• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Kamis, 07 Juni 2018


    Tanaman hias merupakan tanaman yang memiliki bentuk dan model yang cantik, tanaman hias itu sendiri memang sengaja untuk dibudidayakan atau ditanam karena memiliki daya tarik tersendiri dan bertujuan untuk menjadi hiasan pada suatu halaman rumah atau untuk ditanam pada taman agar terlihat indah. tanaman hias yang tanpa kita sadari mengandung racun yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
    Tanaman hias beracun adalah tanaman hias yang terlihat indah dan mempesona, namun tanaman tersebut mengandung zat dan cairan yang mengandung racun yang menyebabkan seseorang ataupun makhluk hidup bisa keracunan jika terkena cairan ataupun menghirup bunga tanaman tersebut. Yang jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian.



    Tanaman Kecubung


    Kandungan yang terdapat didalam bunga terompet atau bunga kecubung ini adalah atropine, hyoscyamine dan scopolamine yang diklasifikasikan sebagai zat penghilang kesadaran atau anticholinergics. Demikian tadi jenis tanaman hias beracun yang sebaiknya kita hindari dan kita jauhkan dari jangkauan anak anak. 







    Keladi Hias ( Caladium )
    Keladi hias atau nama lainnya caladium merupakan salah satu tanaman hias yang sudah sangat umum sekali tumbuh di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Sering sekali tanaman ini disalah artikan dengan tumbuhan talas yang daunnya sangat mirip.
    Namun ketika seseorang mengira bahwa tanaman ini sebagai umbi talas dan memakannya, akan merasakan rasa terbakar di tenggorokan, karena di dalam tanaman keladi hias ini terdapat zat yang berupa kalsium oksalat.






    Asparagus Pakis
    Tanaman ini termasuk tanaman beracun. Namun racun tersebut cukup berbahaya bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing di rumah Anda. Dan bagi.manusia lebih baik menghindarinya walaupun tidak terlalu berbahay bagi manusia.

    Daun dan buahnya menurut ASPAC, tanaman ini mengandung bahan kimia. Unsur dari racun yang ditimbulkan oleh tanaman asparagus pakis ini berupa sapagenin yang di dalamnya mengandung senyawa steroid.









    Biji Buah Apel
    Buah apel sering dianjurkan oleh orang umum dan ahli kesehatan. Buah ini memang sangat menyehatkan, namun kontras dengan bijinya.
    Bagian apel yang satu ini amat berbahaya, apalagi jika dikonsumsi dengan dosis cukup banyak.
    Sebab, biji apel diketahui memiliki kandungan zat bernama cyanogenic glycosides. Jadi sangat disarankan kalau kita hendak menyantapnya, maka kita mesti benar-benar membuang bijinya.

    Ternyata Tanaman ini Berbahaya

    Posted at  11.59  |  in    |  Read More»


    Tanaman hias merupakan tanaman yang memiliki bentuk dan model yang cantik, tanaman hias itu sendiri memang sengaja untuk dibudidayakan atau ditanam karena memiliki daya tarik tersendiri dan bertujuan untuk menjadi hiasan pada suatu halaman rumah atau untuk ditanam pada taman agar terlihat indah. tanaman hias yang tanpa kita sadari mengandung racun yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
    Tanaman hias beracun adalah tanaman hias yang terlihat indah dan mempesona, namun tanaman tersebut mengandung zat dan cairan yang mengandung racun yang menyebabkan seseorang ataupun makhluk hidup bisa keracunan jika terkena cairan ataupun menghirup bunga tanaman tersebut. Yang jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian.



    Tanaman Kecubung


    Kandungan yang terdapat didalam bunga terompet atau bunga kecubung ini adalah atropine, hyoscyamine dan scopolamine yang diklasifikasikan sebagai zat penghilang kesadaran atau anticholinergics. Demikian tadi jenis tanaman hias beracun yang sebaiknya kita hindari dan kita jauhkan dari jangkauan anak anak. 







    Keladi Hias ( Caladium )
    Keladi hias atau nama lainnya caladium merupakan salah satu tanaman hias yang sudah sangat umum sekali tumbuh di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Sering sekali tanaman ini disalah artikan dengan tumbuhan talas yang daunnya sangat mirip.
    Namun ketika seseorang mengira bahwa tanaman ini sebagai umbi talas dan memakannya, akan merasakan rasa terbakar di tenggorokan, karena di dalam tanaman keladi hias ini terdapat zat yang berupa kalsium oksalat.






