• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Minggu, 18 November 2018


    Tidak heran lagi jika bepergian kita pasti memikirkan keselamatan kita atau teman-teman kita yang ikut bepergian bersama. Jikalau memang sudah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pastinya kita tetap menginginkan yang terbaik untuk kita. Apalagi kalau kita sudah mengerti cara mengevakuasi korban, entah itu dipindah atau diangkat itu ada caranya untuk evakuasi yang tepat, pastinya akan lebih mudah kita mengatasi itu. Berikut penjelasan cara mengevakuasi dan mengangkat korban dengan tepat.
    Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harusmelakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.

    Syarat  Evakuasi
    ·         Keadaan korban umumnya cukup baik 
    ·         Tidak ada gangguan pernapasan
    ·         Pendarahan sudah di atasi
    ·         Luka sudah dibalut
    Patah tulang sudah dibidai, sepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang: keadaan umum korban seperti sistem persyarafan (kesadaran) - sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)- sistem pernapasan- bagian yang mengalami cedera.
    Keadaannya harus stabil, jalan nafas harus dijamin terbuka/bebas, terus dimonitor secara ketat kondisi : jantung, nadi, paru-paru.
    Cara pengangkutan korban
    Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual. Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan. Beberapa contoh evakuasi :


    Evakuasi yang dilaksanakan oleh 1 orang terutama dapat dilakukan oleh anggota pemadan kebakaran untuk  menolong penderita yang tidak sadar di dalam gedung yang terbakar atau yang melewati jalan/ lorong sempit. 




    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi terlentang dan tidak terdapat patah tulang punggung. Penolong harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi tengkurap dan tidak terdapat patah tulang punggung. Posisi penolong seperti dijelaskan di atas, yaitu  harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Pengangkutan & pemindahan korban:
    Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannya lebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehingga harus dirujuk ke dokter. Tata cara pemindahan korban : dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agar tetap segar memenuhi syarat pemindahan sesuai prosedur.


    Alat bantu  : dengan tenaga manusia -  satu orang, dua orang, tiga orang atau empat orang. Dengan tandu - tandu khusus, tanda papan, tandu bambu/dahan, atau matras. Dengan kendaraan - darat, laut dan udara.
    Tahapan :  persiapan, pengangkatan korban ke atas tandu, pemberian selimut pada korban, tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.Prinsip pengangkatan korban dengan tandu.
    Caranya : harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok yaitu  gunakan alat tubuh (paha, bahu, panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban. Sikap mengangkat,  usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.  Posisi siap angkat dan jalan, umumnya  posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki., kecuali  menaik - bila tungkai tidak cedera dan menurun - bila tungkai luka atau hipotermia. Mengangkut ke samping - memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu-kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.

     Contoh cara mengangkat dan mengevakuasi korban :

    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di satu sisi - tangan berada di bawah badan korban. Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi orang ke dua berada di tengah.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 4 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar lebih kuat menahan beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Dapat pula  mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 6 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar kuat menahan  beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Mengevakuasi dengan Tandu :


    Gambar 1 : adalah cara mengangkat penderita dengan kain sprei, perhatikan posisi 
    korban yang tengkurap - terutama jika ada kecurigaan patah tulang punggung.
    Gambar 2 : posisi penolong yang berjumlah 4 orang pada waktu berjalan 
    membawa korban dengan tandu.


    Beragam cara untuk membuat tandu :



    Nah, seperti itulah cara evakuasi dan mengangkat korbanyang benar. Tidak ada salahnya kita belajar cara evakuasi dan mengangkat korban dengan benar, karena tidak ada yang dirugikan dalam kasus mempelajari ini apa lagi dengan prakteknya.



    CARA EVAKUASI DAN ANGKAT KORBAN

    Posted at  19.08  |  in  cara evakuasi  |  Read More»


    Tidak heran lagi jika bepergian kita pasti memikirkan keselamatan kita atau teman-teman kita yang ikut bepergian bersama. Jikalau memang sudah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pastinya kita tetap menginginkan yang terbaik untuk kita. Apalagi kalau kita sudah mengerti cara mengevakuasi korban, entah itu dipindah atau diangkat itu ada caranya untuk evakuasi yang tepat, pastinya akan lebih mudah kita mengatasi itu. Berikut penjelasan cara mengevakuasi dan mengangkat korban dengan tepat.
    Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harusmelakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.

