Jumat, 27 Oktober 2017

Posted at  11.22  |  in  

LINTAH, SI TEMAN PENDAKI

Lintah
              Saat kita sedang mendaki gunung tentu saja kita harus selalu waspada dengan segala kemungkinan buruk yang akan menimpa kita. Begitu halnya dengan binatang kecil yang menggelikan satu ini yang biasa dikenal dengan nama lintah atau pacet. Lintah banyak ditemukan di daerah yang lembap baik itu daerah sekitar sungai, rawa, ataupun tanah yang berlumpur dan biasanya banyak menyerang pendaki gunung.Sekilas jika kita melihat lintah tidak begitu berbahaya dengan bentuknya yang kecil, lunak, berlendir tetapi kalian tahu saat lintah mulai menghisap, kita tidak sadar jika tergigit karena air liur lintah yang mengandung anestesi yaitu zat penghilang rasa sakit.

              Terdapat dua jenis lintah di hutan yakni lintah harimau dan lintah coklat. Lintah harimau dapat memperpanjang tubuhnya hingga 6 cm dan bila menggigit sangat menyakitkan. Sedangkan lintah coklat dengan panjang 2 cm gigitannya tidak terasa.

              Lintah banyak aktif di malam hari. Biasanya ia berkamuflase dengan lingkunganya seperti bersembunyi di tanah, dedaunan, ranting pohon dan semak-semak.  Jadi kita tidak menyadari kehadiran lintah. Lintah hidup melimpah di dataran rendah terutama di musim hujan, namun ketika musim kemarau akan jarang menemukan lintah. Lintah banyak hidup di daerah hutan yang banyak memiliki satwa liarnamun tidak jarang juga lintah ditemukan di daerah lembab sekitar kita.

              Lintah sangat peka terhadap suhu tubuh, ketika mendaki gunung, orang yang berjalan di barisan pertama akan mudah membangunkan lintah dan membuatnya aktif untuk mencari makan. Pendaki pada barisan pertama di rombongan lebih sering terhindar dari lintah, sedangkan yang sering terkena lintah adalah barisan belakang. Namun pada barisan depan apabila ia berhenti untuk menunggu barisan belakang, terkadang juga bisa tergiggit leintah. 

Apakah kalian tahu bahwa lintah itu buta? Ya lintah memang  buta dan lebih memilih menggigit daerah yang hangat dan berkulit tipis seperti ketiak, kulit antara jari kaki dan pantat dengan cara merambat. Waspada mencuci muka di hutan atau gunung, apabila lintah berhasil menyusup ke hidung ia akan hidup permanen, lebih baik gunakan air minum untuk membasuh muka.

Tapi jangan hawatir karena ada beberapa  cara untuk menghindari bahaya lintah ketika berada di alam liar.

Gunakan Kaus Kaki
Lintah selalu mengincar daerah bagian kaki terutama sekitar telapak kaki. Untuk menghidari hal tersebut gunakan kaus kaki berwarna putih atau gaiter agar lintah tidak bisa menyusup ke dalam kaki.

Tembakau
Bawa tembakau ketika naik gunung, bau tembakau akan membuat lintah mabuk dalam beberapa waktu. Kamu bisa merendap kaus kaki bersama tembakau kemudian menjemurnya dan kamu pakai ketika mendaki. Atau bisa juga membasahi tembakau dan mengikat di sekitar pergelangan kaki.

Stoking
Stoking yang sering dipakai wanita ternyata bisa menghindarkan para petualang dari gigitan lintah. Selain itu stoking juga mampu menghangatkan tubuh, menghindari tubuh langsung terkena sinar matahari atau udara dingin.

Semprotan Serangga
Semprotkan anti serangga ke sepatu sebelum mendaki, bau yang menyengat akan menghindarkanmu dari pacet. Pacet atau lintah ketika mendekat seketika akan mati apabila menyentuh sepatu atau kulitmu.

 Garam
Ketika lintah sudah menggigit, gunakan garam untuk melepaskan gigitan. Ketika lintah terkena garam, ia akan mati dan segera oleskan garam ke bekas gigitan lintah.

Baju Masuk
Untuk menghindari lintah merambat ke dalam perut atau ketiak, lebih baik kamu mencegahnya dengan memasukkan baju atau kaosmu ke dalam celana agar bagian atas tubuh tertutup. Hal ini sangat penting karena lintah merupakan tipe perayap. Lindungi juga dengan gaiter agar lintah tidak bisa langsung menyusup ke kaki.

Terus Berjalan dan Cari Tempat Yang Tepat
Jika kamu beristirahat, cari tempat yang terkena sinar matahari langsung, karena lintah tidak suka tempat kering. Lintah akan sering berada di tempat yang lembap seperti disemak - semak dan di bawa pohon. Hindari juga bersandar di bawah pohon.

Jika kita sudah tergigit dengan lintah berikut tips yang dapat kita lakukan .
Pertama, Hindari menarik paksa lintah yang sudah terlanjur menggigit kulitmu, gunakan garam, minyak tembakau, minyak kayu putih, jeruk nipis, balsem atau minyak urut untuk melepasnya. Hal ini akan membuat lintah mengerut dan mudah di copot.
Kedua, Gunakan kuku dengan cara mencopot mulut lintah secara lembut untuk melepasnya dari kulit
Ketiga, Bekas gigitan lintah akan menyebabkan keluarnya darah hingga kira - kira satu jam, tempelkan kapas atau potongan kertas untuk mempercepat proses pembekuan. Hal ini akan membuat gatal namun jangan digaruk.
Diatas adalah tips - tips menghindari gigitan lintah. Lintah memang terlihat kecil, namun ketika ia sudah menggigit, ia akan berubah dua kali lipat besarnya. Jadi selalu waspada dan lindungi tubuhmu. Kemampuan akan pemahaman alam bebas sangat bermanfaat bagi para petualang.

Share this post

Tentang Paresmapa

Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati
BaseCamp: SMAN 1 Pati, Jl. Panglima Sudirman 24 Pati, kode pos 59113
email: paresmapa@gmail.com Google+. Facebook. Twitter.

0 komentar:

About-Privacy Policy-Contact us
Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
Powered by Paresmapa Team.
back to top