• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Senin, 14 Agustus 2017

    CARA PACKING YANG BENAR SAAT MUNCAK
     Mengelompokkan barang
    Tujuan mengelompokkan barang agar mudah mencari barang saat diperlukan. Pastikan barang yang dibawa dibuat daftar, tujuannya supaya meminimalisir barang yang tertinggal.

    Menyiapkan trash bag/plastik
    Setelah barang-barang dikelompokkan, masukan kedalam trash bag/plastik. Pastikan trash bag/plastik tertutup rapat. Tujuannya untuk menjaga barang bawaan agar tidak basah saat hujan. Selain menjaga barang bawaan supaya tidak basah, tujuan yang lain adalah agar memudakan dalam mengambil barang sesuai kategori dan menghindarkan supaya tidak berceceran.

    Atur penempatan barang
    Cara mengatur penempatan barang yang akan dibawa, berperan cukup penting.  Jika mengaturnya asal-asalan, biasanya carrier tidak terasa nyaman karena bagian kanan dan kiri tidak seimbang. Simpan barang-barang yang ringan, seperti pakaian atau sleeping bag di bagia paling bawah carrier. Simpan barang-barang penting, seperti P3K, jas hujan di bagian atas ransel atau bagian yang mudah dijangkau.

    Sisipkan beberapa barang diluar tas carrier
    Biasanya, tas carrier memliki saku-sau keci dibagian luarnya. Bisa digunakan untuk menempatkan botol minum, alat pemotong/pisau, dll. Pastikan barang-barang tersebut tidak mengganggu kita saat bergerak.

    Peletakan matras
    Matras bisa ditaruh diluar maupun didalam carrier. Pastikan matras dalam keadaan vertikal. Penempatan matras di dalam tas carrier memiliki kekuranan dan kelebihan, sebagai berikut:
    a. Kelebihan
        - Carrier terlihat lebih kokoh, mudah mengatur barang-barang karena dinding carrier menjadi keras
        - Melindugi gesekan lapisan dalam tas carrier dengan benda-benda yang dibawa
        - Bagian samping carrier terlindungi dari rembesan air
    b. Kekurangan
        - Ruangan dalam carrier berkurang
        - Susah mengeluarkan matras saat istirahat, karena dijepit oleh barang-barang lainnya
    Penempatan matras diluar carrier juga ada kelebian dan kekurangan, sebagai berikut:
    a. Kelebihan
        - Membuat ruang dalam carrier lega
        - Mudah mengambil matras bila sewaktu-waktu dibutuhkan
    b. Kekurangan
        - Akan basah bila terkena air hujan
        - Bagi beberapa orang, menaruh matras diluar carrier dirasa kurang nyaman, karena mengganggu gerak mereka.

    Posted at  19.04  |  in    |  Read More»

    CARA PACKING YANG BENAR SAAT MUNCAK
     Mengelompokkan barang
    Tujuan mengelompokkan barang agar mudah mencari barang saat diperlukan. Pastikan barang yang dibawa dibuat daftar, tujuannya supaya meminimalisir barang yang tertinggal.

    Menyiapkan trash bag/plastik
    Setelah barang-barang dikelompokkan, masukan kedalam trash bag/plastik. Pastikan trash bag/plastik tertutup rapat. Tujuannya untuk menjaga barang bawaan agar tidak basah saat hujan. Selain menjaga barang bawaan supaya tidak basah, tujuan yang lain adalah agar memudakan dalam mengambil barang sesuai kategori dan menghindarkan supaya tidak berceceran.

    Atur penempatan barang
    Cara mengatur penempatan barang yang akan dibawa, berperan cukup penting.  Jika mengaturnya asal-asalan, biasanya carrier tidak terasa nyaman karena bagian kanan dan kiri tidak seimbang. Simpan barang-barang yang ringan, seperti pakaian atau sleeping bag di bagia paling bawah carrier. Simpan barang-barang penting, seperti P3K, jas hujan di bagian atas ransel atau bagian yang mudah dijangkau.

    Sisipkan beberapa barang diluar tas carrier
    Biasanya, tas carrier memliki saku-sau keci dibagian luarnya. Bisa digunakan untuk menempatkan botol minum, alat pemotong/pisau, dll. Pastikan barang-barang tersebut tidak mengganggu kita saat bergerak.

    Peletakan matras
    Matras bisa ditaruh diluar maupun didalam carrier. Pastikan matras dalam keadaan vertikal. Penempatan matras di dalam tas carrier memiliki kekuranan dan kelebihan, sebagai berikut:
    a. Kelebihan
        - Carrier terlihat lebih kokoh, mudah mengatur barang-barang karena dinding carrier menjadi keras
        - Melindugi gesekan lapisan dalam tas carrier dengan benda-benda yang dibawa
        - Bagian samping carrier terlindungi dari rembesan air
    b. Kekurangan
        - Ruangan dalam carrier berkurang
        - Susah mengeluarkan matras saat istirahat, karena dijepit oleh barang-barang lainnya
    Penempatan matras diluar carrier juga ada kelebian dan kekurangan, sebagai berikut:
    a. Kelebihan
        - Membuat ruang dalam carrier lega
        - Mudah mengambil matras bila sewaktu-waktu dibutuhkan
    b. Kekurangan
        - Akan basah bila terkena air hujan
        - Bagi beberapa orang, menaruh matras diluar carrier dirasa kurang nyaman, karena mengganggu gerak mereka.

    Senin, 07 Agustus 2017

    Program Kerja PARESMAPA 2017/2018


    BIDANG ORGANISASI
    A
    Seksi Usaha dan Dana

    1.       Menjual barang Diklat
    2.       Menyewakan alat Outdoor
    3.       Menjual stiker (tema: kepencintaalaman atau lainnya yang memiliki nilai jual)
    4.       Menjual sampah botol plastik
    5.       Buka stand kalau ada bazar Smansaday
    6.       Menjual kaos PO (target untuk umum)
    B
    Seksi Humas, Publikasi, dan Dokumentasi

    1.       Mengelola mading (diperbarui setiap semester), website (update setiap minggu), dan sosial media (instagram, twitter, fanpage, dan youtube)
    2.       Mendokumentasikan setiap kegiatan berupa foto atau video
    3.       Menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pihak – pihak luar apabila dibutuhkan
    4.       Membuat banner kepencintaalaman (miniamal 1) dan stiker kepencintaalaman (minimal 2)
    C.
    Seksi Logistik

    1.       Merawat alat 1 bulan sekali dan selalu di-check
    2.       Menyewa alat bila perlu
    3.       Merawat fasilitas yang sudah ada di dalam basecamp
    4.       Memperbaiki fasilitas paresmapa yang rusak (apabila bisa diperbaiki)
    5.       Membeli alat berdasarkan kebutuhan
    6.       Merapikan basecamp (mengecat à opsional)
    7.       Membuat dan melaksanakan jadwal piket basecamp beserta barang- barangnya seminggu sekali
    D.
    Seksi Diklat dan Pelantikan