    Asparagus Pakis
    Tanaman ini termasuk tanaman beracun. Namun racun tersebut cukup berbahaya bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing di rumah Anda. Dan bagi.manusia lebih baik menghindarinya walaupun tidak terlalu berbahay bagi manusia.

    Daun dan buahnya menurut ASPAC, tanaman ini mengandung bahan kimia. Unsur dari racun yang ditimbulkan oleh tanaman asparagus pakis ini berupa sapagenin yang di dalamnya mengandung senyawa steroid.









    Biji Buah Apel
    Buah apel sering dianjurkan oleh orang umum dan ahli kesehatan. Buah ini memang sangat menyehatkan, namun kontras dengan bijinya.
    Bagian apel yang satu ini amat berbahaya, apalagi jika dikonsumsi dengan dosis cukup banyak.
    Sebab, biji apel diketahui memiliki kandungan zat bernama cyanogenic glycosides. Jadi sangat disarankan kalau kita hendak menyantapnya, maka kita mesti benar-benar membuang bijinya.


    Mendaki gunung? Sudah tidak asing lagi bagi mereka, para pencinta alam. Bahkan sekarang, selain pencinta alam pun juga kerap mendaki gunung. Banyak orang berpendapat bahwa mendaki gunung merupakan hal yang menyenangkan. Tetapi tak sedikit pula yang berpendapat bahwa mendaki gunung merupakan hal yang ekstrim dan membahayakan. Dari pendapat tersebut, memang mendaki gunung merupakan hal yang menyenangkan namun juga terdapat resiko dan bahaya. Sebelum memutuskan untuk mendaki gunung, sebaiknya mengetahui bahaya apa saja yang dapat ditemui ataupun dialami oleh seorang pendaki ketika melakukan pendakian.
    1. Tersesat dan terpisah dari kelompok
    Merupakan hal yang sering terjadi, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Kita lupa arah jalur pendakian, kita tidak cermat dalam melihat arah sehingga kita keluar jalur pendakian dan masih ada beberapa penyebab lainnya. Faktor cuaca juga terkadang menyebabkan pendaki tersesat.

    Beberapa pendaki seringkali terpisah dari kelompok dikarenakan dia berjalan terlalu jauh dari kelompoknya. Karena keterbatasan fisik seringkali ada pendaki yang akan tertinggal di bagian paling belakang. Karena itu, bila dalam satu kelompok ada pendaki yang demikian sebaiknya dia berjalan di tengah kelompok. Hal itu bertujuan supaya leader dapat mengatur kecepatan perjalanan suatu kelompok. 

     2.      Bahaya akan badai dan cuaca buruk lain
    Hal ini sering terjadi ketika musim hujan. Cuaca yang buruk sering membuat kita untuk tetap bertahan di dalam tenda dan memaksa kita menunda perjalanan kita. Tidak jarang juga bahwa badai di kawasan puncak gunung berlangsung dalam hitungan hari.
    Bahaya petir juga dapat muncul terutama ketika musim hujan datang. Sebaiknya kita menghindari mendaki di musim penghujan karena akan lebih beresiko terkena cuaca buruk jika dibandingkan dengan mendaki disaat musim kemarau.

    3.   Mengalami hipotermia
    Hipotermia ialah kondisi darurat dimana tubuh kita tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun. Kondisi ini membuat suhu tubuh mencapai suhu dibawah 35 derajat celcius. Karena itu perlu membekali diri dengan  peralatan yang cukup untuk melindungi diri kita dari cuaca yang tidak menguntungkan bagi kesehatan kita.

     4. Terpeleset dan Jatuh ke kawah
    Kian maraknya berita mengenai pendaki gunung yang terjatuh ke dalam kawah saat hendak melakukan selfie. Dengan adanya berita tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa seharusnya lebih berhati-hati dan menaati setiap peraturan yang ada pada area pendakian demi keselamatan.

     5. Bahaya dehidrasi
    Kondisi dehidrasi pada seorang pendaki dapat disebabkan karena faktor pendaki sendiri yang malas minum atau tidak sempat minum ketika mendaki. Dapat juga disebabkan karena persediaan air yang dibawa habis dan sumber daya seperti mata air tidak tersedia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya membawa perbekalan yang cukup terutama air, serta mencari informasi tentang ada tidaknya mata air di daerah gunung yang akan kita daki. Juga  perlunya meningkatkan kesadaran diri untuk dapat mencukupi kebutuhan terutama asupan cairan selama melakukan pendakian.  


