• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Rabu, 16 Mei 2018




    Panjat tebing  atau rock climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya.
    Kali ini teman teman paresmapa melakukan kegiatan panjat tebing di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo,Pati. Pada hari minggu tanggal 29 April 2018. Perjalanan kami tempuh pukul 08.00 dari tempat menginap ke tempat panjat tebing. Kira kira perjalan Cuma 15 menit ke tempat kami tuju. Perjalanan yang kami lewati cukup mudah, tetapi menguras tenaga. Karena jalanan yang menanjak, tetapi semua terbayarkan sudah. Karena kami disuguhkan oleh pemandangan pegunungan kapur yang indah. Dan yang menjadi target kami adalah tebing yang memiliki ketinggian kurang lebih 20m. Sekitar pukul 08.30 kegiatan kami dimulai, banyak dari kami yang takut, mungkin karena itu pertama kalinya bagi mereka hehehee..... Pertama-tama kami dicontohi oleh anggota kami yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Lalu disambung oleh anggota yang lain. Suasana sangatlah seru, karena banyak teriakan teriakan rasa ketakutan, padahal baru 1 meter dari tanah.. hahahaa.... kami cukup kesulitan karena point point untuk berpegangan sangatlah sulit. Tetapi itulh yang membuat kami tertantang untuk menaklukan, ditambah lagi dengan point point pegangan yang cukup tajam. semakin lama kegiatan kami semakin menyenangkan . Dan kegiatan kami tutup pada pukul 15.00 karena waktu yang sudah sore.

    Rock Climbing Kedung Winong

    Posted at  10.20  |  in  wall climb  |  Read More»




    Panjat tebing  atau rock climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya.
    Kali ini teman teman paresmapa melakukan kegiatan panjat tebing di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo,Pati. Pada hari minggu tanggal 29 April 2018. Perjalanan kami tempuh pukul 08.00 dari tempat menginap ke tempat panjat tebing. Kira kira perjalan Cuma 15 menit ke tempat kami tuju. Perjalanan yang kami lewati cukup mudah, tetapi menguras tenaga. Karena jalanan yang menanjak, tetapi semua terbayarkan sudah. Karena kami disuguhkan oleh pemandangan pegunungan kapur yang indah. Dan yang menjadi target kami adalah tebing yang memiliki ketinggian kurang lebih 20m. Sekitar pukul 08.30 kegiatan kami dimulai, banyak dari kami yang takut, mungkin karena itu pertama kalinya bagi mereka hehehee..... Pertama-tama kami dicontohi oleh anggota kami yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Lalu disambung oleh anggota yang lain. Suasana sangatlah seru, karena banyak teriakan teriakan rasa ketakutan, padahal baru 1 meter dari tanah.. hahahaa.... kami cukup kesulitan karena point point untuk berpegangan sangatlah sulit. Tetapi itulh yang membuat kami tertantang untuk menaklukan, ditambah lagi dengan point point pegangan yang cukup tajam. semakin lama kegiatan kami semakin menyenangkan . Dan kegiatan kami tutup pada pukul 15.00 karena waktu yang sudah sore.

    0 komentar:

    Selasa, 08 Mei 2018


    hammoc adalah tempat tidur gantung yang biasanya digunakan jika trevelling alam. kami paresmapa sering banget bawa hammoc kemana-mana apalagi kalo naik gunung gabakal ketinggalan deh.

