• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Kamis, 06 Desember 2018


    Halo temen temen semua……
                Disini aku mau bahas soal potong kompas , semoga bermanfaat yaa.
                Temen temen , biasanya di suatu wilayah ,kita misalkan di titik A dan mau menuju titik D, nah pasti dari A ke B itu jalannya ngga mulus mulus aja kan ya , biasanya ada halang rintang yang menghalangi jalan kita, bisa aja pohon, batu besar, tebing, atau bisa juga jurang.
                Nah pastinya gamau dong berhenti di tengah jalan gara gara ada halangan, padahal jalan kita udah beberapa langkah lagi. Jadi salah satu cara untuk melewatinya dengan potong kompas. Potong kompas itu kita ibarat menerjang halang rintang itu agar kita sampai, tapi ya bukan maksudnya nerjang jurang juga hehe. Nah yuk simak cara potong kompas biar kita sampai tujuan.


    Pertama yang kita lakuin adalah siapin kompasnya dulu, kalau bisa kompas orientasi ya biar gampang, kalo bisa sih , kalo ngga ada ya pakai kompas bidik aja lah ya.
                Lalu tentukan titik awal kita missal titik A terhadap tujuan kita titik D, dengan membidiknya. Misalkan sudut kompasnya 3150
                Dari titik A kita belok ke titik B karena jika dari A ke D ada haling rintang di depan kita, caranya dengan menambahkan dengan 900 dengan memutar seraha jarum jam hingga mencapai angka 450 , kemudian berjalanlah ke arah 4500 , sambil menghitung jumlah langkah hingga ke titik B.
                Dari titk B belok kiri kea rah titik C, dengan mengurangi 900 dengan memutar kompas berlawanan arah jarum jam hingga ke sudut 3150 atau sudut awal , lalu berjalanlah ke titik C dengan sudut 3150 atau hingga rintangan sudah terlewati
                Dari C kemudian belok kiri kea rah titik D , dengan megurangi sudut kompas dengan 900, dengan memutar kompas berlawanan arah jarum jam hingga angka mencapai 2250, kemudian berjalanlah kea rah 2250 hingga sampai titik D, dengan jumlah langkah yang sama dari A ke B.
                Sampai di titik D, tambahkan sudut kompas 900 lagi hingga sudut kembali 3150 atau sudut awal tadi. Untuk memeriksa , dapat dilakukan dengan membidik titik A jika ada sesuatu yang ditandai dari titik A yang dapat terlihat dari titik D. bidik A dari D, jika sudut menunjukkan back azimuth dari 3150 berarti posisi D sudah benar.



    POTONG KOMPAS

    Posted at  20.54  |  in    |  Read More»


    Halo temen temen semua……
                Disini aku mau bahas soal potong kompas , semoga bermanfaat yaa.
                Temen temen , biasanya di suatu wilayah ,kita misalkan di titik A dan mau menuju titik D, nah pasti dari A ke B itu jalannya ngga mulus mulus aja kan ya , biasanya ada halang rintang yang menghalangi jalan kita, bisa aja pohon, batu besar, tebing, atau bisa juga jurang.
                Nah pastinya gamau dong berhenti di tengah jalan gara gara ada halangan, padahal jalan kita udah beberapa langkah lagi. Jadi salah satu cara untuk melewatinya dengan potong kompas. Potong kompas itu kita ibarat menerjang halang rintang itu agar kita sampai, tapi ya bukan maksudnya nerjang jurang juga hehe. Nah yuk simak cara potong kompas biar kita sampai tujuan.


    Pertama yang kita lakuin adalah siapin kompasnya dulu, kalau bisa kompas orientasi ya biar gampang, kalo bisa sih , kalo ngga ada ya pakai kompas bidik aja lah ya.
                Lalu tentukan titik awal kita missal titik A terhadap tujuan kita titik D, dengan membidiknya. Misalkan sudut kompasnya 3150
                Dari titik A kita belok ke titik B karena jika dari A ke D ada haling rintang di depan kita, caranya dengan menambahkan dengan 900 dengan memutar seraha jarum jam hingga mencapai angka 450 , kemudian berjalanlah ke arah 4500 , sambil menghitung jumlah langkah hingga ke titik B.
                Dari titk B belok kiri kea rah titik C, dengan mengurangi 900 dengan memutar kompas berlawanan arah jarum jam hingga ke sudut 3150 atau sudut awal , lalu berjalanlah ke titik C dengan sudut 3150 atau hingga rintangan sudah terlewati
                Dari C kemudian belok kiri kea rah titik D , dengan megurangi sudut kompas dengan 900, dengan memutar kompas berlawanan arah jarum jam hingga angka mencapai 2250, kemudian berjalanlah kea rah 2250 hingga sampai titik D, dengan jumlah langkah yang sama dari A ke B.
                Sampai di titik D, tambahkan sudut kompas 900 lagi hingga sudut kembali 3150 atau sudut awal tadi. Untuk memeriksa , dapat dilakukan dengan membidik titik A jika ada sesuatu yang ditandai dari titik A yang dapat terlihat dari titik D. bidik A dari D, jika sudut menunjukkan back azimuth dari 3150 berarti posisi D sudah benar.