    Bahaya ketika Mendaki

    Posted at  11.36  |  in    |  Read More»


    Mendaki gunung? Sudah tidak asing lagi bagi mereka, para pencinta alam. Bahkan sekarang, selain pencinta alam pun juga kerap mendaki gunung. Banyak orang berpendapat bahwa mendaki gunung merupakan hal yang menyenangkan. Tetapi tak sedikit pula yang berpendapat bahwa mendaki gunung merupakan hal yang ekstrim dan membahayakan. Dari pendapat tersebut, memang mendaki gunung merupakan hal yang menyenangkan namun juga terdapat resiko dan bahaya. Sebelum memutuskan untuk mendaki gunung, sebaiknya mengetahui bahaya apa saja yang dapat ditemui ataupun dialami oleh seorang pendaki ketika melakukan pendakian.
    1. Tersesat dan terpisah dari kelompok
    Merupakan hal yang sering terjadi, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Kita lupa arah jalur pendakian, kita tidak cermat dalam melihat arah sehingga kita keluar jalur pendakian dan masih ada beberapa penyebab lainnya. Faktor cuaca juga terkadang menyebabkan pendaki tersesat.

    Beberapa pendaki seringkali terpisah dari kelompok dikarenakan dia berjalan terlalu jauh dari kelompoknya. Karena keterbatasan fisik seringkali ada pendaki yang akan tertinggal di bagian paling belakang. Karena itu, bila dalam satu kelompok ada pendaki yang demikian sebaiknya dia berjalan di tengah kelompok. Hal itu bertujuan supaya leader dapat mengatur kecepatan perjalanan suatu kelompok. 

     2.      Bahaya akan badai dan cuaca buruk lain
    Hal ini sering terjadi ketika musim hujan. Cuaca yang buruk sering membuat kita untuk tetap bertahan di dalam tenda dan memaksa kita menunda perjalanan kita. Tidak jarang juga bahwa badai di kawasan puncak gunung berlangsung dalam hitungan hari.
    Bahaya petir juga dapat muncul terutama ketika musim hujan datang. Sebaiknya kita menghindari mendaki di musim penghujan karena akan lebih beresiko terkena cuaca buruk jika dibandingkan dengan mendaki disaat musim kemarau.

    3.   Mengalami hipotermia
    Hipotermia ialah kondisi darurat dimana tubuh kita tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun. Kondisi ini membuat suhu tubuh mencapai suhu dibawah 35 derajat celcius. Karena itu perlu membekali diri dengan  peralatan yang cukup untuk melindungi diri kita dari cuaca yang tidak menguntungkan bagi kesehatan kita.

     4. Terpeleset dan Jatuh ke kawah
    Kian maraknya berita mengenai pendaki gunung yang terjatuh ke dalam kawah saat hendak melakukan selfie. Dengan adanya berita tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa seharusnya lebih berhati-hati dan menaati setiap peraturan yang ada pada area pendakian demi keselamatan.

     5. Bahaya dehidrasi
    Kondisi dehidrasi pada seorang pendaki dapat disebabkan karena faktor pendaki sendiri yang malas minum atau tidak sempat minum ketika mendaki. Dapat juga disebabkan karena persediaan air yang dibawa habis dan sumber daya seperti mata air tidak tersedia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya membawa perbekalan yang cukup terutama air, serta mencari informasi tentang ada tidaknya mata air di daerah gunung yang akan kita daki. Juga  perlunya meningkatkan kesadaran diri untuk dapat mencukupi kebutuhan terutama asupan cairan selama melakukan pendakian.  


    Senin, 04 Juni 2018



    Sampah bukan hal yang asing lagi bagi kita. Sadar atau tidak sadar, tiap hari kita turut menyumbang produksi sampah. Sampah sendiri merupakan material sisa, hasil akhir dari suatu proses. Sampah akan menjadi masalah lingkungan jika dibuang sembarangan, misalkan saja membuangnya di sungai. Sampah yang dibuang di sungai akan terbawa arus menuju ke laut.