    1.       Diklat 1 mencari kuantitas (<50) kualitas (>50) dari C-XXX
    Tempat: Pangonan, eksplor lokasi lain (beda dengan lokasi diklat tahun lalu)
    2.       Diklat 2 mencari kualitas dari C-XXX
    Tempat: Jollong 1
    3.       Pelantikan C-XXX
    Tempat: Banyu urip
    BIDANG OPERASIONAL
    E.
    Divisi Hutan dan Gunung

    Ekspedisi
    Tempat:
    1.       Pulingan (ada candi baru-sejarah)
    2.       Pangonan (cari air terjun kali peken
    è Jarak, waktu, ekosistem, habitat, dll).
    F.
    Divisi Climbing

    1.       Mengadakan latihan selama 1 tahun minimal 8 kali. Dengan rincian:
    -Rappleing dan prusik: Sabtu 3x, Selasa/Rabu 1x (di Joyo)
    -Tali: 2x (di SMA N 1 Pati)
    - Panjat: Minimal 2x diusahakan lebih (di Joyo)
    2.       Mengadakan climbing dengan lokasi:
    Tebing Gua Pancur di Kayen
    G.
    Divisi Susur Gua, Sungai, dan Pantai

    1.       Mengadakan susur gua dengan lokasi: Daerah Prawoto
    Catatan: lokasi tepatnya menunggu hasil dari pra-survey.
    2.       Mengadakan susur sungai dengan tujuaan untuk bersih sungai selama 1 tahun sekali.
    Lokasi : Kali Jiglong
    H.
    Divisi Konservasi SDA

    1.       Sulam mangrove dan monitoring (jangka waktu monitoring 3 bulan 1x).
    2.       Kampanye lingkungan dalam lingkup sekolah.
    Kampanye : daur ulang sampah.
    Posted at  19.05  |  in    |  Read More»

    Program Kerja PARESMAPA 2017/2018


    BIDANG ORGANISASI
    A
    Seksi Usaha dan Dana

    1.       Menjual barang Diklat
    2.       Menyewakan alat Outdoor
    3.       Menjual stiker (tema: kepencintaalaman atau lainnya yang memiliki nilai jual)
    4.       Menjual sampah botol plastik
    5.       Buka stand kalau ada bazar Smansaday
    6.       Menjual kaos PO (target untuk umum)
    B
    Seksi Humas, Publikasi, dan Dokumentasi

    1.       Mengelola mading (diperbarui setiap semester), website (update setiap minggu), dan sosial media (instagram, twitter, fanpage, dan youtube)
    2.       Mendokumentasikan setiap kegiatan berupa foto atau video
    3.       Menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pihak – pihak luar apabila dibutuhkan
    4.       Membuat banner kepencintaalaman (miniamal 1) dan stiker kepencintaalaman (minimal 2)
    C.
    Seksi Logistik

    1.       Merawat alat 1 bulan sekali dan selalu di-check
    2.       Menyewa alat bila perlu
    3.       Merawat fasilitas yang sudah ada di dalam basecamp
    4.       Memperbaiki fasilitas paresmapa yang rusak (apabila bisa diperbaiki)
    5.       Membeli alat berdasarkan kebutuhan
    6.       Merapikan basecamp (mengecat à opsional)
    7.       Membuat dan melaksanakan jadwal piket basecamp beserta barang- barangnya seminggu sekali
    D.
    Seksi Diklat dan Pelantikan

    1.       Diklat 1 mencari kuantitas (<50) kualitas (>50) dari C-XXX
    Tempat: Pangonan, eksplor lokasi lain (beda dengan lokasi diklat tahun lalu)
    2.       Diklat 2 mencari kualitas dari C-XXX
    Tempat: Jollong 1
    3.       Pelantikan C-XXX
    Tempat: Banyu urip
    BIDANG OPERASIONAL
    E.
    Divisi Hutan dan Gunung

    Ekspedisi
    Tempat:
    1.       Pulingan (ada candi baru-sejarah)
    2.       Pangonan (cari air terjun kali peken
    è Jarak, waktu, ekosistem, habitat, dll).
    F.
    Divisi Climbing

    1.       Mengadakan latihan selama 1 tahun minimal 8 kali. Dengan rincian:
    -Rappleing dan prusik: Sabtu 3x, Selasa/Rabu 1x (di Joyo)
    -Tali: 2x (di SMA N 1 Pati)
    - Panjat: Minimal 2x diusahakan lebih (di Joyo)
    2.       Mengadakan climbing dengan lokasi:
    Tebing Gua Pancur di Kayen
    G.
    Divisi Susur Gua, Sungai, dan Pantai

    1.       Mengadakan susur gua dengan lokasi: Daerah Prawoto
    Catatan: lokasi tepatnya menunggu hasil dari pra-survey.
    2.       Mengadakan susur sungai dengan tujuaan untuk bersih sungai selama 1 tahun sekali.
    Lokasi : Kali Jiglong
    H.
    Divisi Konservasi SDA

    1.       Sulam mangrove dan monitoring (jangka waktu monitoring 3 bulan 1x).
    2.       Kampanye lingkungan dalam lingkup sekolah.
    Kampanye : daur ulang sampah.