    Mendaki adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapapun, baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun orang dewasa. Melakukan sebuah perjalanan dengan tujuan pendakian tentu memerlukan suatu perencanaan perjalanan yang matang, bukan hanya menentukan destinasi dan waktu. Perencanaan yang matang akan mengurangi resiko untuk terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebuah perencanaan pendakian haruslah diketahui oleh semua anggota tim pendakian. Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum perjalanan pendakian dimulai.

    Berikut adalah tips menyusun rencana rute pendakian :
    1.        Jarak
    Rata - rata pendaki bisa berjalan kira-kira 8 - 16 Km/ harinya dengan membawa ransel yang penuh.
    2.        Medan
    Medan dan kondisi dari jalan setapak akan mempengaruhi kemampuan fisik seorang pendaki. Tambahkan atau lebihkan perencanaan waktu pendakian. Jangan di buat pas-pasan apalagi kurang.
    3.        Hari Pertama
    Hari Pertama di alam bebas merupakan hari penyesuaian dan membiasakan diri dengan ransel, sepatu dan gerakan fisik. Jika sudah lama tidak melakukan pendakian, sebaiknya melakukan latihan fisik ya kurang lebih satu bulan sebelumnya.
    4.        Hari Istirahat
    Pada gunung yang mempunyai jalur pendakian yang cukup panjang, ada baiknya menambahkan satu hari untuk bersantai agar tubuh tidak terlalu letih. Misal, jika mendaki gunung Rinjani atau Mahameru, ada baiknya menyisakan satu hari penuh untuk bersantai di Danau Segara Anak atau di Danau Ranukumbolo.
    5.        Kemampuan Diri
    Hindari membuat rencana pendakian melebihi kemampuan fisik dan pengetahuan tentang pendakian gunung yang dimiliki agar target pendakian bisa tercapai.
    6.        Alternatif
    Pada saat merencanakan pendakian, ada baiknya juga menambahkan rute cadangan sebagai alternatif jika jalur utama tidak bisa digunakan karena suatu hal.
    7.        Hindari Musim yang Ramai
    Hindari mendaki pada musim pendakian yang ramai pengunjung. Pendakian pada musim yang ramai akan membuat kita kurang bisa menikmatinya.Selain itu kerusakan alampun akan bertambah parah karena ramainya para pendaki yang membutuhkan tempat untuk mendirikan tenda. 

    Nah itu adalah beberapa tips dalam merencanakan rute pendakian gunung, semoga bermanfaat.


    Tips Merencanakan Rute Pendakian

    Posted at  20.50  |  in    |  Read More»


    Mendaki adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapapun, baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun orang dewasa. Melakukan sebuah perjalanan dengan tujuan pendakian tentu memerlukan suatu perencanaan perjalanan yang matang, bukan hanya menentukan destinasi dan waktu. Perencanaan yang matang akan mengurangi resiko untuk terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebuah perencanaan pendakian haruslah diketahui oleh semua anggota tim pendakian. Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum perjalanan pendakian dimulai.

    Berikut adalah tips menyusun rencana rute pendakian :
    1.        Jarak
    Rata - rata pendaki bisa berjalan kira-kira 8 - 16 Km/ harinya dengan membawa ransel yang penuh.
    2.        Medan
    Medan dan kondisi dari jalan setapak akan mempengaruhi kemampuan fisik seorang pendaki. Tambahkan atau lebihkan perencanaan waktu pendakian. Jangan di buat pas-pasan apalagi kurang.
    3.        Hari Pertama
    Hari Pertama di alam bebas merupakan hari penyesuaian dan membiasakan diri dengan ransel, sepatu dan gerakan fisik. Jika sudah lama tidak melakukan pendakian, sebaiknya melakukan latihan fisik ya kurang lebih satu bulan sebelumnya.
    4.        Hari Istirahat
    Pada gunung yang mempunyai jalur pendakian yang cukup panjang, ada baiknya menambahkan satu hari untuk bersantai agar tubuh tidak terlalu letih. Misal, jika mendaki gunung Rinjani atau Mahameru, ada baiknya menyisakan satu hari penuh untuk bersantai di Danau Segara Anak atau di Danau Ranukumbolo.
    5.        Kemampuan Diri
    Hindari membuat rencana pendakian melebihi kemampuan fisik dan pengetahuan tentang pendakian gunung yang dimiliki agar target pendakian bisa tercapai.
    6.        Alternatif
    Pada saat merencanakan pendakian, ada baiknya juga menambahkan rute cadangan sebagai alternatif jika jalur utama tidak bisa digunakan karena suatu hal.
    7.        Hindari Musim yang Ramai
    Hindari mendaki pada musim pendakian yang ramai pengunjung. Pendakian pada musim yang ramai akan membuat kita kurang bisa menikmatinya.Selain itu kerusakan alampun akan bertambah parah karena ramainya para pendaki yang membutuhkan tempat untuk mendirikan tenda. 