    Inilah yang menjadi pokok permasalahan. Laut merupakan penghubung dari berbagai daerah di penjuru dunia. Kita ambil contoh saja laut di bali, yang kini sedang menjadi topik hangat tentang pencemaran di lautnya. Sebagian besar sampah yang ada yaitu sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan atau kemasan berlabel lainnya, sedotan plastik, dan plastik kresek. Sampah di laut bali tersebut bukan hanya berasal dari bali, melainkan juga kiriman dari daerah lain.

    Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran kita terhadap pentingnya menjaga ekosistem alam sekitar. Seharusnya, ini menjadi perhatian khusus, karena bisa saja bukan hanya di laut bali, melainkan di laut laut lain. Pertumbuhan penduduk juga mendukung peningkatan sampah yang signifikan. Kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam hendaklah dimulai dari sekarang. Kita dapat memulainya dari hal kecil, misal saja tidak menggunakan sedotan plastik saat membeli es atau hal kecil lainnya.


    DARURAT SAMPAH !!

    Posted at  11.59  |  in    |  Read More»



    Sampah bukan hal yang asing lagi bagi kita. Sadar atau tidak sadar, tiap hari kita turut menyumbang produksi sampah. Sampah sendiri merupakan material sisa, hasil akhir dari suatu proses. Sampah akan menjadi masalah lingkungan jika dibuang sembarangan, misalkan saja membuangnya di sungai. Sampah yang dibuang di sungai akan terbawa arus menuju ke laut.

    Inilah yang menjadi pokok permasalahan. Laut merupakan penghubung dari berbagai daerah di penjuru dunia. Kita ambil contoh saja laut di bali, yang kini sedang menjadi topik hangat tentang pencemaran di lautnya. Sebagian besar sampah yang ada yaitu sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan atau kemasan berlabel lainnya, sedotan plastik, dan plastik kresek. Sampah di laut bali tersebut bukan hanya berasal dari bali, melainkan juga kiriman dari daerah lain.

    Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran kita terhadap pentingnya menjaga ekosistem alam sekitar. Seharusnya, ini menjadi perhatian khusus, karena bisa saja bukan hanya di laut bali, melainkan di laut laut lain. Pertumbuhan penduduk juga mendukung peningkatan sampah yang signifikan. Kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam hendaklah dimulai dari sekarang. Kita dapat memulainya dari hal kecil, misal saja tidak menggunakan sedotan plastik saat membeli es atau hal kecil lainnya.


    Rabu, 16 Mei 2018




    Panjat tebing  atau rock climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya.
    Kali ini teman teman paresmapa melakukan kegiatan panjat tebing di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo,Pati. Pada hari minggu tanggal 29 April 2018. Perjalanan kami tempuh pukul 08.00 dari tempat menginap ke tempat panjat tebing. Kira kira perjalan Cuma 15 menit ke tempat kami tuju. Perjalanan yang kami lewati cukup mudah, tetapi menguras tenaga. Karena jalanan yang menanjak, tetapi semua terbayarkan sudah. Karena kami disuguhkan oleh pemandangan pegunungan kapur yang indah. Dan yang menjadi target kami adalah tebing yang memiliki ketinggian kurang lebih 20m. Sekitar pukul 08.30 kegiatan kami dimulai, banyak dari kami yang takut, mungkin karena itu pertama kalinya bagi mereka hehehee..... Pertama-tama kami dicontohi oleh anggota kami yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Lalu disambung oleh anggota yang lain. Suasana sangatlah seru, karena banyak teriakan teriakan rasa ketakutan, padahal baru 1 meter dari tanah.. hahahaa.... kami cukup kesulitan karena point point untuk berpegangan sangatlah sulit. Tetapi itulh yang membuat kami tertantang untuk menaklukan, ditambah lagi dengan point point pegangan yang cukup tajam. semakin lama kegiatan kami semakin menyenangkan . Dan kegiatan kami tutup pada pukul 15.00 karena waktu yang sudah sore.

