mengurangi sampah plastik dimulai dari hal terkecil dan sepele dulu seperti sedotan dan yang lain seperti tempat makan, tempat minum, dan lain-lain. Jadi kalian tim yang mana? Paper-straw  atau stainkess-straw nih ? ayok jawab dengan cara komentar di blog ini yaa. 

    Sedotan kertas? Worth it gak sih?

    Posted at  22.56  |  in    |  Read More»


    Sedotan kertas atau  paper-straw ini memang terdengar asing bagi khalayak.namun, penggunaannya sudah mulai banyak disebarluaskan selain bertujuan mengurangi plastik menggunakan sedotan kertas juga merupakan alternatif bagi masyarakat untuk melestarikan lingkungan dan memulai budaya yang baru.
    Sedotan plastik sendiri meskipun sepele benda tersebut memiliki fakta yang membuat kalian para pembaca miris, berikut fakta-fakta sedotan plastik yang merugikan, lantas bagaimana jadinya jika penggunaannya diteruskan,
    1.                  Riset Jambeck di 2015 menyebutkan bahwa Indonesia ada di peringkat kedua dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut. Jumlahnya mencapai sebesar 1,29 juta ton per tahun atau setara dengan 215.000 gajah jantan Afrika dewasa. (femina, 2018)
    2.                  Walaupun sedotan plastik panjangnya hanya sekitar 10 cm, perlu 500 tahun lamanya agar sampah plastik tersebut bisa terurai secara alami.
    3.                  Starbucks menyebutkan dengan mengurangi satu miliar sedotan plastik yang dibuang per tahun diperkirakan akan menyelamatkan sebanyak 100.000 mamalia, khususnya yang hidup di laut dan pantai
    4.                   Terdapat lebih dari 11 miliar fragmen plastik mengendap di terumbu karang di Asia-Pasifik di mana kondisi terumbu karang di Indonesia lebih buruk karena pengelolaan sampah yang tidak berjalan dengan baik. (greeners.com)

    Dengan fakta-fakta diatas masyarakat pun mulai menyadari dampak buruk dari penggunaan sedotan plastik selama ini, sehingga banyak perusahaan makanan mulai mengurangi penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan kertas atau tutup gelas karton yang memudahkan costumer tanpa sedotan
    Sebagian orang berpikir kalau kertas saja dikenai dengan air lembek, masa bisa sih dipake jadi sedotan? Menurut pengalaman penulis nih, bisa kok sedotan kertas dimanfaatin sebagai alternatif asal penggunaanya sesuai batas wajar aja, jangan digigit atau pun ditekan terus-menerus karena kertasnya akan loyo dan berubah menjadi lembek. Sedotan kertas bisa digunakan masyarakat umum kok, sedotan ini sudah di jual di minimarket sejuta umat di indonesia kok, jadi jangan khawatir jika sulit menemukan sedotan kertas.
    Tapi kalau pakai sedotan kertas terus menerus kan mahal? Gimana tuh ngarasinnya kalau pengen mengurangi sampah plastik tapijuga bisa dipake terus-menerus dengan harga yang relatif murah? Gampang banget orangtua penulis dan penulis sendiri ngakalinnya dengan cara membeli stainless-straw atau sedotan stainless-steel yang bisa digunakan berkali-kali dan bisa dicuci, namun menemukannya ini agak sulit, harganya berkisar 10.000-45.000 untuk sedotan stainless-steel ini.
    So, buat kalian yang mau mengurangi sampah plastik dimulai dari hal terkecil dan sepele dulu seperti sedotan dan yang lain seperti tempat makan, tempat minum, dan lain-lain. Jadi kalian tim yang mana? Paper-straw  atau stainkess-straw nih ? ayok jawab dengan cara komentar di blog ini yaa. 

    0 komentar:

    Selasa, 12 Maret 2019


    Sekarang aku mau kasih tau nih apa saja yang harus di persiapkan saat mau mendaki gunung agar terjaga keamannnya  sehingga nyaman.Yang harus disiapkan yaitu
    1. Fisik yang kuat
    Saat mendaki kita pasti membutuhkan fisik yang kuat karena medan saat mendaki gunung sangat terjal dan jalannya menanjak.sehingga sebelum mendaki gunung kita harus latihan rutin lari setiap pagi dan sore agar fisiknya sudah terbiasa sehingga tidak terjadi cidera/keram otot.
    2.carier
    Carier sangat penting dalam pendakian karena dengan membawa karier akan lebih praktis dan nyaman dalam pendakian.
    3. Makanan dan munuman
    Perbekalan saat mendaki sangat di perlukan karena pasti setelah sampai puncak para pendaki kehabisan tenaga sehingga membutukan makan dan minum . Sebaiknya memasak nasi disana agar energi nya cepat pulih.Jangan terlaku sering masak mie instan.
    4.kompor
    Kompor diperlukan untuk memasak saat sampai puncak.
    5. Tenda
    Tenda sangat diperlukan untuk tempat istirahat para pendaki.untuk memulihkan tenaga untuk perjalanan pulang.
    6. Pakaian tebal non jeans
    Jaket ,sarung tangan,topi yang menutup telinga ,celana kain non jeans.
    7.Obat obatan
    Jangan lupa nembawa obat" an pribadi  saat melakukan .
    Terima kasih atas perhatiannya ,wassallamualikum warohmatullahi wabarokatuh
                          SEMAKIN MATANG PERSIAPAN😊😊
                          SEMAKIN AMAN PENDAKIAN!!!