    Hammock dapat digunakan sebagai tempat tidur saat kegiatan outdoor. Zaman sekarang ini, hammock sedang viral dan trend di kalangan traveler. Hammock digantung di dahan pohon yang tinggi, tujuannya agar terhindar dari serangan hewan liar dan serangga beracun
    Hammock diperkirakan berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dan diperkirakan ditemukan pada abad ke-18 atau tahun 1700-an. Hammock ini dikembangkan oleh suku-suku lokal di sana. Sebagian menggunakan hammock sebagai alas tidur utama mereka, sebagian tidak. Hammock pada zaman itu hampir semuanya terbuat dari kain yang sederhana.Setelah mulai menyebar keluar Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Hammock paling banyak dipakai oleh para pelaut atau nelayan. Ketika para pelaut sedang melaut dalam jangka waktu yang lama, tentu mereka memerlukan tidur yang efektif.
    Hammock kemudian banyak dipakai oleh berbagai keperluan dan berbagai latar belakang. Yang awalnya hanya memang sebagai tempat tidur saja, Hammock kemudian menjadi tempat bersantai. Bahkan hammock sudah menjadi simbol dari relaksasi, santai, rileks, nyaman, malas, dan lain-lain.
    Hammock mengalamai beragam jenis perubahan serta inovasi. Dari mulai bahan baku, bentuk, design, sampai manfaatnya. Hammock ada yang terbuat dari kain, tali tambang, jaring, canvas, parasut, dan sebagainya. Memiliki bentuk juga saat ini berbagai macam. Ada yang hammock yang mempunyai tenda, ada pula hammock yang mempunyai resleting
    Merk hammock yang populer saat ini ada berbagai macam. Sebagian merk yang populer salah satunya yaitu hammock eiger serta hammock ticket to the moon. Oleh karenna itu mulai banyak toko outdoor yang mulai jual hammock ini. Serta hammock dapat jadi alternatif untuk sleeping bag dalam manfaat sebagai tempat tidur outdoor.

    Hammock

    Posted at  16.38  |  in  tubuh  |  Read More»


    hammoc adalah tempat tidur gantung yang biasanya digunakan jika trevelling alam. kami paresmapa sering banget bawa hammoc kemana-mana apalagi kalo naik gunung gabakal ketinggalan deh.

    Hammock dapat digunakan sebagai tempat tidur saat kegiatan outdoor. Zaman sekarang ini, hammock sedang viral dan trend di kalangan traveler. Hammock digantung di dahan pohon yang tinggi, tujuannya agar terhindar dari serangan hewan liar dan serangga beracun
    Hammock diperkirakan berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dan diperkirakan ditemukan pada abad ke-18 atau tahun 1700-an. Hammock ini dikembangkan oleh suku-suku lokal di sana. Sebagian menggunakan hammock sebagai alas tidur utama mereka, sebagian tidak. Hammock pada zaman itu hampir semuanya terbuat dari kain yang sederhana.Setelah mulai menyebar keluar Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Hammock paling banyak dipakai oleh para pelaut atau nelayan. Ketika para pelaut sedang melaut dalam jangka waktu yang lama, tentu mereka memerlukan tidur yang efektif.
    Hammock kemudian banyak dipakai oleh berbagai keperluan dan berbagai latar belakang. Yang awalnya hanya memang sebagai tempat tidur saja, Hammock kemudian menjadi tempat bersantai. Bahkan hammock sudah menjadi simbol dari relaksasi, santai, rileks, nyaman, malas, dan lain-lain.
    Hammock mengalamai beragam jenis perubahan serta inovasi. Dari mulai bahan baku, bentuk, design, sampai manfaatnya. Hammock ada yang terbuat dari kain, tali tambang, jaring, canvas, parasut, dan sebagainya. Memiliki bentuk juga saat ini berbagai macam. Ada yang hammock yang mempunyai tenda, ada pula hammock yang mempunyai resleting
    Merk hammock yang populer saat ini ada berbagai macam. Sebagian merk yang populer salah satunya yaitu hammock eiger serta hammock ticket to the moon. Oleh karenna itu mulai banyak toko outdoor yang mulai jual hammock ini. Serta hammock dapat jadi alternatif untuk sleeping bag dalam manfaat sebagai tempat tidur outdoor.

