• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Senin, 26 September 2016


    1. Hand Drill
    Metode ini adalah metode yang paling kuno daripara metode lainnya. Metode ini adalah menyalakan api menggunakan kayu poros yang diputar dengan tangan kosong.
    Pertama, siapkan berbagai bahan yang mudah terbakar. Misal: rumput kering, kertas, dll.
    Kedua, siapkan ranting kayu kering yang panjang sebagai poros, sebuah papan kayu sebagai alas, dan selembar daun sebagai tempat serbuk kayu yang terbakar.
    Ketiga, pada alas, buatlah titik yang besarnya kurang lebih sama dengan poros kayu, kemudian potong pada tepinya membentuk huruf V agar serbuk api bisa jatuh ke daun.
    Keempat, letakkan daun-daun kering tepat dibawah papan kayu alas, kemudian mulai putar kayu poros dengan tangan hingga terbentuk api.
    Kelima, bila sudah tercipta percikan api, maka tiup pelan pelan mengenai daun kering sehingga terbentuk api.

    2. Fire Plough
    Metode ini adalah menggesekkan kayu kedepan dan ke belakang hingga tercipta serbuk kayu yang terbakar.
    Pertama, siapkan bahan yang mudah terbakar. Misal: rumput kering, daun kering, dll.
    Kedua, siapkan kayu ranting yang kering dan cukup panjang serta alas (papan kayu).
    Ketiga, buat cekungan panjang pada alas sebagai tempat menggesek sekaligus untuk menampung percikan-percikan api
    Keempat, mulai gesekkan kayu poros dengan alas hingga menimbulkan percikan api
    Kelima, bila sudah tercipta percikan api, lalu bakar beberapa daun kering dengan meniupnya pelan-pelan
    Keenam, bila sudah terbakar tambahkan beberapa daun kering lagi agar api makin besar

    3. Batu Api dan Baja
    Dalam metode ini yang perlu disiapkan yaitu baja, batu api, dan char cloth (arang kain yang mudah terbakar)
    Pertama, letakkan char cloth tepat diatas batu api. Kemudian gesekkan batu api dengan baja. Char cloth akan terbakar oleh percikan api. Tiup pelan-pelan agar api membesar, kemudian letakkan char cloth yang terbakar pada rumput kering atau daun kering. Tiup hingga api menyala.

    4. Lensa
    Untuk membuat api dengan lensa, yang diperlukan adalah sebuah lensa cembung. Cari titik fokus terkecil dari lensa cembung tersebut saat dibawah terik matahari. Arahkan titik fokus tersebut ke bahan yang mudah terbakar. Misal: rumput kering, daun kering, kertas, dll. Jika titik fokus sudah ketemu, tunggu beberapa saat hingga muncul api.

    5. Plastik bening
    Metode ini dilakukan dengan bahan plastik bening yang diisi air. Setelah itu cari titik fokusnya dibawah terik matahari dan arahkan ke bahan yang mudah terbakar. Tunggu beberapa saat hingga tercipta api

    5 Cara Sederhana Membuat Api Tanpa Korek

    Posted at  16.23  |  in  Survival  |  Read More»


    1. Hand Drill
    Metode ini adalah metode yang paling kuno daripara metode lainnya. Metode ini adalah menyalakan api menggunakan kayu poros yang diputar dengan tangan kosong.
    Pertama, siapkan berbagai bahan yang mudah terbakar. Misal: rumput kering, kertas, dll.
    Kedua, siapkan ranting kayu kering yang panjang sebagai poros, sebuah papan kayu sebagai alas, dan selembar daun sebagai tempat serbuk kayu yang terbakar.
    Ketiga, pada alas, buatlah titik yang besarnya kurang lebih sama dengan poros kayu, kemudian potong pada tepinya membentuk huruf V agar serbuk api bisa jatuh ke daun.
    Keempat, letakkan daun-daun kering tepat dibawah papan kayu alas, kemudian mulai putar kayu poros dengan tangan hingga terbentuk api.
    Kelima, bila sudah tercipta percikan api, maka tiup pelan pelan mengenai daun kering sehingga terbentuk api.

    2. Fire Plough
    Metode ini adalah menggesekkan kayu kedepan dan ke belakang hingga tercipta serbuk kayu yang terbakar.
    Pertama, siapkan bahan yang mudah terbakar. Misal: rumput kering, daun kering, dll.
    Kedua, siapkan kayu ranting yang kering dan cukup panjang serta alas (papan kayu).
    Ketiga, buat cekungan panjang pada alas sebagai tempat menggesek sekaligus untuk menampung percikan-percikan api
    Keempat, mulai gesekkan kayu poros dengan alas hingga menimbulkan percikan api
    Kelima, bila sudah tercipta percikan api, lalu bakar beberapa daun kering dengan meniupnya pelan-pelan
    Keenam, bila sudah terbakar tambahkan beberapa daun kering lagi agar api makin besar

    3. Batu Api dan Baja
    Dalam metode ini yang perlu disiapkan yaitu baja, batu api, dan char cloth (arang kain yang mudah terbakar)
    Pertama, letakkan char cloth tepat diatas batu api. Kemudian gesekkan batu api dengan baja. Char cloth akan terbakar oleh percikan api. Tiup pelan-pelan agar api membesar, kemudian letakkan char cloth yang terbakar pada rumput kering atau daun kering. Tiup hingga api menyala.