    Syarat  Evakuasi
    ·         Keadaan korban umumnya cukup baik 
    ·         Tidak ada gangguan pernapasan
    ·         Pendarahan sudah di atasi
    ·         Luka sudah dibalut
    Patah tulang sudah dibidai, sepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang: keadaan umum korban seperti sistem persyarafan (kesadaran) - sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)- sistem pernapasan- bagian yang mengalami cedera.
    Keadaannya harus stabil, jalan nafas harus dijamin terbuka/bebas, terus dimonitor secara ketat kondisi : jantung, nadi, paru-paru.
    Cara pengangkutan korban
    Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual. Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan. Beberapa contoh evakuasi :


    Evakuasi yang dilaksanakan oleh 1 orang terutama dapat dilakukan oleh anggota pemadan kebakaran untuk  menolong penderita yang tidak sadar di dalam gedung yang terbakar atau yang melewati jalan/ lorong sempit. 




    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi terlentang dan tidak terdapat patah tulang punggung. Penolong harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi tengkurap dan tidak terdapat patah tulang punggung. Posisi penolong seperti dijelaskan di atas, yaitu  harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Pengangkutan & pemindahan korban:
    Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannya lebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehingga harus dirujuk ke dokter. Tata cara pemindahan korban : dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agar tetap segar memenuhi syarat pemindahan sesuai prosedur.


    Alat bantu  : dengan tenaga manusia -  satu orang, dua orang, tiga orang atau empat orang. Dengan tandu - tandu khusus, tanda papan, tandu bambu/dahan, atau matras. Dengan kendaraan - darat, laut dan udara.
    Tahapan :  persiapan, pengangkatan korban ke atas tandu, pemberian selimut pada korban, tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.Prinsip pengangkatan korban dengan tandu.
    Caranya : harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok yaitu  gunakan alat tubuh (paha, bahu, panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban. Sikap mengangkat,  usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.  Posisi siap angkat dan jalan, umumnya  posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki., kecuali  menaik - bila tungkai tidak cedera dan menurun - bila tungkai luka atau hipotermia. Mengangkut ke samping - memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu-kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.

     Contoh cara mengangkat dan mengevakuasi korban :

    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di satu sisi - tangan berada di bawah badan korban. Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi orang ke dua berada di tengah.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 4 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar lebih kuat menahan beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Dapat pula  mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 6 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar kuat menahan  beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Mengevakuasi dengan Tandu :


    Gambar 1 : adalah cara mengangkat penderita dengan kain sprei, perhatikan posisi 
    korban yang tengkurap - terutama jika ada kecurigaan patah tulang punggung.
    Gambar 2 : posisi penolong yang berjumlah 4 orang pada waktu berjalan 
    membawa korban dengan tandu.


    Beragam cara untuk membuat tandu :



    Nah, seperti itulah cara evakuasi dan mengangkat korbanyang benar. Tidak ada salahnya kita belajar cara evakuasi dan mengangkat korban dengan benar, karena tidak ada yang dirugikan dalam kasus mempelajari ini apa lagi dengan prakteknya.



    0 komentar:

    Minggu, 11 November 2018


    Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki tanaman ini dan memeliharanya di halamannya. Namun sebenarnya tanaman hias beracun ini yang memiliki nama latin dieffenbachia menyimpan racun yang berbahaya.
    Racun ini tersimpan dalam getahnya. Jika saja tangan Anda menyentuhnya, efek yang ditimbulkan adalah gatal-gatal dan bahkan kejang bisa terasa.
    Kejang pada bibir dan lidah, tepatnya, dapat mengakibatkan kesulitan bernapas tetapi sangat jarang sampai mengakibatkan kematian. Untuk mengakibatkan kematian memang butuh dosis yang besar dari tanaman ini. Akan tetapi, Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel dan berbentuk jarum. Sel-sel tanaman Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat kristal berbentuk jarum yang disebut raphides (rafida). Jika daun dikunyah, kristal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar sementara dan eritema. Pengunyahan dan menelan biasanya menghasilkan gejala ringan saja.

    Dengan anak-anak dan hewan peliharaan, kontak dengan dieffenbachia (biasanya dari mengunyah) dapat menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan, termasuk mati rasa intens, iritasi mulut, air liur berlebihan, dan pembengkakan lokal. Namun, efek ini jarang mengancam jiwa.
    Namun, dari sekian banyak bahaya yang ditimbulkan, di Filipina, tanaman  Dieffenbachia sedang dipelajari, peneliti telah menemukan bahwa tanaman Dieffenbachia  mengandung bahan aktif yang menyebabkan potensi efek antiangiogenic untuk pengobatan kanker. Anti angiogenesis merupakan proses yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah baru dalam tubuh.

    Antiangiogenesis mengontrol penyebaran sel-sel tumor dalam tubuh dengan menonaktifkan transportasi nutrisi ke sel-sel kanker. Biasanya, tumor dimulai dari satu sel tunggal dan membelah untuk membuat sel-sel kanker lebih. Pertumbuhan sel-sel ganas akan tergantung pada ketersediaan nutrisi tertentu yang diangkut oleh pembuluh darah.