    Pengenalan Perlengkapan Dasar Naik Gunung

    A Perlengkapan untuk pergerakan

    1. Sepatu
    Dalam pemilihan sepatu harus sesuai dengan maksud kegiatan. Pilihlah sepatu yang sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki, kuat untuk pemakaian yang berat,serta melindungi telapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi dan ujung jari kaki). Dalam pendakian untuk menghindari tergelincir kita harus memilih sepatu yang bentuk sol bawahnya dapat menggigit kesegala arah dan cukup kaku. Selain itu semua,kita juga harus memperhatikan udara yang ada di kaki, sehingga pilihlah sepatu yang memiliki ventilasi yang bersekat halus, sehingga udara dapat lewat untuk jalan pernapaan kulitdan telpak kaki.
    2. Topi lapangan
    ciri dari topi lapangan yaitu melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri, melindungi kepala dari curahan hujan terutama bagian belakang, dan yang tentunya kuat dan tidak mudah robek
    3. Kaos kaki
    Selain harus dapat menyerap keringat, kaos kaki juga berfungsi untuk melindungi kaki dari pergesekan langsung dengan sepatu dan juga menjaga kaki agar tetap hangat pada daerah dingin.
    4. Celana Jalan
    Pilihlah celana jalan yang kuat, lembut, ringan dan praktis serta tidak mengganggu pergerakan kaki.  Disarankan memilih yang terbuat dari bahan katun yang mempunyai karakteristik tidak tebal, tahan duri dan mudah kering. Contoh : PDL tentara
    5. Baju Jalan
    Ciri-ciri baju jalan yang baik yaitu yang dapat melindungi tubuh dari sikon sekitar, kuat tapi ringan, dan tentunya tidak memngganggu pergerakan serta terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat.
    6. Sarung Tangan
    Sarung tangn digunakan untuk melindungi tangan dari duri sewaktu menyibak semak (cidera akibar daun-daun berbahaya) serta melindungi dari binatang berbisa.
    7. Peralatan Navigasi
    Kompas prisma dan silva, peta topografi, protaktor, alat tulis dll.
    8. Alat Peneranagan
    Bisa berupa lampu badai, senter, lilin dll.
    9. Survival Kit
    Berupa pisau lapangan/belati, parang/golok, peluit, benang, jarum kasur dll.
    10. Jaket
    Hal terpenting dalam pemilihan jaket yaitu yang memberikan perlindungan dari udara dingin dan pilihlah yang terbenbuat dari bahan waterproof.
    11. Ikat Pinggang
    Pilihlaah ikat pinggang dari bahan yang kuat dengan kepala tidak terlalu besar.
    12. Ransel/ Carrier
    Pilihlah ransel yang ringan, terbuat dari bahan waterproof sehingga tidaak menambah berat serta melindungi isinya selain itu pilihlah ransel yang kuat (tidak mudah robek) mampu membawa beban dengan aman dan tentunya nyaman dipakai.
    B Perlengkapan Tidur
    a. Satu set pakaian tidur
    b. Kaos kaki khusus untuk tidur
    c. Sleeping bag / sarung bag.
    d. Matras / ponco
    e. Tenda / plastik untuk bivak
    C Perlengkapan Masak dan Makan
    a. Alat masak lapangan / misting
    b. Alat bantu makan (piring, gelas, sendok,dll)
    c. Alat pembuat api (minyak tanah, spiritus, parafin dll)
    d. Tempat air

    Posted at  15.47  |  in    |  Read More»

    Pengenalan Perlengkapan Dasar Naik Gunung

    A Perlengkapan untuk pergerakan

    1. Sepatu
    Dalam pemilihan sepatu harus sesuai dengan maksud kegiatan. Pilihlah sepatu yang sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki, kuat untuk pemakaian yang berat,serta melindungi telapak kaki sampai mata kaki (melindungi sendi dan ujung jari kaki). Dalam pendakian untuk menghindari tergelincir kita harus memilih sepatu yang bentuk sol bawahnya dapat menggigit kesegala arah dan cukup kaku. Selain itu semua,kita juga harus memperhatikan udara yang ada di kaki, sehingga pilihlah sepatu yang memiliki ventilasi yang bersekat halus, sehingga udara dapat lewat untuk jalan pernapaan kulitdan telpak kaki.
    2. Topi lapangan
    ciri dari topi lapangan yaitu melindungi kepala dari kemungkinan cedera akibat duri, melindungi kepala dari curahan hujan terutama bagian belakang, dan yang tentunya kuat dan tidak mudah robek
    3. Kaos kaki
    Selain harus dapat menyerap keringat, kaos kaki juga berfungsi untuk melindungi kaki dari pergesekan langsung dengan sepatu dan juga menjaga kaki agar tetap hangat pada daerah dingin.
    4. Celana Jalan
    Pilihlah celana jalan yang kuat, lembut, ringan dan praktis serta tidak mengganggu pergerakan kaki.  Disarankan memilih yang terbuat dari bahan katun yang mempunyai karakteristik tidak tebal, tahan duri dan mudah kering. Contoh : PDL tentara
    5. Baju Jalan
    Ciri-ciri baju jalan yang baik yaitu yang dapat melindungi tubuh dari sikon sekitar, kuat tapi ringan, dan tentunya tidak memngganggu pergerakan serta terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat.
    6. Sarung Tangan
    Sarung tangn digunakan untuk melindungi tangan dari duri sewaktu menyibak semak (cidera akibar daun-daun berbahaya) serta melindungi dari binatang berbisa.
    7. Peralatan Navigasi
    Kompas prisma dan silva, peta topografi, protaktor, alat tulis dll.
    8. Alat Peneranagan
    Bisa berupa lampu badai, senter, lilin dll.
    9. Survival Kit
    Berupa pisau lapangan/belati, parang/golok, peluit, benang, jarum kasur dll.
    10. Jaket
    Hal terpenting dalam pemilihan jaket yaitu yang memberikan perlindungan dari udara dingin dan pilihlah yang terbenbuat dari bahan waterproof.
    11. Ikat Pinggang
    Pilihlaah ikat pinggang dari bahan yang kuat dengan kepala tidak terlalu besar.
    12. Ransel/ Carrier
    Pilihlah ransel yang ringan, terbuat dari bahan waterproof sehingga tidaak menambah berat serta melindungi isinya selain itu pilihlah ransel yang kuat (tidak mudah robek) mampu membawa beban dengan aman dan tentunya nyaman dipakai.
    B Perlengkapan Tidur
    a. Satu set pakaian tidur
    b. Kaos kaki khusus untuk tidur
    c. Sleeping bag / sarung bag.
    d. Matras / ponco
    e. Tenda / plastik untuk bivak
    C Perlengkapan Masak dan Makan
    a. Alat masak lapangan / misting
    b. Alat bantu makan (piring, gelas, sendok,dll)
    c. Alat pembuat api (minyak tanah, spiritus, parafin dll)
    d. Tempat air

    Senin, 17 Juli 2017




    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti dari kata ekspedisi adalah pengiriman surat, barang, dan sebagainya; perusahaan pengangkutan barang; salinan yang sama bunyinya ( tentang vonis atau akta ); perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah  yang kurang dikenal; pengiriman tentara untuk memerangi ( menyerang, menaklukkan ) musuh di suatu daerah yang jauh letaknya.

    Paresmapa sebagai sebuah organisasi kepencita alaman juga melakukan kegiatan ekspedisi yang biasanya dilakukan dengan melakukan perjalanan ke daerah - daerah yang kurang dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Seperti misalnya tahun 2016 lalu, ekspedisi dilakukan di Gunung Tremulus dengan meneliti tentang situs watu payon. Sementara itu tahun 2017 ini ekspedisi dilaksanakan di Semerak, Desa Tempur, Kabupaten Jepara.

    Meskipun ada sedikit kendala, namun ekspedisi semerak berhasil dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 11 Juli 2017 dengan diikuti sebanyak 16 orang yang terdiri dari Paresmapa angkatan 28, angkatan 29, dan beberapa alumni pendamping.