    4. Lensa
    Untuk membuat api dengan lensa, yang diperlukan adalah sebuah lensa cembung. Cari titik fokus terkecil dari lensa cembung tersebut saat dibawah terik matahari. Arahkan titik fokus tersebut ke bahan yang mudah terbakar. Misal: rumput kering, daun kering, kertas, dll. Jika titik fokus sudah ketemu, tunggu beberapa saat hingga muncul api.

    5. Plastik bening
    Metode ini dilakukan dengan bahan plastik bening yang diisi air. Setelah itu cari titik fokusnya dibawah terik matahari dan arahkan ke bahan yang mudah terbakar. Tunggu beberapa saat hingga tercipta api

    0 komentar:

    Senin, 19 September 2016

    http://2.bp.blogspot.com/-m87NAHKrWsA/VPPgZCFvyNI/AAAAAAAAAMk/7t97Dpxz1dA/s1600/manfaat%2Basam%2Bjawa%2Buntuk%2Bkesehatan.jpg

    Hai para pembaca pernahkah kalian di sengat kalajengking? Atau disengat lebah? Disengat kelabang? Pastinya beberapa dari kalian pernah kejadian hal seperti ini. Contohnya ketika kalian sedang berada di gunung, banyak kemungkinan kalian akan disengat hewan hewan yang telah disebutkan di atas. Kejadian ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di rumah kalian, apalagi yang rumahnya dekat dengan sawah atau dekat dengan hutan. Disini saya akan memberikan cara pengobatan tradisional yang cukup mudah.

    Pertama yaitu pengobatan sengatan kalajengking. Untuk mengobati sengatan kalajengking campurlah lada dengan minyak kelapa (jika ada) kemudian tambahkan spiritus lalu usapkan pada bekas sengatan, balut bekas tersebut agar dapat menyerap bisa yang berada di kulit.

    Kedua yaitu mengobati sengatan lebah. Dalam mengobati sengatan lebah bisa menggunakan 2 bahan yakni bunga melati dan asam jawa. Caranya yaitu dengan menghaluskan bunga melati/asam jawa kemudian letakkan pada bagian yang di sengat.

    Ketiga dan terakhir yaitu mengobati sengatan kelabang. Untuk mengobati sengatan kelabang ini sangatlah mudah yaitu hanya dengan menumbuk asam jawa hingga halus kemudian letakkan pada bekas sengatan kelabang tersebut.

    Semoga info yang diberikan bermanfaat dan dapat berguna ketika terdesak. Sekian dan terima kasih.

    3 Cara Tradisional Mengatasi Sengatan Serangga

    Posted at  16.18  |  in  Survival  |  Read More»

    http://2.bp.blogspot.com/-m87NAHKrWsA/VPPgZCFvyNI/AAAAAAAAAMk/7t97Dpxz1dA/s1600/manfaat%2Basam%2Bjawa%2Buntuk%2Bkesehatan.jpg

    Hai para pembaca pernahkah kalian di sengat kalajengking? Atau disengat lebah? Disengat kelabang? Pastinya beberapa dari kalian pernah kejadian hal seperti ini. Contohnya ketika kalian sedang berada di gunung, banyak kemungkinan kalian akan disengat hewan hewan yang telah disebutkan di atas. Kejadian ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di rumah kalian, apalagi yang rumahnya dekat dengan sawah atau dekat dengan hutan. Disini saya akan memberikan cara pengobatan tradisional yang cukup mudah.

    Pertama yaitu pengobatan sengatan kalajengking. Untuk mengobati sengatan kalajengking campurlah lada dengan minyak kelapa (jika ada) kemudian tambahkan spiritus lalu usapkan pada bekas sengatan, balut bekas tersebut agar dapat menyerap bisa yang berada di kulit.

    Kedua yaitu mengobati sengatan lebah. Dalam mengobati sengatan lebah bisa menggunakan 2 bahan yakni bunga melati dan asam jawa. Caranya yaitu dengan menghaluskan bunga melati/asam jawa kemudian letakkan pada bagian yang di sengat.

    Ketiga dan terakhir yaitu mengobati sengatan kelabang. Untuk mengobati sengatan kelabang ini sangatlah mudah yaitu hanya dengan menumbuk asam jawa hingga halus kemudian letakkan pada bekas sengatan kelabang tersebut.