    Temuan penelitian mengklaim bahwa kemampuan Dieffenbachia   untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah dan perkembangannya dapat mungkin digunakan dalam formulasi obat anti-kanker untuk membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh manusia.

    Daun Bahagia

    Posted at  22.12  |  in  daun  |  Read More»


    Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki tanaman ini dan memeliharanya di halamannya. Namun sebenarnya tanaman hias beracun ini yang memiliki nama latin dieffenbachia menyimpan racun yang berbahaya.
    Racun ini tersimpan dalam getahnya. Jika saja tangan Anda menyentuhnya, efek yang ditimbulkan adalah gatal-gatal dan bahkan kejang bisa terasa.
    Kejang pada bibir dan lidah, tepatnya, dapat mengakibatkan kesulitan bernapas tetapi sangat jarang sampai mengakibatkan kematian. Untuk mengakibatkan kematian memang butuh dosis yang besar dari tanaman ini. Akan tetapi, Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel dan berbentuk jarum. Sel-sel tanaman Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat kristal berbentuk jarum yang disebut raphides (rafida). Jika daun dikunyah, kristal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar sementara dan eritema. Pengunyahan dan menelan biasanya menghasilkan gejala ringan saja.

    Dengan anak-anak dan hewan peliharaan, kontak dengan dieffenbachia (biasanya dari mengunyah) dapat menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan, termasuk mati rasa intens, iritasi mulut, air liur berlebihan, dan pembengkakan lokal. Namun, efek ini jarang mengancam jiwa.
    Namun, dari sekian banyak bahaya yang ditimbulkan, di Filipina, tanaman  Dieffenbachia sedang dipelajari, peneliti telah menemukan bahwa tanaman Dieffenbachia  mengandung bahan aktif yang menyebabkan potensi efek antiangiogenic untuk pengobatan kanker. Anti angiogenesis merupakan proses yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah baru dalam tubuh.

    Antiangiogenesis mengontrol penyebaran sel-sel tumor dalam tubuh dengan menonaktifkan transportasi nutrisi ke sel-sel kanker. Biasanya, tumor dimulai dari satu sel tunggal dan membelah untuk membuat sel-sel kanker lebih. Pertumbuhan sel-sel ganas akan tergantung pada ketersediaan nutrisi tertentu yang diangkut oleh pembuluh darah.

    Temuan penelitian mengklaim bahwa kemampuan Dieffenbachia   untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah dan perkembangannya dapat mungkin digunakan dalam formulasi obat anti-kanker untuk membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh manusia.

    0 komentar:

    Minggu, 04 November 2018

    Coba kalian bayangkan kalau kalian ada didalam hutan, dan kompas kalian nggak berfungsi. panik nggak? Pastinya panik dong. Kalian nggak usah panik, kalian masih bisa bernavigasi dengan bantuan benda sekitar dan petunjuk alam kok. Apa saja benda dan petunjuk alam itu ? Kita akan membahasnya disini.
    Benda dan petunjuk alam yang bisa kalian manfaatkan ialah :

    1) Tanda Alam, misalnya :
    kuburan Islam, yang mana bagian kepala selalu menghadap Utara
    masjid menghadap kiblat ( di Indonesia kiblat mengarah ke barat laut)
    bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur, karena sinar matahari yang belum terik di pagi hari

    2) Bayangan
    Selama ada cahaya matahari ada 2 cara yang bisa kalian lakukan, yaitu :
    a. Cara pertama
    Pada lokasi datar dan terbuka, tancapkan tongkat ±1m ke dalam tanah, usahakan selurus mungkin. Tandai bayangan sebagai satu titik. Tunggu sekitar 15 menit dan tandai lagi bayangannya yang baru. Hubungkan antara kedua titik dan garis yang akan menunjukkan arah barat ( titik 1) dan arah timur (titik 1) dari sini akan menemukan arah Utara Selatan
    b. Cara kedua
    Cara ini lebih teliti namun memerlukan waktu yang lama. Tanda bayangan 1 didapat pada waktu pagi hari. Gambarkan busur dari satu titik dengan tongkat sebagai pusatnya. Pada siang hari, bayangan akan memendek dan saat sore akan memanjang kembali.

    3) Bantuan arloji analog
    Jika berada di daerah Utara ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan jarum pendek ke arah matahari, garis tengah pembagi antara jarum pendek dan angka 12 adalah arah Utara.
    Jika berada di selatan ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan angka 12 ke arah matahari. Garis tengah pembagi antara angka 12 dan jarum pendek merupakan arah Utara.