    Apasih yang diperlukan saat mau muncak ?

    Posted at  10.31  |  in    |  Read More»


    Sekarang aku mau kasih tau nih apa saja yang harus di persiapkan saat mau mendaki gunung agar terjaga keamannnya  sehingga nyaman.Yang harus disiapkan yaitu
    1. Fisik yang kuat
    Saat mendaki kita pasti membutuhkan fisik yang kuat karena medan saat mendaki gunung sangat terjal dan jalannya menanjak.sehingga sebelum mendaki gunung kita harus latihan rutin lari setiap pagi dan sore agar fisiknya sudah terbiasa sehingga tidak terjadi cidera/keram otot.
    2.carier
    Carier sangat penting dalam pendakian karena dengan membawa karier akan lebih praktis dan nyaman dalam pendakian.
    3. Makanan dan munuman
    Perbekalan saat mendaki sangat di perlukan karena pasti setelah sampai puncak para pendaki kehabisan tenaga sehingga membutukan makan dan minum . Sebaiknya memasak nasi disana agar energi nya cepat pulih.Jangan terlaku sering masak mie instan.
    4.kompor
    Kompor diperlukan untuk memasak saat sampai puncak.
    5. Tenda
    Tenda sangat diperlukan untuk tempat istirahat para pendaki.untuk memulihkan tenaga untuk perjalanan pulang.
    6. Pakaian tebal non jeans
    Jaket ,sarung tangan,topi yang menutup telinga ,celana kain non jeans.
    7.Obat obatan
    Jangan lupa nembawa obat" an pribadi  saat melakukan .
    Terima kasih atas perhatiannya ,wassallamualikum warohmatullahi wabarokatuh
                          SEMAKIN MATANG PERSIAPAN😊😊
                          SEMAKIN AMAN PENDAKIAN!!!


    0 komentar:

    Selasa, 05 Maret 2019

    Mendaki gunung memang kegiatan yang asyik dan menyenangkan. Tapi, mendaki gunung juga ada resikonya. Salah satunya saat hujan, yang paling ditakuti pendaki adalah petir. Petir memang sangat menakutkan. Nah, ada beberapa tips and trick untuk menghindari petir saat mendaki.

    1. Hindari berlindung dibawah pohon tinggi, karena pada saat petir memyambar aliran listrik akan merambat dari tanah.
    2. Matikan alat pemancar gelombang, seperti ponsel, HT, GPS, radio, dll. Alat tsb bisa memancing petir untuk menyambar.
    3. Jangan mendirikan tenda ditempat yang terbuka
    4. Hindari pemakaian aksesoris berbahan logam. Karena logam dapat menangkap kilat.
    5. Alasi tubuh menggunakan matras, ransel, dan alas lainnya. Hal ini agar tubuh tidak bersentuhan langsung dengan tanah

    Nah itu merupakan tips and trick menghindari petir saat mendaki di gunung. Semoga bermanfaat..

    Ada Petir Saat Mendaki?

    Posted at  17.27  |  in    |  Read More»

    Mendaki gunung memang kegiatan yang asyik dan menyenangkan. Tapi, mendaki gunung juga ada resikonya. Salah satunya saat hujan, yang paling ditakuti pendaki adalah petir. Petir memang sangat menakutkan. Nah, ada beberapa tips and trick untuk menghindari petir saat mendaki.

    1. Hindari berlindung dibawah pohon tinggi, karena pada saat petir memyambar aliran listrik akan merambat dari tanah.
    2. Matikan alat pemancar gelombang, seperti ponsel, HT, GPS, radio, dll. Alat tsb bisa memancing petir untuk menyambar.
    3. Jangan mendirikan tenda ditempat yang terbuka
    4. Hindari pemakaian aksesoris berbahan logam. Karena logam dapat menangkap kilat.
    5. Alasi tubuh menggunakan matras, ransel, dan alas lainnya. Hal ini agar tubuh tidak bersentuhan langsung dengan tanah

    Nah itu merupakan tips and trick menghindari petir saat mendaki di gunung. Semoga bermanfaat..

    0 komentar:

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top