    Semoga info yang diberikan bermanfaat dan dapat berguna ketika terdesak. Sekian dan terima kasih.

    0 komentar:

    Senin, 12 September 2016




    Palasmega Tracking Competition (PTC) 2016 adalah salah satu lomba lintas alam yang diadakan oleh Pencinta Alam SMA N 7 Purworejo, yaitu PALASMEGA. Bertempat di SMA N 7 Purworejo, perlombaan ini diikuti oleh banyak tim dari berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY. Sebagai perwakilan dari Kota Pati, anggota PARESMAPA mengajukan 2 tim yang terdiri dari 1 tim putra (Iqbal Mahendra, Arief Rachman, Maulana Safira) dan 1 tim putri (Dyah Ayu, Geta Cahyati, Marizsa Salsabiila).

    Lomba lintas alam ini tidak hanya menilai siapa yang tercepat menuju finish. Ketepatan dalam menjawab soal dan ketepatan dalam memanagemen waktu juga menjadi acuan dalam penilaian lomba PTC 2016.

    Lomba PTC berlangsung selama 2 hari, yaitu jumat dan sabtu tanggal 9-10 September 2016. Diawali pada jumat pagi pukul 9, tim PARESMAPA berangkat dari sekolah menuju SMA N 7 Purworejo. Kami membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk menempuh jarak antar kota tersebut. Sehingga pada pukul 14.00 WIB tim kami sudah tiba di tempat yang dituju.

    Saat itu suasana di sekitar sekolah cukup ramai dikarenakan ada tim futsal yang sedang bertanding.

    Ditambah dengan suara supporter yang ikut memeriahkan. Suasana yang ramai itu sangat bertolak belakang dengan suasana hati kami saat tiba di lokasi. Kami merasa bingung harus melewati gerbang sebelah mana dan dimana lokasi tempat daftar ulang. Untungnya saat kami sedang jalan-jalan berkeliling SMA N 7 Purworejo, kami menemukan seorang panitia yang langsung membimbingkami menuju tempat registrasi ulang. Kemudian mereka mengantarkan kami menuju tempat menginap di dalam kelas.

    Hari semakin sore. Hingga akhirnya adzan magrib berkumandang. Selesainya solat magrib, perwakilan dari tiap tim menuju aula guna menghadiri technical meeting yang berlangsung selama kuranglebih 2,5 jam. Sedangkan 2 orang dari masing-masing tim PARESMAPA  membahas strategi dan belajar untuk mempersiapkan lomba esok hari.

    Hari minggu, 10 September 2016, adalah hari dimana lomba berlangsung. Perasaan kami saat itu campur aduk. Karena ini adalah lomba pertama kami semasa SMA. Sesekali kami bercanda bersama guna melupakan perasaan gugup. Dan sesekali pula kami membahas materi. Sebisa mungkin kami membuat perasaan kami serius tapi santai.

    Diawali dengan upacara pembukaan lomba. Kemudian dilanjut dengan persiapan untuk lomba. Panitia memberikan waktu kurang lebih 30 menit untuk mengumpulkan catatan dan handphone peserta. Ketika semua peserta sudah berkumpul di garis start, Kepala Sekolah SMA N 7 Purworejo mengayunkan bendera yang artinya perlombaan dimulai.

    Peserta disediakan peta buta yang hanya ada petunjuk jalur, tanda makam dan sungai, titik pos sampai pos 2, dan skala peta. Peserta harus sampai pada tiap pos tepat waktu.Tim putri PARESMAPA menggunakan cara menghitung jarak jalur tiap 1 cm. Kemudian jumlah tersebut kami kalikan dengan skala peta. Setelah itu kami membaginya dengan selang waktu per menit yang sudah dijelaskan saat technical meeting.

    Sesampainya di pos 2, panitia mengambil peta buta peserta. Mulai dari pos ini, kemampuan kecepatan peserta diuji. Panitia memanggil setiap 2 tim. Kemudian kedua tim tersebut adu cepat sampai finish. Begitupun seterusnya. Dari pos 2 sampai finish kami tidak diberikan peta, melainkan kami hanya mengandalkan tanda-tanda yang tertera di setiap jalurnya.

    Sekitar pukul 12.00 WIB, tim putri dan putra PARESMAPA tiba di finish. Kemudian dilanjutkan berjalan lagi sampai menuju SMA N 7 Purworejo. Sesampainya di lokasi, kami langsung disambut oleh panitia yang sudah berjaga di depan gerbang. Mereka juga langsung memberikan nasi box sebagai makan siang.