    0 komentar:

    Untuk melaksanakan progam kerja Paresmapa angkatan 29, pada tanggal 28-29 April 2018 diadakan kegiatan susur gua dan panjat tebing.
              Susur gua ini merupakan agenda rutin Paresmapa setiap 2 tahun sekali. Berdasarkan hasil survey disepakati gua yang dipilih bernama gua barat. Gua barat ini bukan gua barat yang ada di Kebumen ataupun di Gembong Selatan, tetapi letaknya di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo, Pati. Untuk menuju kesana kami berangkat menggunakan truk dari sekolah kemudian berjalan kira-kira 10 menit sampai dirumah penduduk untuk beristirahat sebentar disana. Selesai istirahat kami segera berangkat menuju ke gua barat. Dalam perjalanan menuju gua kami melewati sungai kecil dan melewati ladang jagung. Karena banyaknya ladang jagung kami lupa jalan sehingga kami melalui jalan yang berbeda ketika surveyㅋㅋㅋ.
    Gua barat termasuk gua yang berukuran kecil. Sebenarnya dalam kegiatan susur gua kami harus berjalan dari pintu masuk gua sampai pintu keluar gua atau ujung gua. Tetapi gua barat ini hanya bisa dilewati dengan panjang 25m karena jalannya semakin sempit, tidak bisa dilewati, dan mudah longsor
    Didalam gua kami mematikan senter sesaat untuk menikmati suasana gua tanpa adanya cahaya. Dalam keadaan gelap kami bisa membayangkan bagaimana dulu nenek moyang kita ketika hidup di gua. Setelah puas mengamati keadaan gua barat kami beristirahat sebentar di depan mulut gua. Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan untuk kembali kerumah penduduk.
    Untuk tidur kami membangun 2 tenda milik Paresmapa di pinggir desa yang dekat dengan sungai. Kami menyempatkan diri mandi di sungai untuk membersihkan diri. Kami menikmati indahnya suasana malam dengan diiringi lagu sampai larut malam. 


    SUSUR GUA BARAT 2018

    Posted at  16.31  |  in  susur goa  |  Read More»

    Untuk melaksanakan progam kerja Paresmapa angkatan 29, pada tanggal 28-29 April 2018 diadakan kegiatan susur gua dan panjat tebing.
              Susur gua ini merupakan agenda rutin Paresmapa setiap 2 tahun sekali. Berdasarkan hasil survey disepakati gua yang dipilih bernama gua barat. Gua barat ini bukan gua barat yang ada di Kebumen ataupun di Gembong Selatan, tetapi letaknya di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo, Pati. Untuk menuju kesana kami berangkat menggunakan truk dari sekolah kemudian berjalan kira-kira 10 menit sampai dirumah penduduk untuk beristirahat sebentar disana. Selesai istirahat kami segera berangkat menuju ke gua barat. Dalam perjalanan menuju gua kami melewati sungai kecil dan melewati ladang jagung. Karena banyaknya ladang jagung kami lupa jalan sehingga kami melalui jalan yang berbeda ketika surveyㅋㅋㅋ.
    Gua barat termasuk gua yang berukuran kecil. Sebenarnya dalam kegiatan susur gua kami harus berjalan dari pintu masuk gua sampai pintu keluar gua atau ujung gua. Tetapi gua barat ini hanya bisa dilewati dengan panjang 25m karena jalannya semakin sempit, tidak bisa dilewati, dan mudah longsor
    Didalam gua kami mematikan senter sesaat untuk menikmati suasana gua tanpa adanya cahaya. Dalam keadaan gelap kami bisa membayangkan bagaimana dulu nenek moyang kita ketika hidup di gua. Setelah puas mengamati keadaan gua barat kami beristirahat sebentar di depan mulut gua. Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan untuk kembali kerumah penduduk.
    Untuk tidur kami membangun 2 tenda milik Paresmapa di pinggir desa yang dekat dengan sungai. Kami menyempatkan diri mandi di sungai untuk membersihkan diri. Kami menikmati indahnya suasana malam dengan diiringi lagu sampai larut malam. 


    0 komentar:

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top