    Rock Climbing Kedung Winong

    Posted at  10.20  |  in  wall climb  |  Read More»




    Panjat tebing  atau rock climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya.
    Kali ini teman teman paresmapa melakukan kegiatan panjat tebing di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo,Pati. Pada hari minggu tanggal 29 April 2018. Perjalanan kami tempuh pukul 08.00 dari tempat menginap ke tempat panjat tebing. Kira kira perjalan Cuma 15 menit ke tempat kami tuju. Perjalanan yang kami lewati cukup mudah, tetapi menguras tenaga. Karena jalanan yang menanjak, tetapi semua terbayarkan sudah. Karena kami disuguhkan oleh pemandangan pegunungan kapur yang indah. Dan yang menjadi target kami adalah tebing yang memiliki ketinggian kurang lebih 20m. Sekitar pukul 08.30 kegiatan kami dimulai, banyak dari kami yang takut, mungkin karena itu pertama kalinya bagi mereka hehehee..... Pertama-tama kami dicontohi oleh anggota kami yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Lalu disambung oleh anggota yang lain. Suasana sangatlah seru, karena banyak teriakan teriakan rasa ketakutan, padahal baru 1 meter dari tanah.. hahahaa.... kami cukup kesulitan karena point point untuk berpegangan sangatlah sulit. Tetapi itulh yang membuat kami tertantang untuk menaklukan, ditambah lagi dengan point point pegangan yang cukup tajam. semakin lama kegiatan kami semakin menyenangkan . Dan kegiatan kami tutup pada pukul 15.00 karena waktu yang sudah sore.

    Selasa, 08 Mei 2018


    hammoc adalah tempat tidur gantung yang biasanya digunakan jika trevelling alam. kami paresmapa sering banget bawa hammoc kemana-mana apalagi kalo naik gunung gabakal ketinggalan deh.

    Hammock dapat digunakan sebagai tempat tidur saat kegiatan outdoor. Zaman sekarang ini, hammock sedang viral dan trend di kalangan traveler. Hammock digantung di dahan pohon yang tinggi, tujuannya agar terhindar dari serangan hewan liar dan serangga beracun
    Hammock diperkirakan berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dan diperkirakan ditemukan pada abad ke-18 atau tahun 1700-an. Hammock ini dikembangkan oleh suku-suku lokal di sana. Sebagian menggunakan hammock sebagai alas tidur utama mereka, sebagian tidak. Hammock pada zaman itu hampir semuanya terbuat dari kain yang sederhana.Setelah mulai menyebar keluar Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Hammock paling banyak dipakai oleh para pelaut atau nelayan. Ketika para pelaut sedang melaut dalam jangka waktu yang lama, tentu mereka memerlukan tidur yang efektif.
    Hammock kemudian banyak dipakai oleh berbagai keperluan dan berbagai latar belakang. Yang awalnya hanya memang sebagai tempat tidur saja, Hammock kemudian menjadi tempat bersantai. Bahkan hammock sudah menjadi simbol dari relaksasi, santai, rileks, nyaman, malas, dan lain-lain.
    Hammock mengalamai beragam jenis perubahan serta inovasi. Dari mulai bahan baku, bentuk, design, sampai manfaatnya. Hammock ada yang terbuat dari kain, tali tambang, jaring, canvas, parasut, dan sebagainya. Memiliki bentuk juga saat ini berbagai macam. Ada yang hammock yang mempunyai tenda, ada pula hammock yang mempunyai resleting
    Merk hammock yang populer saat ini ada berbagai macam. Sebagian merk yang populer salah satunya yaitu hammock eiger serta hammock ticket to the moon. Oleh karenna itu mulai banyak toko outdoor yang mulai jual hammock ini. Serta hammock dapat jadi alternatif untuk sleeping bag dalam manfaat sebagai tempat tidur outdoor.

    Hammock

    Posted at  16.38  |  in  tubuh  |  Read More»


    hammoc adalah tempat tidur gantung yang biasanya digunakan jika trevelling alam. kami paresmapa sering banget bawa hammoc kemana-mana apalagi kalo naik gunung gabakal ketinggalan deh.