    Ketika semua peserta dipastikan sudah makan siang, panitia mengajak peserta menuju wall climb. Sambil menunggu hasil lomba para peserta dipersilakan mencoba climbing pada wall climb yang telah disediakan. Bukan sekedar climbing biasa, melainkan itu adalah climbing berhadiah. Di setiap titik dipasang nomor yang berbeda. Nomor tersebut akan ditukarkan dengan hadiah yang telah disediakan. Semakin tinggi makan semakin menarik pula hadiahnya. Hal ini jelas membuat suasana menjadi semakin seru.Peserta juga bisa menghilangkan ras deg-degan menunggu hasil lomba dengan kegiatan ini.
    Sekitar pukul 16.00 WIB panitia mulai menyiapkan piala di depan photoboot yang terletak di dekat wall climb. Hal ini jelas langsung membuat peserta mulai deg-degan lagi. Inilah saat yang paling ditunggu-tunggu. Yaitu pengumuman pemenang.

    Panitia pertama kali mengumumkan pemenang dari tim putri mulai dari juara 3. Kami sangat berharap nomor tim kami menjadi jajaran dari pemilik tetap piala yang terpajang. Saat pengumuman juara 3, nomor kami tidak disebutkan. Kemudian saat penyebutan pemenang juara 2, Puji Syukur nomot tim putri PARESMAPA disebutkan sebagai pemenang juara 2 tim putri lomba PTC tahun 2016. Kami sangat senang pada saat itu.

    Waktu berselang, gantilah pengumuman tim putra. Sayangnya tim putra PARESMAPA tidak dapat memnangkan lomba PTC 2016 ini. Tetapi kami masih bersyukur karena tim putra PARESMAPA berada diperingkat 6 dan sudah berhasil menggaet piala untuk membanggakan PARESMAPA.

    Terima kasih kami ucapkan kepada Tuhan YME yang dengan segala rahmat dan kuasanya mampu memberikan kami usaha yang baik dan tidak sia-sia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan perlombaan ini. Untukorang tua, teman-teman, alumni dan senior PARESMAPA, kami juga mengucapkan terima kasih atas doa dan supportnya. Semoga kedepannya PARESMAPA dapat mengukir prestasi yang baik dan lebih baik. PARESMAPA JAYA!!!

    Penulis : Marisza Salsabilla (Paresmapa XXVIII)

    PARESMAPA RAIH JUARA 2 PALASMEGA TRACKING COMPETITION (PTC 2016) SE JATENG-DIY

    Posted at  08.57  |  in  lomba  |  Read More»




    Palasmega Tracking Competition (PTC) 2016 adalah salah satu lomba lintas alam yang diadakan oleh Pencinta Alam SMA N 7 Purworejo, yaitu PALASMEGA. Bertempat di SMA N 7 Purworejo, perlombaan ini diikuti oleh banyak tim dari berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY. Sebagai perwakilan dari Kota Pati, anggota PARESMAPA mengajukan 2 tim yang terdiri dari 1 tim putra (Iqbal Mahendra, Arief Rachman, Maulana Safira) dan 1 tim putri (Dyah Ayu, Geta Cahyati, Marizsa Salsabiila).

    Lomba lintas alam ini tidak hanya menilai siapa yang tercepat menuju finish. Ketepatan dalam menjawab soal dan ketepatan dalam memanagemen waktu juga menjadi acuan dalam penilaian lomba PTC 2016.

    Lomba PTC berlangsung selama 2 hari, yaitu jumat dan sabtu tanggal 9-10 September 2016. Diawali pada jumat pagi pukul 9, tim PARESMAPA berangkat dari sekolah menuju SMA N 7 Purworejo. Kami membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk menempuh jarak antar kota tersebut. Sehingga pada pukul 14.00 WIB tim kami sudah tiba di tempat yang dituju.

    Saat itu suasana di sekitar sekolah cukup ramai dikarenakan ada tim futsal yang sedang bertanding.

    Ditambah dengan suara supporter yang ikut memeriahkan. Suasana yang ramai itu sangat bertolak belakang dengan suasana hati kami saat tiba di lokasi. Kami merasa bingung harus melewati gerbang sebelah mana dan dimana lokasi tempat daftar ulang. Untungnya saat kami sedang jalan-jalan berkeliling SMA N 7 Purworejo, kami menemukan seorang panitia yang langsung membimbingkami menuju tempat registrasi ulang. Kemudian mereka mengantarkan kami menuju tempat menginap di dalam kelas.

    Hari semakin sore. Hingga akhirnya adzan magrib berkumandang. Selesainya solat magrib, perwakilan dari tiap tim menuju aula guna menghadiri technical meeting yang berlangsung selama kuranglebih 2,5 jam. Sedangkan 2 orang dari masing-masing tim PARESMAPA  membahas strategi dan belajar untuk mempersiapkan lomba esok hari.

    Hari minggu, 10 September 2016, adalah hari dimana lomba berlangsung. Perasaan kami saat itu campur aduk. Karena ini adalah lomba pertama kami semasa SMA. Sesekali kami bercanda bersama guna melupakan perasaan gugup. Dan sesekali pula kami membahas materi. Sebisa mungkin kami membuat perasaan kami serius tapi santai.