    Dari angkatan 28 ada 7 orang yaitu Krisna Gotami, Putri Nimas, Margaretha Adinda, Marisza Salsabilla, Dhimas Hafid, Fahmi Nur Fajrianto, dan Iqbal Mahendra. Sementara itu dari angkatan 29 ada 4 orang yang ikut diantaranya Anggakara Purwanung, Averush F.A, Dika Puspito, dan Galuh Wulandari. Sedangkan alumni yang mendampingi ada Mas Yandi, Mas Supri ( XIX ); Mas Jamal ( XXI); Om Jojok (XIII); Om DJ ( temannya Om Jojok).

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada sedikit kendala dalam kegiatan ekspedisi kali ini yaitu izin dari orang tua. Karena lokasi ekspedisi yang cukup jauh dan harus mengendarai kendaraan pribadi, beberapa anak baik angkatan 28 maupun angkatan 29 tidak diizinkan orang tua. Oleh karena itu, demi kebaikan bagi  bersama, mereka yang tidak mendapatkan izin orang tua tidak mengikuti ekspedisi di Semerak.
    Sekitar pukul 07.30 WIB kami berangkat dari Pati menuju desa Tempur. Dengan menempuh perjalanan selama 2 jam, para peserta akhirnya tiba di desa Tempur tepatnya di dukuh Kemiren. Sampai di Kemiren kami menitipkan kendaraan di rumah pak Rw, bapak Purnomo. Ketika masih beristirahat di rumahnya, pak Purnomo bercerita tentang petilasan Paulus di daerah Tremulus. Petilasan Paulus di Tremulus adalah tempat Paulus bersembunyi dari kejaran tentara Belanda. Paulus sendiri dulunya adalah seorang tentara Indonesia yang hidup pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Seperti yang dikatakan pak Purnomo, Paulus aslinya orang Kudus, namun pada masa itu ia dikejar-kejar oleh tentara Belanda. Paulus kemudian tinggal / menumpang di rumah bapak Sanawi, Kamituo Desa Tempur pada masa itu. Karena di rumah bapak Sanawi masih kurang aman, akhirnya Paulus disembunyikan di ladang ( disekitar daerah Tremulus ). Di tempat tersebut udaranya sangat dingin, sehingga Paulus pindah ke pematang ladang tidak  jauh dari tempat sebelumnya yang udaranya tidak terlalu dingin. Di sana Paulus membangun tempat tinggal dari tumpukan batu-batuan yang disusun membentuk sebuah kotak. Setelah keadaan aman ( merdeka ), Paulus kembali ke tempat asalnya, Kudus. Pak Purnomo mengatakan tidak mengetahui tahun berapa tepatnya saat Paulus datang ke desa tempur dan mulai tinggal di Tremulus karena ia merupakan orang yang lahir belakangan, sementara itu orang – orang tua zaman dulu juga tidak mengtahui tentang waktu tepatnya. Sedangkan berdasarkan cerita dari pak Purnomo, Paulus diperkirakan meninggalkan Tremulus pada masa awal kemerdekaan.


    Pukul 1 siang kami berangkat menuju semerak dengan beberapa petunjuk dari pak Purnomo. Di sepanjang perjalanan kami menemui banyak sekali kebun kopi. Medan yang kami lalui tidak terlalu terjal, tapi sangat menanjak. Kami juga sempat melewati jalur yang salah namun kami kembali ke jalur yang benar sebelum berjalan cukup jauh. Sekitar pukul 4 sore, kami sampai di tempat camp dan melaksanakan ishoma, ada beberapa juga yang melakukan navigasi darat.


    Pada pagi harinya, kami melakukan perjalanan menuju puncak Semerak karena tempat yang kami gunakan untuk camping belum puncaknya, namun sebelumnya kami mendapatkan pengarahan dan nasehat dari Om Jojok.  Dalam perjalanan menuju puncak, kami dibagi menjadi dua kelompok untuk mencari dua jalur yang berbeda sambil melakukan navigasi darat. Sebelum sampai di puncak, dua kelompok sudah bertemu dan akhirnya melakukan perjalanan bersama. Medan yang kami lewati sangat terjal, penuh dengan pepohonan dan akar-akaran yang sangat rimbun. Jalur yang menajak hampir tegak dan tanah – tanah basah yang mudah runtuh manghambat perjalanan kami. Kami harus membuka jalur sendiri yang karena tidak ada jalur yang sepertinya pernah dilewati manusia sebelumnya.

    Seperti yang dikatakan pak RW bahwa kami adalah yang pertama kali melakukan perjalanan menuju puncak Semerak. Karena jalur yang terlalu sulit untuk dilalui, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan demi keselamatan semuanya dan turun kembali ke tempat camp sekitar pukul 12 siang. Sampai di tempat camp kami melakukan ishoma yang dilanjutkan dengan packing. Kami turun kembali ke desa sekitar pukul setengah 2 siang dan sampai di rumah pak Purnomo pukul setengah 4 sore. Beristirahat sebentar di rumah pak Purnomo kami mengeluarkan kendaraan satu per satu sambil minum kopi yang disuguhkan oleh bu Purnomo. Sekitar Pukul 4 sore kami berpamitan dengan pak Purnomo dan melanjutkan perjalanan menuju ke rumah masing – masing dengan selamat.




    Begitulah perjalanan kami menuju Semerak. Meskipun tidak berhasil mencapai puncak Semerak, namun banyak hal yang dapat kami pelajari dari kegiatan ekspedisi tersebut. Salah satunya adalah disiplin waktu, waktu menjadi hal yang sangat berharga karena kita tidak dapat mengulang lagi waktu yang sudah terlewat. Selain itu, kita juga harus pandai – pandai memanajemen makanan dan air sehingga tidak ada makanan maupun air yang terbuang sia – sia.

    Penulis : Krisna Gotami (Paresmapa XXVIII)

    EKSPEDISI PUNCAK SEMERAK 10-11 Juli 2017

    Posted at  07.20  |  in  semerak  |  Read More»




    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti dari kata ekspedisi adalah pengiriman surat, barang, dan sebagainya; perusahaan pengangkutan barang; salinan yang sama bunyinya ( tentang vonis atau akta ); perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah  yang kurang dikenal; pengiriman tentara untuk memerangi ( menyerang, menaklukkan ) musuh di suatu daerah yang jauh letaknya.

    Paresmapa sebagai sebuah organisasi kepencita alaman juga melakukan kegiatan ekspedisi yang biasanya dilakukan dengan melakukan perjalanan ke daerah - daerah yang kurang dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Seperti misalnya tahun 2016 lalu, ekspedisi dilakukan di Gunung Tremulus dengan meneliti tentang situs watu payon. Sementara itu tahun 2017 ini ekspedisi dilaksanakan di Semerak, Desa Tempur, Kabupaten Jepara.