    Hammock dapat digunakan sebagai tempat tidur saat kegiatan outdoor. Zaman sekarang ini, hammock sedang viral dan trend di kalangan traveler. Hammock digantung di dahan pohon yang tinggi, tujuannya agar terhindar dari serangan hewan liar dan serangga beracun
    Hammock diperkirakan berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dan diperkirakan ditemukan pada abad ke-18 atau tahun 1700-an. Hammock ini dikembangkan oleh suku-suku lokal di sana. Sebagian menggunakan hammock sebagai alas tidur utama mereka, sebagian tidak. Hammock pada zaman itu hampir semuanya terbuat dari kain yang sederhana.Setelah mulai menyebar keluar Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Hammock paling banyak dipakai oleh para pelaut atau nelayan. Ketika para pelaut sedang melaut dalam jangka waktu yang lama, tentu mereka memerlukan tidur yang efektif.
    Hammock kemudian banyak dipakai oleh berbagai keperluan dan berbagai latar belakang. Yang awalnya hanya memang sebagai tempat tidur saja, Hammock kemudian menjadi tempat bersantai. Bahkan hammock sudah menjadi simbol dari relaksasi, santai, rileks, nyaman, malas, dan lain-lain.
    Hammock mengalamai beragam jenis perubahan serta inovasi. Dari mulai bahan baku, bentuk, design, sampai manfaatnya. Hammock ada yang terbuat dari kain, tali tambang, jaring, canvas, parasut, dan sebagainya. Memiliki bentuk juga saat ini berbagai macam. Ada yang hammock yang mempunyai tenda, ada pula hammock yang mempunyai resleting
    Merk hammock yang populer saat ini ada berbagai macam. Sebagian merk yang populer salah satunya yaitu hammock eiger serta hammock ticket to the moon. Oleh karenna itu mulai banyak toko outdoor yang mulai jual hammock ini. Serta hammock dapat jadi alternatif untuk sleeping bag dalam manfaat sebagai tempat tidur outdoor.

    Untuk melaksanakan progam kerja Paresmapa angkatan 29, pada tanggal 28-29 April 2018 diadakan kegiatan susur gua dan panjat tebing.
              Susur gua ini merupakan agenda rutin Paresmapa setiap 2 tahun sekali. Berdasarkan hasil survey disepakati gua yang dipilih bernama gua barat. Gua barat ini bukan gua barat yang ada di Kebumen ataupun di Gembong Selatan, tetapi letaknya di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo, Pati. Untuk menuju kesana kami berangkat menggunakan truk dari sekolah kemudian berjalan kira-kira 10 menit sampai dirumah penduduk untuk beristirahat sebentar disana. Selesai istirahat kami segera berangkat menuju ke gua barat. Dalam perjalanan menuju gua kami melewati sungai kecil dan melewati ladang jagung. Karena banyaknya ladang jagung kami lupa jalan sehingga kami melalui jalan yang berbeda ketika surveyㅋㅋㅋ.
    Gua barat termasuk gua yang berukuran kecil. Sebenarnya dalam kegiatan susur gua kami harus berjalan dari pintu masuk gua sampai pintu keluar gua atau ujung gua. Tetapi gua barat ini hanya bisa dilewati dengan panjang 25m karena jalannya semakin sempit, tidak bisa dilewati, dan mudah longsor
    Didalam gua kami mematikan senter sesaat untuk menikmati suasana gua tanpa adanya cahaya. Dalam keadaan gelap kami bisa membayangkan bagaimana dulu nenek moyang kita ketika hidup di gua. Setelah puas mengamati keadaan gua barat kami beristirahat sebentar di depan mulut gua. Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan untuk kembali kerumah penduduk.
    Untuk tidur kami membangun 2 tenda milik Paresmapa di pinggir desa yang dekat dengan sungai. Kami menyempatkan diri mandi di sungai untuk membersihkan diri. Kami menikmati indahnya suasana malam dengan diiringi lagu sampai larut malam. 


    SUSUR GUA BARAT 2018

    Posted at  16.31  |  in  susur goa  |  Read More»

    Untuk melaksanakan progam kerja Paresmapa angkatan 29, pada tanggal 28-29 April 2018 diadakan kegiatan susur gua dan panjat tebing.
              Susur gua ini merupakan agenda rutin Paresmapa setiap 2 tahun sekali. Berdasarkan hasil survey disepakati gua yang dipilih bernama gua barat. Gua barat ini bukan gua barat yang ada di Kebumen ataupun di Gembong Selatan, tetapi letaknya di Dk. Pacul Ds. Kedung Winong Sukolilo, Pati. Untuk menuju kesana kami berangkat menggunakan truk dari sekolah kemudian berjalan kira-kira 10 menit sampai dirumah penduduk untuk beristirahat sebentar disana. Selesai istirahat kami segera berangkat menuju ke gua barat. Dalam perjalanan menuju gua kami melewati sungai kecil dan melewati ladang jagung. Karena banyaknya ladang jagung kami lupa jalan sehingga kami melalui jalan yang berbeda ketika surveyㅋㅋㅋ.
    Gua barat termasuk gua yang berukuran kecil. Sebenarnya dalam kegiatan susur gua kami harus berjalan dari pintu masuk gua sampai pintu keluar gua atau ujung gua. Tetapi gua barat ini hanya bisa dilewati dengan panjang 25m karena jalannya semakin sempit, tidak bisa dilewati, dan mudah longsor
    Didalam gua kami mematikan senter sesaat untuk menikmati suasana gua tanpa adanya cahaya. Dalam keadaan gelap kami bisa membayangkan bagaimana dulu nenek moyang kita ketika hidup di gua. Setelah puas mengamati keadaan gua barat kami beristirahat sebentar di depan mulut gua. Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan untuk kembali kerumah penduduk.
    Untuk tidur kami membangun 2 tenda milik Paresmapa di pinggir desa yang dekat dengan sungai. Kami menyempatkan diri mandi di sungai untuk membersihkan diri. Kami menikmati indahnya suasana malam dengan diiringi lagu sampai larut malam. 