    Diawali dengan upacara pembukaan lomba. Kemudian dilanjut dengan persiapan untuk lomba. Panitia memberikan waktu kurang lebih 30 menit untuk mengumpulkan catatan dan handphone peserta. Ketika semua peserta sudah berkumpul di garis start, Kepala Sekolah SMA N 7 Purworejo mengayunkan bendera yang artinya perlombaan dimulai.

    Peserta disediakan peta buta yang hanya ada petunjuk jalur, tanda makam dan sungai, titik pos sampai pos 2, dan skala peta. Peserta harus sampai pada tiap pos tepat waktu.Tim putri PARESMAPA menggunakan cara menghitung jarak jalur tiap 1 cm. Kemudian jumlah tersebut kami kalikan dengan skala peta. Setelah itu kami membaginya dengan selang waktu per menit yang sudah dijelaskan saat technical meeting.

    Sesampainya di pos 2, panitia mengambil peta buta peserta. Mulai dari pos ini, kemampuan kecepatan peserta diuji. Panitia memanggil setiap 2 tim. Kemudian kedua tim tersebut adu cepat sampai finish. Begitupun seterusnya. Dari pos 2 sampai finish kami tidak diberikan peta, melainkan kami hanya mengandalkan tanda-tanda yang tertera di setiap jalurnya.

    Sekitar pukul 12.00 WIB, tim putri dan putra PARESMAPA tiba di finish. Kemudian dilanjutkan berjalan lagi sampai menuju SMA N 7 Purworejo. Sesampainya di lokasi, kami langsung disambut oleh panitia yang sudah berjaga di depan gerbang. Mereka juga langsung memberikan nasi box sebagai makan siang.

    Ketika semua peserta dipastikan sudah makan siang, panitia mengajak peserta menuju wall climb. Sambil menunggu hasil lomba para peserta dipersilakan mencoba climbing pada wall climb yang telah disediakan. Bukan sekedar climbing biasa, melainkan itu adalah climbing berhadiah. Di setiap titik dipasang nomor yang berbeda. Nomor tersebut akan ditukarkan dengan hadiah yang telah disediakan. Semakin tinggi makan semakin menarik pula hadiahnya. Hal ini jelas membuat suasana menjadi semakin seru.Peserta juga bisa menghilangkan ras deg-degan menunggu hasil lomba dengan kegiatan ini.
    Sekitar pukul 16.00 WIB panitia mulai menyiapkan piala di depan photoboot yang terletak di dekat wall climb. Hal ini jelas langsung membuat peserta mulai deg-degan lagi. Inilah saat yang paling ditunggu-tunggu. Yaitu pengumuman pemenang.

    Panitia pertama kali mengumumkan pemenang dari tim putri mulai dari juara 3. Kami sangat berharap nomor tim kami menjadi jajaran dari pemilik tetap piala yang terpajang. Saat pengumuman juara 3, nomor kami tidak disebutkan. Kemudian saat penyebutan pemenang juara 2, Puji Syukur nomot tim putri PARESMAPA disebutkan sebagai pemenang juara 2 tim putri lomba PTC tahun 2016. Kami sangat senang pada saat itu.

    Waktu berselang, gantilah pengumuman tim putra. Sayangnya tim putra PARESMAPA tidak dapat memnangkan lomba PTC 2016 ini. Tetapi kami masih bersyukur karena tim putra PARESMAPA berada diperingkat 6 dan sudah berhasil menggaet piala untuk membanggakan PARESMAPA.

    Terima kasih kami ucapkan kepada Tuhan YME yang dengan segala rahmat dan kuasanya mampu memberikan kami usaha yang baik dan tidak sia-sia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan perlombaan ini. Untukorang tua, teman-teman, alumni dan senior PARESMAPA, kami juga mengucapkan terima kasih atas doa dan supportnya. Semoga kedepannya PARESMAPA dapat mengukir prestasi yang baik dan lebih baik. PARESMAPA JAYA!!!

    Penulis : Marisza Salsabilla (Paresmapa XXVIII)

    0 komentar:

    Jumat, 02 September 2016

    Senada dengan upaya Indonesia dalam memajukan sektor pariwisata dan budaya, Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) UGM mengadakan sebuah acara yang diberi nama JEJAK Jelajah Jogjakarta) dengan tag line “Explore the Treasure of Indonesia’s Greatest Heritage”. Acara ini mengundang siswa – siswi SMA seluruh Indonesia untuk berpartisipasi. Tak ketinggalan kontingen SMAN 1 Pati yang diwakili oleh PARESMAPA. Tim berjumlah tiga orang plus satu pendamping. Mereka adalah Reni Anggita, Dita Witdyaningtyas, dan Talitha Isdihar Azayaka (semuanya adalah angkatan 27), serta Pak Ribut selaku Pembina PARESMAPA sebagai pendamping.