    Meskipun ada sedikit kendala, namun ekspedisi semerak berhasil dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 11 Juli 2017 dengan diikuti sebanyak 16 orang yang terdiri dari Paresmapa angkatan 28, angkatan 29, dan beberapa alumni pendamping.

    Dari angkatan 28 ada 7 orang yaitu Krisna Gotami, Putri Nimas, Margaretha Adinda, Marisza Salsabilla, Dhimas Hafid, Fahmi Nur Fajrianto, dan Iqbal Mahendra. Sementara itu dari angkatan 29 ada 4 orang yang ikut diantaranya Anggakara Purwanung, Averush F.A, Dika Puspito, dan Galuh Wulandari. Sedangkan alumni yang mendampingi ada Mas Yandi, Mas Supri ( XIX ); Mas Jamal ( XXI); Om Jojok (XIII); Om DJ ( temannya Om Jojok).

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada sedikit kendala dalam kegiatan ekspedisi kali ini yaitu izin dari orang tua. Karena lokasi ekspedisi yang cukup jauh dan harus mengendarai kendaraan pribadi, beberapa anak baik angkatan 28 maupun angkatan 29 tidak diizinkan orang tua. Oleh karena itu, demi kebaikan bagi  bersama, mereka yang tidak mendapatkan izin orang tua tidak mengikuti ekspedisi di Semerak.
    Sekitar pukul 07.30 WIB kami berangkat dari Pati menuju desa Tempur. Dengan menempuh perjalanan selama 2 jam, para peserta akhirnya tiba di desa Tempur tepatnya di dukuh Kemiren. Sampai di Kemiren kami menitipkan kendaraan di rumah pak Rw, bapak Purnomo. Ketika masih beristirahat di rumahnya, pak Purnomo bercerita tentang petilasan Paulus di daerah Tremulus. Petilasan Paulus di Tremulus adalah tempat Paulus bersembunyi dari kejaran tentara Belanda. Paulus sendiri dulunya adalah seorang tentara Indonesia yang hidup pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Seperti yang dikatakan pak Purnomo, Paulus aslinya orang Kudus, namun pada masa itu ia dikejar-kejar oleh tentara Belanda. Paulus kemudian tinggal / menumpang di rumah bapak Sanawi, Kamituo Desa Tempur pada masa itu. Karena di rumah bapak Sanawi masih kurang aman, akhirnya Paulus disembunyikan di ladang ( disekitar daerah Tremulus ). Di tempat tersebut udaranya sangat dingin, sehingga Paulus pindah ke pematang ladang tidak  jauh dari tempat sebelumnya yang udaranya tidak terlalu dingin. Di sana Paulus membangun tempat tinggal dari tumpukan batu-batuan yang disusun membentuk sebuah kotak. Setelah keadaan aman ( merdeka ), Paulus kembali ke tempat asalnya, Kudus. Pak Purnomo mengatakan tidak mengetahui tahun berapa tepatnya saat Paulus datang ke desa tempur dan mulai tinggal di Tremulus karena ia merupakan orang yang lahir belakangan, sementara itu orang – orang tua zaman dulu juga tidak mengtahui tentang waktu tepatnya. Sedangkan berdasarkan cerita dari pak Purnomo, Paulus diperkirakan meninggalkan Tremulus pada masa awal kemerdekaan.


    Pukul 1 siang kami berangkat menuju semerak dengan beberapa petunjuk dari pak Purnomo. Di sepanjang perjalanan kami menemui banyak sekali kebun kopi. Medan yang kami lalui tidak terlalu terjal, tapi sangat menanjak. Kami juga sempat melewati jalur yang salah namun kami kembali ke jalur yang benar sebelum berjalan cukup jauh. Sekitar pukul 4 sore, kami sampai di tempat camp dan melaksanakan ishoma, ada beberapa juga yang melakukan navigasi darat.


    Pada pagi harinya, kami melakukan perjalanan menuju puncak Semerak karena tempat yang kami gunakan untuk camping belum puncaknya, namun sebelumnya kami mendapatkan pengarahan dan nasehat dari Om Jojok.  Dalam perjalanan menuju puncak, kami dibagi menjadi dua kelompok untuk mencari dua jalur yang berbeda sambil melakukan navigasi darat. Sebelum sampai di puncak, dua kelompok sudah bertemu dan akhirnya melakukan perjalanan bersama. Medan yang kami lewati sangat terjal, penuh dengan pepohonan dan akar-akaran yang sangat rimbun. Jalur yang menajak hampir tegak dan tanah – tanah basah yang mudah runtuh manghambat perjalanan kami. Kami harus membuka jalur sendiri yang karena tidak ada jalur yang sepertinya pernah dilewati manusia sebelumnya.

    Seperti yang dikatakan pak RW bahwa kami adalah yang pertama kali melakukan perjalanan menuju puncak Semerak. Karena jalur yang terlalu sulit untuk dilalui, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan demi keselamatan semuanya dan turun kembali ke tempat camp sekitar pukul 12 siang. Sampai di tempat camp kami melakukan ishoma yang dilanjutkan dengan packing. Kami turun kembali ke desa sekitar pukul setengah 2 siang dan sampai di rumah pak Purnomo pukul setengah 4 sore. Beristirahat sebentar di rumah pak Purnomo kami mengeluarkan kendaraan satu per satu sambil minum kopi yang disuguhkan oleh bu Purnomo. Sekitar Pukul 4 sore kami berpamitan dengan pak Purnomo dan melanjutkan perjalanan menuju ke rumah masing – masing dengan selamat.




    Begitulah perjalanan kami menuju Semerak. Meskipun tidak berhasil mencapai puncak Semerak, namun banyak hal yang dapat kami pelajari dari kegiatan ekspedisi tersebut. Salah satunya adalah disiplin waktu, waktu menjadi hal yang sangat berharga karena kita tidak dapat mengulang lagi waktu yang sudah terlewat. Selain itu, kita juga harus pandai – pandai memanajemen makanan dan air sehingga tidak ada makanan maupun air yang terbuang sia – sia.

    Penulis : Krisna Gotami (Paresmapa XXVIII)

    Senin, 10 Juli 2017



    Membuat api untuk berbagai keperluan seperti memasak makanan, menghangatkan badan, ataupun mengusir hewan liar adalah salah satu kebutuhan penting untuk dapat bertahan hidup di alam bebas. Dengan prioritas seperti itu, tak heran korek api (baik itu korek kayu atau gas) sebagai alat utama untuk membuat api menjadi salah satu barang paling penting bagi para petualang.

    Nah bagaimana jika satu waktu kita dipaksa berhadapan dengan kondisi tanpa korek api saat sedang bertualang di alam bebas? Penyebabnya bisa karena lupa membawa korek, jatuh atau hilang di perjalanan, tak berfungsi karena basah, atau dalam situasi paling ekstrim kita kehabisan korek karena terjebak dalam dalam keadaan survival untuk waktu yang cukup lama.