    4) Perbintangan
    - perhatikan arah bulan, bintang, dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat.
    - perhatikan rasi bintang crux ( bintang salib / gubug penceng). Perpanjangan garis diagonal yang memotong langit adalah selatan.
    - perhatikan planet Merkurius yang menyala terang di pagi hari berada di sisi timur ( disebut bintang timur, atau lintang panjer Rino/esuk)
    - perhatikan planet mars yang menyala terang di sore hari berada di sisi barat
    ( Disebut bintang sore atau lintang panjer sore)

    Nah, sekarang kalian nggak perlu panik lagi kan kalau semisal kompas kalian rusak di tengah hutan ? Sudah nggak jaman lagi dong teriak-teriak atau menangis di alam lepas karena kompas rusak. Kalian  adalah pemuda generasi bangsa yang diharapkan bisa menciptakan inovasi-inovasi gemilang.  Tuhan ciptakan alam ini untuk membantu kita. Jadi, sebenarnya alam kita banyak manfaatnya. Jika kalian berbaik laku, alam akan ikut berpadu denganmu. Jika kau menganggapnya sahabat, alam akan bersahabat pula. Beberapa contoh di atas dapat membantu cinta kalian pada alam semakin membara. Tak perlu khawatir tak perlu risau, alam selalu bersahabat.

    Tanpa Kompas, Alam pun Bersahabat

    Posted at  20.59  |  in    |  Read More»

    Coba kalian bayangkan kalau kalian ada didalam hutan, dan kompas kalian nggak berfungsi. panik nggak? Pastinya panik dong. Kalian nggak usah panik, kalian masih bisa bernavigasi dengan bantuan benda sekitar dan petunjuk alam kok. Apa saja benda dan petunjuk alam itu ? Kita akan membahasnya disini.
    Benda dan petunjuk alam yang bisa kalian manfaatkan ialah :

    1) Tanda Alam, misalnya :
    kuburan Islam, yang mana bagian kepala selalu menghadap Utara
    masjid menghadap kiblat ( di Indonesia kiblat mengarah ke barat laut)
    bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur, karena sinar matahari yang belum terik di pagi hari

    2) Bayangan
    Selama ada cahaya matahari ada 2 cara yang bisa kalian lakukan, yaitu :
    a. Cara pertama
    Pada lokasi datar dan terbuka, tancapkan tongkat ±1m ke dalam tanah, usahakan selurus mungkin. Tandai bayangan sebagai satu titik. Tunggu sekitar 15 menit dan tandai lagi bayangannya yang baru. Hubungkan antara kedua titik dan garis yang akan menunjukkan arah barat ( titik 1) dan arah timur (titik 1) dari sini akan menemukan arah Utara Selatan
    b. Cara kedua
    Cara ini lebih teliti namun memerlukan waktu yang lama. Tanda bayangan 1 didapat pada waktu pagi hari. Gambarkan busur dari satu titik dengan tongkat sebagai pusatnya. Pada siang hari, bayangan akan memendek dan saat sore akan memanjang kembali.

    3) Bantuan arloji analog
    Jika berada di daerah Utara ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan jarum pendek ke arah matahari, garis tengah pembagi antara jarum pendek dan angka 12 adalah arah Utara.
    Jika berada di selatan ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan angka 12 ke arah matahari. Garis tengah pembagi antara angka 12 dan jarum pendek merupakan arah Utara.

    4) Perbintangan
    - perhatikan arah bulan, bintang, dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat.
    - perhatikan rasi bintang crux ( bintang salib / gubug penceng). Perpanjangan garis diagonal yang memotong langit adalah selatan.
    - perhatikan planet Merkurius yang menyala terang di pagi hari berada di sisi timur ( disebut bintang timur, atau lintang panjer Rino/esuk)
    - perhatikan planet mars yang menyala terang di sore hari berada di sisi barat
    ( Disebut bintang sore atau lintang panjer sore)

    Nah, sekarang kalian nggak perlu panik lagi kan kalau semisal kompas kalian rusak di tengah hutan ? Sudah nggak jaman lagi dong teriak-teriak atau menangis di alam lepas karena kompas rusak. Kalian  adalah pemuda generasi bangsa yang diharapkan bisa menciptakan inovasi-inovasi gemilang.  Tuhan ciptakan alam ini untuk membantu kita. Jadi, sebenarnya alam kita banyak manfaatnya. Jika kalian berbaik laku, alam akan ikut berpadu denganmu. Jika kau menganggapnya sahabat, alam akan bersahabat pula. Beberapa contoh di atas dapat membantu cinta kalian pada alam semakin membara. Tak perlu khawatir tak perlu risau, alam selalu bersahabat.

    0 komentar:

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top