    Pendaftaran dibuka pada tanggal 11 - 28 Juli 2016 dan pengumuman seleksi pada tanggal 29 Juli 2016. Syarat yang diberikan panitia terbilang cukup menantang dan tidak mudah. Peserta diharuskan mengirim foto kreatif dan poster sebagai syarat seleksi untuk dapat mengikuti rangkaian perlombaan, selain syarat utama yaitu mendapat persetujuan dari sekolah. Singkat cerita, kontingen PARESMAPA yang diwakili oleh angkatan 27 lolos seleksi dan akan berlaga pada tanggal 12 -14 Agustus 2016.

    JEJAK adalah perlombaan jelajah dengan GPS sebagai fasilitas untuk menemukan titik – titik yang telah ditentukan oleh panitia. Lokasi penjelajahan berada di kompek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dalam perlombaan ini, panitia memberikan waktu dua setengah jam untuk para peserta dapat sampai ke titik finish. Untuk sampai, peserta harus melewati beberapa pos dimana setiap pos berisi pertanyaan yang jawabannya adalah koordinat pos selanjutnya. Disediakan pula pos bantuan yang dapat dipergunakan apabila peserta mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Namun pos bantuan ini akan mengurangi poin peserta untuk setiap pertanyaannya. Jadi, bukan hanya kecepatan, dalam lomba ini poin juga berpengaruh dalam perebutan juara.



    12 Agustus 2016, sekitar pukul 11.00 WIB, Tim PARESMAPA menginjakkan kakinya di pelatarn Fakultas Teknik Geodesi UGM. Agenda pertama adalah melakukan daftar ulang. Total peserta yang mengikuti perlombaan ini berjumlah 26 tim yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia seperti Denpasar, Yogyakarta, Pacitan, dan Tasikmalaya. Peserta diberikan pengarahan tentang pengoprasian GPS di area fakultas untuk selanjutnya mengikuti technical meeting yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. Technical meeting selain saling memperkenalkan diri antar peserta maupun panitia, dijelaskan pula peraturan dan tatacara lomba. Sekitar pukul 18.00 peserta dipersilahkan untuk beristirahat di penginapan yang telah dipersiapkan oleh panitia.

    13 Agustus 2016, kegiatan diawali dengan breefing untuk selanjutnya mengikuti prosesi upacara pembukaan yang ditandai dengan pelepasan balon. Pukul 09.00 WIB rombongan peserta dengan menggunakan bis yang telah disediakan, berangkat menuju Candi Borobudur. Perjalanan ditempuh selama sekitar 1,5 jam dengan lalulintas yang lancar. Masing – masing tim dipersilahkan melakukan pengecekan terhadap perangkat GPS yang akan dipergunakan. Mulai saat ini, gawai para peserta tidak boleh dipergunakan sehingga harus dititipkan kepada panitia.

    Kemudian, setelah istirahat, sholat, dan mengisi perut, sekitar pukul 13.00 WIB perlombaan dimulai. Setiap tim mendapatkan beberapa alat pelengkap selain GPS yaitu papan, peta buta, lembar koordinat, kertas bantuan, dan amplop berisi soal. Tim PARESMAPA membuka amplop berisi pertanyaan itu, kemudian menjawabnya dengan tepat dan mendapatkan koordinat untuk pos selanjutnya. Pada koordinat yang dimaksud, tim menemukan stiker pada amplop dan menempelkannya pada lembar koordinat. Pertanyaan terjawab dan tracking pun dilanjutkan. Hujan sempat mengguyur, namun Tim PARESMAPA yang telah terlatih secara fisik dan mental tidak menganggap ini sebagai masalah. Hingga pada akhirnya tim menemukan amplop terakhir yang menunjukkan koordinat finish. Dengan berlari tim mencapai titik finish pada pukul 14.38 WIB atau hanya mebutuhkan waktu sekitar 1 jam 18 menit untuk menyelesaikan perlombaan ini..

    Tugas selanjutnya adalah menggambar jalur pada peta yang telah disediakan lengkap beserta lokasi pos – pos yang dilewati. Kegiatan berakhir pukul 19.00 WIB, sampai waktu tersebut peserta dibebaskan untuk  berjalan – jalan di kawasan Candi Borobudur.

    Kegiatan belum usai ketika peserta sampai kembali di UGM. Peseta harus mampu mempresentasikan step by step dalam menyelesaikan misi pencarian jejak. Waktu yang diberikan hanya tiga menit untuk masing – masing tim melakukan presentasi. Tim PARESMAPA mendapatkan giliran ke-25. Waktu menunjukkan tepat pukul 23.00 WIB ketika peserta dipersilahkan kembali ke penginapan untuk beristirahat.