    1. Membuat api dengan memutar batang kayu dengan tangan (Hand Drill Method).

    Langkah pertama, buat cerukan kecil pada papan kayu sebagai tempat ujung batang kayu yang akan anda gesekkan. Letakkan batang kayu tepat dicerukan tersebut. Simpan beberapa serpihan kayu kecil, daun, atau rumput kering di sekitar cerukan. Berikutnya, putar-putar batang kayu dengan tangan anda hingga untuk menghasilkan gesekan.

    Setelah bara api mulai muncul di sekitar daerah gesekan antara batang dan papan kayu, tambahkan lagi beberapa serpihan kayu yang mudah terbakar, kemudian tiup bara tersebut hingga api benar-benar menyala.

    Setelah itu, tambahkan beberapa batang kayu kecil agar api mulai membesar. Setelah nyala api stabil, silahkan tambahkan potongan kayu yang lebih besar.

    2. Membuat api dengan menggunakan cermin atau kaca pembesar.

    Reflektor pada lampu senter atau botol bening yang diisi air bisa digunakan sebagai alat pendukung metode ini. Selanjutnya anda hanya perlu memfokuskan pantulan sinar matahari pada bahan yang mudah terbakar. Membuat api dengan metode ini butuh waktu dan kesabaran.

    3. Membuat api dengan baterai dan steel wool.

    Apa itu steel wool? Kurang lebihnya, steel wool adalah sebuah untaian besi yang dililit dengan rapi hingga menghasilkan untaian serabut besi.

    Anda yang suka dengan fotografi mungkin sudah tak asing dengan benda satu ini. Ya, di dunia fotografi ada sebuah teknik bernama steel wool photography yang menggunakan benda ini sebagai penghasil percikan api untuk di-capture oleh kamera. Karena kerap digunakan untuk kebutuhan fotografi, steel wool banyak dijual di toko-toko kamera, atau hardware.

    Untuk membuat api dengan metode ini, bahan lain yang anda butuhkan adalah baterai. Caranya cukup mudah, anda tinggal menggesekkan steel wool pada bagian terminal baterai hingga memunculkan bara api. Api yang muncul harus segera didekatkan dengan bahan yang mudah terbakar sebagai sumbu api, sebelum seluruh steel wool habis terbakar.

    Membuat api dengan metode ini butuh peralatan modern seperti baterai dan steel wool, namun sangat efektif dan mudah dilakukan.


    Penulis : Maulana S. (Paresmapa XXVIII)

    Membuat Api dalam Survival

    Posted at  22.29  |  in  pecinta alam  |  Read More»



    Membuat api untuk berbagai keperluan seperti memasak makanan, menghangatkan badan, ataupun mengusir hewan liar adalah salah satu kebutuhan penting untuk dapat bertahan hidup di alam bebas. Dengan prioritas seperti itu, tak heran korek api (baik itu korek kayu atau gas) sebagai alat utama untuk membuat api menjadi salah satu barang paling penting bagi para petualang.

    Nah bagaimana jika satu waktu kita dipaksa berhadapan dengan kondisi tanpa korek api saat sedang bertualang di alam bebas? Penyebabnya bisa karena lupa membawa korek, jatuh atau hilang di perjalanan, tak berfungsi karena basah, atau dalam situasi paling ekstrim kita kehabisan korek karena terjebak dalam dalam keadaan survival untuk waktu yang cukup lama.

    1. Membuat api dengan memutar batang kayu dengan tangan (Hand Drill Method).

    Langkah pertama, buat cerukan kecil pada papan kayu sebagai tempat ujung batang kayu yang akan anda gesekkan. Letakkan batang kayu tepat dicerukan tersebut. Simpan beberapa serpihan kayu kecil, daun, atau rumput kering di sekitar cerukan. Berikutnya, putar-putar batang kayu dengan tangan anda hingga untuk menghasilkan gesekan.

    Setelah bara api mulai muncul di sekitar daerah gesekan antara batang dan papan kayu, tambahkan lagi beberapa serpihan kayu yang mudah terbakar, kemudian tiup bara tersebut hingga api benar-benar menyala.

    Setelah itu, tambahkan beberapa batang kayu kecil agar api mulai membesar. Setelah nyala api stabil, silahkan tambahkan potongan kayu yang lebih besar.

    2. Membuat api dengan menggunakan cermin atau kaca pembesar.

    Reflektor pada lampu senter atau botol bening yang diisi air bisa digunakan sebagai alat pendukung metode ini. Selanjutnya anda hanya perlu memfokuskan pantulan sinar matahari pada bahan yang mudah terbakar. Membuat api dengan metode ini butuh waktu dan kesabaran.

    3. Membuat api dengan baterai dan steel wool.

    Apa itu steel wool? Kurang lebihnya, steel wool adalah sebuah untaian besi yang dililit dengan rapi hingga menghasilkan untaian serabut besi.

    Anda yang suka dengan fotografi mungkin sudah tak asing dengan benda satu ini. Ya, di dunia fotografi ada sebuah teknik bernama steel wool photography yang menggunakan benda ini sebagai penghasil percikan api untuk di-capture oleh kamera. Karena kerap digunakan untuk kebutuhan fotografi, steel wool banyak dijual di toko-toko kamera, atau hardware.

    Untuk membuat api dengan metode ini, bahan lain yang anda butuhkan adalah baterai. Caranya cukup mudah, anda tinggal menggesekkan steel wool pada bagian terminal baterai hingga memunculkan bara api. Api yang muncul harus segera didekatkan dengan bahan yang mudah terbakar sebagai sumbu api, sebelum seluruh steel wool habis terbakar.

    Membuat api dengan metode ini butuh peralatan modern seperti baterai dan steel wool, namun sangat efektif dan mudah dilakukan.


    Penulis : Maulana S. (Paresmapa XXVIII)

    Senin, 03 Juli 2017




    Waktu liburan seperti saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan untuk pergi mengunjungi tempat wisata bersama keluarga atau teman dekat. Banyak sekali pilihan tempat wisata untuk dikunjungi. Ada yang suka berwisata di taman hiburan, namun tak sedikit pula yang lebih memilih untuk berwisata alam. Sebagian besar memilih berwisata alam karena lebih menyenangkan, mereka bisa hanya duduk bersantai di pantai atau memilih wisata yang lebih menantang seperti mendaki gunung.


    Berbicara tentang kegiatan yang cukup ekstrim seperti mendaki gunung, pastinya tak bisa lepas dari bahaya yang kapan saja bisa menyerang. Mengingat kawasan hutan di Indonesia merupakan kawasan huutan hujan tropis, yang kondisi lingkungannya cenderung lembab, banyak sekali ditemukan pacet/lintah. Binatang parasit penghisap darah yang bentuknya mirip cacing ini tidak boleh kita abaikan keberadaannya.


