Senin, 27 November 2017

Posted at  23.00  |  in  

  Balut Bidai
Balut Bidai
                Balut bidai merupakan penanganan umum trauma ekstremitas atau  imobilisasi dari lokasi trauma dengan menggunakan  penyangga, seperti spalk. Pengetahuan tentang balut bidai penting untuk kita ketahui, terlebih saat hendak berkegiatan di alam terbuka. Kecelakaan ringan mungkin saja dapat terjadi jika kita tidak berhati-hati. Contohnya keram, terkilir, hingga patah tulang.
                Pembalutan dan pembidaian saling erat kaitannya. Pembalutan dilakukan untuk menghentikan pendarahan, mencegah kontaminasi, serta melekatkan sesuatu bidai. Pembalutan biasanya dilakukan dengan menggunakan mitela, pembalut pita gulung/verband, pembalut elatis, dan pembalut cepat. Jika dalam keadaan mendesak dan tidak ada mitela, kita dapat memanfaatkan slayer, bandana, ataupun kain lainnya.
Sedangkan, pembidaian  bertujuan untuk mempertahankan posisi yang  patah agar tidak bergeser, mencegah komplikasi, memberi rasa nyaman, serta memudahkan dalam mobilisasi. Pembidaian biasanya menggunakan spalk, neck colar, dll. Prinsip pembidaian meliputi, bahan yang digunakan tidak mudah patah dan tidak lentur, panjang bidai minimal 2 sendi, dan bidai tidak dipasang di atas luka/fraktur.
Jika dalam keadaaan mendesak, kita dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, seperti slayer, bandana ataupun kain lainnya untuk menggantikan mitela dan kardus untuk menggantikan neck collar. Namun, alangkah baiknya jika kita menyiapkan terlebih dahulu alat dan bahan untuk P3K sebelum melakukan kegiatan. Hal ini bertujuan agar nantinya kita siap dengan kondisi apapun.




Share this post

Tentang Paresmapa

Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati
BaseCamp: SMAN 1 Pati, Jl. Panglima Sudirman 24 Pati, kode pos 59113
email: paresmapa@gmail.com Google+. Facebook. Twitter.

0 komentar:

About-Privacy Policy-Contact us
Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
Powered by Paresmapa Team.
back to top