    Selasa, 24 April 2018


                Ekpedisi merupakan perjalanan yang dilakukan untuk tujuan tertentu, biasanya penjelajahan dan penelitian. Seperti yang telah dilakukan oleh Paresmapa kemarin tanggal 9 April 2018. Paresmapa melakukan ekspedisi Candi Ngreco di Pulingan yang diikuti oleh PA 29, PA 30 dan alumni. Kegiatan ini berlangsung dengan asik dan banyak tantangan tentunya. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 s/d 17.00 WIB. Disana kami tidak langsung menuju ke Candi Ngreco yang merupakan objek ekspedisi kami kali ini. Namun kami terlebih dahulu mengumpulkan data – data tentang Candi Ngreco termasuk lokasi Candi Ngreco. Sedikit sekali warga yang mengetahui keberadaan Candi Ngreco tersebut. Bahkan untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi Candi Ngreco kami membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk bertanya – tanya kepada warga sekitar (warga Dk. Pulingan). Namun karena warga Dukuh Pulingan tidak ada yang tahu mengenai lokasi dan sejarah tentang Candi Ngreco akhirnya kami memutuskan untuk bertanya kepada warga Dk. Pangonan. Disana kami bertanya – tanya kepada warga sekitar dan akhirnya kami mendapatkan narasumber yang paham tentang sejarah singkat dan lokasi Candi Ngreco tersebut. Kami bertanya – tanya kurang lebih sampai pukul 15.00 WIB. Dalam proses mengumpulkan informasi mengenai Candi Ngreco tersebut, sesekali kami beristirahat untuk melepas lelah sekaligus melakukan ibadah.
                Setelah mendapatkan informasi mengenai lokasi Candi Ngreco, kami pun langsung bergegas untuk mencari dan menuju lokasi candi tesebut. Karena keterbatasan waktu yang kami miliki, maka hanya sebagian dari tim kami yang pergi untuk menuju lokasi tersebut dengan menggunakan motor dan sisanya mengumpulkan informasi tentang sejarah Candi Ngreco tersebut, pasalnya narasumber yang sebelumnya memang tahu mengenai lokasi Candi Ngreco, namun kurang tahu mengenai sejarahnya. Setelah 1 jam lamanya perjalanan kami menuju Candi Ngreco dan melalui medan yang curam akhirnya kami sampai juga di daerah Ngreco, namun kami masih belum juga menemukan candi tersebut. Kami meninggalkan motor kami di tempat yang agak datar, lalu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Setelah menyisir kanan kiri kami akhirnya kami melihat tumpukan bata di tengah – tengah rimbunnya kebun kopi. Kami memutuskan untuk menuju kesana. Dan akhirnya benar itu adalah candi yang kami maksud. Setelah menemukan candi tersebut kami pun mengambil beberapa foto Candi Ngreco tersebut. Berikut adalah foto dari Candi Ngreco.

    Candi Pamohan Ajar adalah salah satu peninggalan Majapahit yang ada di wilayah Pati. Candi ini terletak di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Kec. Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Struktur dari Candi Ngreco ini terbuat dari tumpukan batu bata merah yang berukuran besar. Meskipun terbuat dari batu bata namun bangunan ini bisa bertahan sampai sekarang.
                Menurut Pak Sudadi LMDH salah seorang narasumber yang kami temui menjelaskan bahwa sekitar 2 tahun yang lalu banyak peneliti dari berbagai kota luar Jawa yang melakukan penelitian di Ngreco. Alhasil mereka menemukan tumpukan batu bata merah besar yang disebut arca, ternyata saat diteliti arca tersebut merupakan peninggalan nenek moyang berupa tempat penduduk Suku Ajar yang dipimpin oleh Mbah Rokopo. Sekarang arca tersebut disimpan oleh Dinas Kebudayaan guna penelitian lebih lanjut dan perlindungan.