    Binatang berwarna kecoklatan ini sering ditemui pada ujung-ujung daun, batang pohon, jalur pendakian, atau tempat lain yang notabenenya lembab. Ukuran tubuh yang kecil menyebabkannya susah dilihat, jadi terkadang kita tidak sadar jika digigit oleh pacet.


    Ketika menyedot darah, pacet mengeluarkan zat yang menyebabkan darah sukar membeku. Pacet terus meminum darah kita dan baru berhenti saat kenyang. Dari yang semula ukurannya hanya sebatang korek api jadi tambah besar.


    Sebenarnya akibat yang ditimbulkan oleh gigitan pacet tidak bahaya, hanya saja menimbulkan rasa gatal yang apabila digaruk takutnya akan menimbulkan infeksi.


    Ada beberapa tindakan tepat yang bisa dilakukan jika kamu terlanjur tergigit oleh hewan kecil ini :

    1. Jangan ditarik

    Jika tubuh terlanjur digigit dan dihisap oleh pacet jangan gegabah untuk langsung menariknya, hal itu tak ada gunanya dan malah memperparah pendarahan.

    2. Tembakau

    Cara ini dinilai cukup ampuh untuk melepaskan gigitan pacet dari tubuh kita. Cukup dengan mencampur tembakau dengan air, lalu airnya disiramkan ke tempat pacet menggigit, maka pacet akan melepaskan diri sendiri.
    3. Air Garam

    Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menyiramkan air garam. Usahakan di bagian mulutnya, ia akan segera melepaskan diri saat merasakan asin dari garam.

    4. Minyak Tanah

    Oleskan minyak tanah pada bagian tubuh yang tergigit, maka pacet akan melepaskan diri dengan sendirinya.

    5. Minyak Kayu Putih

    Seperti pengaplikasian minyak tanah, kita cukup mengoleskan minyak kayu putih ke sekitar gigitan, dan gigitannya akan lepas.

    6. Api

    Panas yang berasal dari api cukup ampuh untuk melepaskan gigitan pacet dengan aman. Cukup sulutkan api ke tubuh pacet, pacet yang kaget karena panas akan otomatis melepas gigitannya.


    Itulah beberapa tindakan tepat yang bisa kita lakukan untuk mengatasi serangan pacet. Semoga bermanfaat.



    Penulis : Irnade Salva (Paresmapa XXVIII)


    Sumber :
    1) http://www.wisatagunung.com/blog/tips-mengatasi-serangan-binatang-pacet/
    2) http://www.tiportips.com/2013/05/Tips-Cara-Mengatasi-Serangan-Pacet-Pengganggu.html
    3) http://www.fa-thoni.net/2013/11/menghindari-mengusir-dan-menghindari.html

    Meski Kecil, Jangan Pernah Abaikan Keberadaan Hewan Ini!

    Posted at  19.27  |  in  pecinta alam  |  Read More»




    Waktu liburan seperti saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan untuk pergi mengunjungi tempat wisata bersama keluarga atau teman dekat. Banyak sekali pilihan tempat wisata untuk dikunjungi. Ada yang suka berwisata di taman hiburan, namun tak sedikit pula yang lebih memilih untuk berwisata alam. Sebagian besar memilih berwisata alam karena lebih menyenangkan, mereka bisa hanya duduk bersantai di pantai atau memilih wisata yang lebih menantang seperti mendaki gunung.


    Berbicara tentang kegiatan yang cukup ekstrim seperti mendaki gunung, pastinya tak bisa lepas dari bahaya yang kapan saja bisa menyerang. Mengingat kawasan hutan di Indonesia merupakan kawasan huutan hujan tropis, yang kondisi lingkungannya cenderung lembab, banyak sekali ditemukan pacet/lintah. Binatang parasit penghisap darah yang bentuknya mirip cacing ini tidak boleh kita abaikan keberadaannya.


    Binatang berwarna kecoklatan ini sering ditemui pada ujung-ujung daun, batang pohon, jalur pendakian, atau tempat lain yang notabenenya lembab. Ukuran tubuh yang kecil menyebabkannya susah dilihat, jadi terkadang kita tidak sadar jika digigit oleh pacet.


    Ketika menyedot darah, pacet mengeluarkan zat yang menyebabkan darah sukar membeku. Pacet terus meminum darah kita dan baru berhenti saat kenyang. Dari yang semula ukurannya hanya sebatang korek api jadi tambah besar.


    Sebenarnya akibat yang ditimbulkan oleh gigitan pacet tidak bahaya, hanya saja menimbulkan rasa gatal yang apabila digaruk takutnya akan menimbulkan infeksi.


    Ada beberapa tindakan tepat yang bisa dilakukan jika kamu terlanjur tergigit oleh hewan kecil ini :

    1. Jangan ditarik

    Jika tubuh terlanjur digigit dan dihisap oleh pacet jangan gegabah untuk langsung menariknya, hal itu tak ada gunanya dan malah memperparah pendarahan.

    2. Tembakau

    Cara ini dinilai cukup ampuh untuk melepaskan gigitan pacet dari tubuh kita. Cukup dengan mencampur tembakau dengan air, lalu airnya disiramkan ke tempat pacet menggigit, maka pacet akan melepaskan diri sendiri.
    3. Air Garam

    Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menyiramkan air garam. Usahakan di bagian mulutnya, ia akan segera melepaskan diri saat merasakan asin dari garam.

    4. Minyak Tanah

    Oleskan minyak tanah pada bagian tubuh yang tergigit, maka pacet akan melepaskan diri dengan sendirinya.

    5. Minyak Kayu Putih

    Seperti pengaplikasian minyak tanah, kita cukup mengoleskan minyak kayu putih ke sekitar gigitan, dan gigitannya akan lepas.

    6. Api

    Panas yang berasal dari api cukup ampuh untuk melepaskan gigitan pacet dengan aman. Cukup sulutkan api ke tubuh pacet, pacet yang kaget karena panas akan otomatis melepas gigitannya.


    Itulah beberapa tindakan tepat yang bisa kita lakukan untuk mengatasi serangan pacet. Semoga bermanfaat.



    Penulis : Irnade Salva (Paresmapa XXVIII)


    Sumber :
    1) http://www.wisatagunung.com/blog/tips-mengatasi-serangan-binatang-pacet/
    2) http://www.tiportips.com/2013/05/Tips-Cara-Mengatasi-Serangan-Pacet-Pengganggu.html
    3) http://www.fa-thoni.net/2013/11/menghindari-mengusir-dan-menghindari.html

    Senin, 26 Juni 2017





    Baru- baru ini  banyak orang naik gunung hanya sekedar untuk melepaskan stress atau sedang ingin menikmati alam. Hal ini membuat para pemula juga ingin naik gunung dengan nyaman.