    14 Agustus 2016, hari ini adalah waktunya pengmuman para juara. Namun, sebelum acara tersebut, panitia memberikan waktu untuk para pesrta berjalan – jalan menikmati Malioboro. Waktu yang diberikan tidak terlalu banyak, peserta masih harus menghadiri talk show yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Geodesi UGM. Talk show ini berisi pemaparan prodi geodesi dan dipamerkan pula alat – alat kegeodesian serta poster – poster yang telah peserta buat sebelumnya.

     Adzan Asar telah selesai berkumandang ketika panitia mulai mengumumkan para juara JEJAK 2016. Dimulai dari lomba foto kreatif yang dimenangkan oleh Tim SMA N 1 Pacitan. Lalu, lomba poster yang dimenangkan oleh Tim SMA N 1 Denpasar. Sedangkan untuk juara 1 JEJAK 2016 diraih oleh Tim G-Squad dari SMA N 1 Denpasar. Juara 2 diraih oleh SMAIT Nur Hidayah. Dan dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Juara 3 berhasil diamankan oleh Tim PARSMAPA. Keberhasilan ini berkat kerja keras Tim PARESMAPA yang diwakili oleh angkatan 27, Bapak Ribut, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.



    Tim PARESMAPA berhasil membawa pulang piala, sertifikiat, dan uang tunai senilai dua juta rupiah. Selesai berfoto dan melakukan testimony, Tim PARESMAPA harus segera bergegas karena mobil travel akan menejemput pada pukul 16.00 WIB. Terimakasih kami ucapkan kepada segenap pihak yang telah membantu di dalam usaha kami berpartisipasi dalam JEJAK 2016 baik yang langsung maupun tak langsung. Terimakasih pula kami ucapkan kepada alumni – alumni PARESMAP (kuliah di joga) yang telah menyisihkan waktunya untuk memberikan support.  Semoga dapat menjadi amal ibadah bagi masing – masing. Satu lagi torehan prestasi berhasil diukir oleh PARESMAPA. Kedepan semoga PARESMAPA  semakin maju dan berpretasi. PARESMAPA JAYA !

    Paresmapa Juara 3 Lomba Jejak 2016

    Posted at  07.45  |  in  Prestasi  |  Read More»

    Senada dengan upaya Indonesia dalam memajukan sektor pariwisata dan budaya, Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) UGM mengadakan sebuah acara yang diberi nama JEJAK Jelajah Jogjakarta) dengan tag line “Explore the Treasure of Indonesia’s Greatest Heritage”. Acara ini mengundang siswa – siswi SMA seluruh Indonesia untuk berpartisipasi. Tak ketinggalan kontingen SMAN 1 Pati yang diwakili oleh PARESMAPA. Tim berjumlah tiga orang plus satu pendamping. Mereka adalah Reni Anggita, Dita Witdyaningtyas, dan Talitha Isdihar Azayaka (semuanya adalah angkatan 27), serta Pak Ribut selaku Pembina PARESMAPA sebagai pendamping.



    Pendaftaran dibuka pada tanggal 11 - 28 Juli 2016 dan pengumuman seleksi pada tanggal 29 Juli 2016. Syarat yang diberikan panitia terbilang cukup menantang dan tidak mudah. Peserta diharuskan mengirim foto kreatif dan poster sebagai syarat seleksi untuk dapat mengikuti rangkaian perlombaan, selain syarat utama yaitu mendapat persetujuan dari sekolah. Singkat cerita, kontingen PARESMAPA yang diwakili oleh angkatan 27 lolos seleksi dan akan berlaga pada tanggal 12 -14 Agustus 2016.

    JEJAK adalah perlombaan jelajah dengan GPS sebagai fasilitas untuk menemukan titik – titik yang telah ditentukan oleh panitia. Lokasi penjelajahan berada di kompek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dalam perlombaan ini, panitia memberikan waktu dua setengah jam untuk para peserta dapat sampai ke titik finish. Untuk sampai, peserta harus melewati beberapa pos dimana setiap pos berisi pertanyaan yang jawabannya adalah koordinat pos selanjutnya. Disediakan pula pos bantuan yang dapat dipergunakan apabila peserta mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Namun pos bantuan ini akan mengurangi poin peserta untuk setiap pertanyaannya. Jadi, bukan hanya kecepatan, dalam lomba ini poin juga berpengaruh dalam perebutan juara.



    12 Agustus 2016, sekitar pukul 11.00 WIB, Tim PARESMAPA menginjakkan kakinya di pelatarn Fakultas Teknik Geodesi UGM. Agenda pertama adalah melakukan daftar ulang. Total peserta yang mengikuti perlombaan ini berjumlah 26 tim yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia seperti Denpasar, Yogyakarta, Pacitan, dan Tasikmalaya. Peserta diberikan pengarahan tentang pengoprasian GPS di area fakultas untuk selanjutnya mengikuti technical meeting yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. Technical meeting selain saling memperkenalkan diri antar peserta maupun panitia, dijelaskan pula peraturan dan tatacara lomba. Sekitar pukul 18.00 peserta dipersilahkan untuk beristirahat di penginapan yang telah dipersiapkan oleh panitia.