    Ekspedisi Candi Ngreco (Pamohan Ajar)

    Posted at  15.22  |  in  Pulingan  |  Read More»


                Ekpedisi merupakan perjalanan yang dilakukan untuk tujuan tertentu, biasanya penjelajahan dan penelitian. Seperti yang telah dilakukan oleh Paresmapa kemarin tanggal 9 April 2018. Paresmapa melakukan ekspedisi Candi Ngreco di Pulingan yang diikuti oleh PA 29, PA 30 dan alumni. Kegiatan ini berlangsung dengan asik dan banyak tantangan tentunya. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 s/d 17.00 WIB. Disana kami tidak langsung menuju ke Candi Ngreco yang merupakan objek ekspedisi kami kali ini. Namun kami terlebih dahulu mengumpulkan data – data tentang Candi Ngreco termasuk lokasi Candi Ngreco. Sedikit sekali warga yang mengetahui keberadaan Candi Ngreco tersebut. Bahkan untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi Candi Ngreco kami membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk bertanya – tanya kepada warga sekitar (warga Dk. Pulingan). Namun karena warga Dukuh Pulingan tidak ada yang tahu mengenai lokasi dan sejarah tentang Candi Ngreco akhirnya kami memutuskan untuk bertanya kepada warga Dk. Pangonan. Disana kami bertanya – tanya kepada warga sekitar dan akhirnya kami mendapatkan narasumber yang paham tentang sejarah singkat dan lokasi Candi Ngreco tersebut. Kami bertanya – tanya kurang lebih sampai pukul 15.00 WIB. Dalam proses mengumpulkan informasi mengenai Candi Ngreco tersebut, sesekali kami beristirahat untuk melepas lelah sekaligus melakukan ibadah.
                Setelah mendapatkan informasi mengenai lokasi Candi Ngreco, kami pun langsung bergegas untuk mencari dan menuju lokasi candi tesebut. Karena keterbatasan waktu yang kami miliki, maka hanya sebagian dari tim kami yang pergi untuk menuju lokasi tersebut dengan menggunakan motor dan sisanya mengumpulkan informasi tentang sejarah Candi Ngreco tersebut, pasalnya narasumber yang sebelumnya memang tahu mengenai lokasi Candi Ngreco, namun kurang tahu mengenai sejarahnya. Setelah 1 jam lamanya perjalanan kami menuju Candi Ngreco dan melalui medan yang curam akhirnya kami sampai juga di daerah Ngreco, namun kami masih belum juga menemukan candi tersebut. Kami meninggalkan motor kami di tempat yang agak datar, lalu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Setelah menyisir kanan kiri kami akhirnya kami melihat tumpukan bata di tengah – tengah rimbunnya kebun kopi. Kami memutuskan untuk menuju kesana. Dan akhirnya benar itu adalah candi yang kami maksud. Setelah menemukan candi tersebut kami pun mengambil beberapa foto Candi Ngreco tersebut. Berikut adalah foto dari Candi Ngreco.

    Candi Pamohan Ajar adalah salah satu peninggalan Majapahit yang ada di wilayah Pati. Candi ini terletak di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Kec. Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Struktur dari Candi Ngreco ini terbuat dari tumpukan batu bata merah yang berukuran besar. Meskipun terbuat dari batu bata namun bangunan ini bisa bertahan sampai sekarang.
                Menurut Pak Sudadi LMDH salah seorang narasumber yang kami temui menjelaskan bahwa sekitar 2 tahun yang lalu banyak peneliti dari berbagai kota luar Jawa yang melakukan penelitian di Ngreco. Alhasil mereka menemukan tumpukan batu bata merah besar yang disebut arca, ternyata saat diteliti arca tersebut merupakan peninggalan nenek moyang berupa tempat penduduk Suku Ajar yang dipimpin oleh Mbah Rokopo. Sekarang arca tersebut disimpan oleh Dinas Kebudayaan guna penelitian lebih lanjut dan perlindungan.

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top