    Hal penting yang wajib dilihat adalah kenyamanan kaki sendiri, karena kaki sangat  penting untuk naik gunung. Kalau anda salah memakai sepatu saat mendaki, hal ini akan meningkatkan resiko cedera pada kaki. Oleh karena itu, berikut  tips memilih sepatu gunung bagi pendaki pemula.

    1. Perhatikan Nyaman Atau Tidaknya Sepatu Gunung

    Agar pendakian anda terhindar dari cidera, anda perlu melihat kenyamanan dan kualitas dari sepatu gunung tersebut
    Sepatu gunung yang baik terbuat dari  bahan kulit sintesis, karena mempunyai daya tahan yang lama. Pilih sepatu  yang bahannya anti air,  supaya sepatu anda tak mudah basah kalau terkena air. Pilih sepatu dengan sol yang lebih tinggi supaya memberikan kenyamanan pendakian anda.

    2. Perhatikan Jenis Sepatu Gunung

    Sepatu gunung itu ada yang berdesain pendek  dan yang berdesain panjang .Untuk yang akan mendaki gunung dengan medan yang tidak terjal dan cukup mudah, anda bisa memakai sepatu gunung dengan desain pendek.
    Tidak sama seperti sepatu gunung yang berdesain pendek, sepatu gunung berdesain panjang dipakai untuk pendakian yang membutuhkan waktu yang lama dan medan yang berat.


    3. Pakai Sepatu Yang Lebih Besar Dari Ukuran Normal Anda

    Jika anda  akan naik gunung untuk pertama kalinya, anda harus memakai sepatu yang lebih besar. JIka anda memakai sepatu dengan ukuran 40, sebaiknya anda memilih sepatu gunung ukuran 41 ketika ingin mendaki gunung.

    Alasannya ,karena hal ini  memiliki tujuan untuk mencegah luka di kaki dan memberi kesempatan untuk memakai kaos kaki  lebih dari 1 pasang, supaya kaki hangat dan tidak licin.

    4. Pakailah Sepatu Gunung Yang  Memiliki Sirkulasi Udara

    Sepatu wajib mempunyai sirkulasi udara yang bagus, hal ini bertujuan supaya kaki kamu tetap terasa nyaman dan tidak berkeringat.

    Keringat kaki anda yang pasti keluar saat pendakian bisa mudah keluar dari sepatu dan akan berganti dengan udara yang baru, Jadi kaki anda terhindar dari  jamur dan bakteri.yang akan membuat kaki anda terasa bau.

    5. Pakailah Kaos Kaki Berbahan  Kain Wol

    Fungsi kaos kaki memang penting untuk pendaki. Selain menghindari suhu dingin, kaos kaki juga menyerap keringat dari kaki dan mencegah resiko lecet.

    Pakailah kaos kaki berbahan wol yang tebal, karena wol memiliki sirkulasi udara yang lebih baik dan nyaman saat pendakian. Pakai kaos kaki saat mendaki gunung agar kaki anda tidak lecet dan tetap hangat.

    Sumber: blog.lazada.co.id

    Penulis : Rayhan Bagus P.(Paresmapa XXVIII)



    TIPS BERSEPATU UNTUK PENDAKIAN

    Posted at  20.27  |  in  Tips  |  Read More»





    Baru- baru ini  banyak orang naik gunung hanya sekedar untuk melepaskan stress atau sedang ingin menikmati alam. Hal ini membuat para pemula juga ingin naik gunung dengan nyaman.


    Hal penting yang wajib dilihat adalah kenyamanan kaki sendiri, karena kaki sangat  penting untuk naik gunung. Kalau anda salah memakai sepatu saat mendaki, hal ini akan meningkatkan resiko cedera pada kaki. Oleh karena itu, berikut  tips memilih sepatu gunung bagi pendaki pemula.

    1. Perhatikan Nyaman Atau Tidaknya Sepatu Gunung

    Agar pendakian anda terhindar dari cidera, anda perlu melihat kenyamanan dan kualitas dari sepatu gunung tersebut
    Sepatu gunung yang baik terbuat dari  bahan kulit sintesis, karena mempunyai daya tahan yang lama. Pilih sepatu  yang bahannya anti air,  supaya sepatu anda tak mudah basah kalau terkena air. Pilih sepatu dengan sol yang lebih tinggi supaya memberikan kenyamanan pendakian anda.

    2. Perhatikan Jenis Sepatu Gunung

    Sepatu gunung itu ada yang berdesain pendek  dan yang berdesain panjang .Untuk yang akan mendaki gunung dengan medan yang tidak terjal dan cukup mudah, anda bisa memakai sepatu gunung dengan desain pendek.
    Tidak sama seperti sepatu gunung yang berdesain pendek, sepatu gunung berdesain panjang dipakai untuk pendakian yang membutuhkan waktu yang lama dan medan yang berat.


    3. Pakai Sepatu Yang Lebih Besar Dari Ukuran Normal Anda

    Jika anda  akan naik gunung untuk pertama kalinya, anda harus memakai sepatu yang lebih besar. JIka anda memakai sepatu dengan ukuran 40, sebaiknya anda memilih sepatu gunung ukuran 41 ketika ingin mendaki gunung.

    Alasannya ,karena hal ini  memiliki tujuan untuk mencegah luka di kaki dan memberi kesempatan untuk memakai kaos kaki  lebih dari 1 pasang, supaya kaki hangat dan tidak licin.

    4. Pakailah Sepatu Gunung Yang  Memiliki Sirkulasi Udara

    Sepatu wajib mempunyai sirkulasi udara yang bagus, hal ini bertujuan supaya kaki kamu tetap terasa nyaman dan tidak berkeringat.

    Keringat kaki anda yang pasti keluar saat pendakian bisa mudah keluar dari sepatu dan akan berganti dengan udara yang baru, Jadi kaki anda terhindar dari  jamur dan bakteri.yang akan membuat kaki anda terasa bau.

    5. Pakailah Kaos Kaki Berbahan  Kain Wol

    Fungsi kaos kaki memang penting untuk pendaki. Selain menghindari suhu dingin, kaos kaki juga menyerap keringat dari kaki dan mencegah resiko lecet.

    Pakailah kaos kaki berbahan wol yang tebal, karena wol memiliki sirkulasi udara yang lebih baik dan nyaman saat pendakian. Pakai kaos kaki saat mendaki gunung agar kaki anda tidak lecet dan tetap hangat.

    Sumber: blog.lazada.co.id

    Penulis : Rayhan Bagus P.(Paresmapa XXVIII)



    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top