    13 Agustus 2016, kegiatan diawali dengan breefing untuk selanjutnya mengikuti prosesi upacara pembukaan yang ditandai dengan pelepasan balon. Pukul 09.00 WIB rombongan peserta dengan menggunakan bis yang telah disediakan, berangkat menuju Candi Borobudur. Perjalanan ditempuh selama sekitar 1,5 jam dengan lalulintas yang lancar. Masing – masing tim dipersilahkan melakukan pengecekan terhadap perangkat GPS yang akan dipergunakan. Mulai saat ini, gawai para peserta tidak boleh dipergunakan sehingga harus dititipkan kepada panitia.

    Kemudian, setelah istirahat, sholat, dan mengisi perut, sekitar pukul 13.00 WIB perlombaan dimulai. Setiap tim mendapatkan beberapa alat pelengkap selain GPS yaitu papan, peta buta, lembar koordinat, kertas bantuan, dan amplop berisi soal. Tim PARESMAPA membuka amplop berisi pertanyaan itu, kemudian menjawabnya dengan tepat dan mendapatkan koordinat untuk pos selanjutnya. Pada koordinat yang dimaksud, tim menemukan stiker pada amplop dan menempelkannya pada lembar koordinat. Pertanyaan terjawab dan tracking pun dilanjutkan. Hujan sempat mengguyur, namun Tim PARESMAPA yang telah terlatih secara fisik dan mental tidak menganggap ini sebagai masalah. Hingga pada akhirnya tim menemukan amplop terakhir yang menunjukkan koordinat finish. Dengan berlari tim mencapai titik finish pada pukul 14.38 WIB atau hanya mebutuhkan waktu sekitar 1 jam 18 menit untuk menyelesaikan perlombaan ini..

    Tugas selanjutnya adalah menggambar jalur pada peta yang telah disediakan lengkap beserta lokasi pos – pos yang dilewati. Kegiatan berakhir pukul 19.00 WIB, sampai waktu tersebut peserta dibebaskan untuk  berjalan – jalan di kawasan Candi Borobudur.

    Kegiatan belum usai ketika peserta sampai kembali di UGM. Peseta harus mampu mempresentasikan step by step dalam menyelesaikan misi pencarian jejak. Waktu yang diberikan hanya tiga menit untuk masing – masing tim melakukan presentasi. Tim PARESMAPA mendapatkan giliran ke-25. Waktu menunjukkan tepat pukul 23.00 WIB ketika peserta dipersilahkan kembali ke penginapan untuk beristirahat.

    14 Agustus 2016, hari ini adalah waktunya pengmuman para juara. Namun, sebelum acara tersebut, panitia memberikan waktu untuk para pesrta berjalan – jalan menikmati Malioboro. Waktu yang diberikan tidak terlalu banyak, peserta masih harus menghadiri talk show yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Geodesi UGM. Talk show ini berisi pemaparan prodi geodesi dan dipamerkan pula alat – alat kegeodesian serta poster – poster yang telah peserta buat sebelumnya.

     Adzan Asar telah selesai berkumandang ketika panitia mulai mengumumkan para juara JEJAK 2016. Dimulai dari lomba foto kreatif yang dimenangkan oleh Tim SMA N 1 Pacitan. Lalu, lomba poster yang dimenangkan oleh Tim SMA N 1 Denpasar. Sedangkan untuk juara 1 JEJAK 2016 diraih oleh Tim G-Squad dari SMA N 1 Denpasar. Juara 2 diraih oleh SMAIT Nur Hidayah. Dan dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Juara 3 berhasil diamankan oleh Tim PARSMAPA. Keberhasilan ini berkat kerja keras Tim PARESMAPA yang diwakili oleh angkatan 27, Bapak Ribut, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.



    Tim PARESMAPA berhasil membawa pulang piala, sertifikiat, dan uang tunai senilai dua juta rupiah. Selesai berfoto dan melakukan testimony, Tim PARESMAPA harus segera bergegas karena mobil travel akan menejemput pada pukul 16.00 WIB. Terimakasih kami ucapkan kepada segenap pihak yang telah membantu di dalam usaha kami berpartisipasi dalam JEJAK 2016 baik yang langsung maupun tak langsung. Terimakasih pula kami ucapkan kepada alumni – alumni PARESMAP (kuliah di joga) yang telah menyisihkan waktunya untuk memberikan support.  Semoga dapat menjadi amal ibadah bagi masing – masing. Satu lagi torehan prestasi berhasil diukir oleh PARESMAPA. Kedepan semoga PARESMAPA  semakin maju dan berpretasi. PARESMAPA JAYA !

    0 komentar:

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top