    Nah itu adalah beberapa tips dalam merencanakan rute pendakian gunung, semoga bermanfaat.


    Minggu, 18 November 2018


    Tidak heran lagi jika bepergian kita pasti memikirkan keselamatan kita atau teman-teman kita yang ikut bepergian bersama. Jikalau memang sudah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pastinya kita tetap menginginkan yang terbaik untuk kita. Apalagi kalau kita sudah mengerti cara mengevakuasi korban, entah itu dipindah atau diangkat itu ada caranya untuk evakuasi yang tepat, pastinya akan lebih mudah kita mengatasi itu. Berikut penjelasan cara mengevakuasi dan mengangkat korban dengan tepat.
    Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harusmelakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.

    Syarat  Evakuasi
    ·         Keadaan korban umumnya cukup baik 
    ·         Tidak ada gangguan pernapasan
    ·         Pendarahan sudah di atasi
    ·         Luka sudah dibalut
    Patah tulang sudah dibidai, sepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang: keadaan umum korban seperti sistem persyarafan (kesadaran) - sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)- sistem pernapasan- bagian yang mengalami cedera.
    Keadaannya harus stabil, jalan nafas harus dijamin terbuka/bebas, terus dimonitor secara ketat kondisi : jantung, nadi, paru-paru.
    Cara pengangkutan korban
    Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual. Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan. Beberapa contoh evakuasi :


    Evakuasi yang dilaksanakan oleh 1 orang terutama dapat dilakukan oleh anggota pemadan kebakaran untuk  menolong penderita yang tidak sadar di dalam gedung yang terbakar atau yang melewati jalan/ lorong sempit. 




    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi terlentang dan tidak terdapat patah tulang punggung. Penolong harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi tengkurap dan tidak terdapat patah tulang punggung. Posisi penolong seperti dijelaskan di atas, yaitu  harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Pengangkutan & pemindahan korban:
    Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannya lebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehingga harus dirujuk ke dokter. Tata cara pemindahan korban : dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agar tetap segar memenuhi syarat pemindahan sesuai prosedur.


    Alat bantu  : dengan tenaga manusia -  satu orang, dua orang, tiga orang atau empat orang. Dengan tandu - tandu khusus, tanda papan, tandu bambu/dahan, atau matras. Dengan kendaraan - darat, laut dan udara.
    Tahapan :  persiapan, pengangkatan korban ke atas tandu, pemberian selimut pada korban, tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.Prinsip pengangkatan korban dengan tandu.
    Caranya : harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok yaitu  gunakan alat tubuh (paha, bahu, panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban. Sikap mengangkat,  usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.  Posisi siap angkat dan jalan, umumnya  posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki., kecuali  menaik - bila tungkai tidak cedera dan menurun - bila tungkai luka atau hipotermia. Mengangkut ke samping - memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu-kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.

     Contoh cara mengangkat dan mengevakuasi korban :

    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di satu sisi - tangan berada di bawah badan korban. Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi orang ke dua berada di tengah.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 4 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar lebih kuat menahan beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Dapat pula  mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 6 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar kuat menahan  beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Mengevakuasi dengan Tandu :


    Gambar 1 : adalah cara mengangkat penderita dengan kain sprei, perhatikan posisi 
    korban yang tengkurap - terutama jika ada kecurigaan patah tulang punggung.
    Gambar 2 : posisi penolong yang berjumlah 4 orang pada waktu berjalan 
    membawa korban dengan tandu.


    Beragam cara untuk membuat tandu :



    Nah, seperti itulah cara evakuasi dan mengangkat korbanyang benar. Tidak ada salahnya kita belajar cara evakuasi dan mengangkat korban dengan benar, karena tidak ada yang dirugikan dalam kasus mempelajari ini apa lagi dengan prakteknya.



    CARA EVAKUASI DAN ANGKAT KORBAN

    Posted at  19.08  |  in  cara evakuasi  |  Read More»


    Tidak heran lagi jika bepergian kita pasti memikirkan keselamatan kita atau teman-teman kita yang ikut bepergian bersama. Jikalau memang sudah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pastinya kita tetap menginginkan yang terbaik untuk kita. Apalagi kalau kita sudah mengerti cara mengevakuasi korban, entah itu dipindah atau diangkat itu ada caranya untuk evakuasi yang tepat, pastinya akan lebih mudah kita mengatasi itu. Berikut penjelasan cara mengevakuasi dan mengangkat korban dengan tepat.
    Evakuasi adalah kegiatan memindahkan korban dari lokasi kecelakaan ke tempat lain yang lebih aman dengan cara-cara yang sederhana di lakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dimulai setelah keadaan darurat. Penolong harusmelakukan evakuasi dan perawatan darurat selama perjalanan.

    Syarat  Evakuasi
    ·         Keadaan korban umumnya cukup baik 
    ·         Tidak ada gangguan pernapasan
    ·         Pendarahan sudah di atasi
    ·         Luka sudah dibalut
    Patah tulang sudah dibidai, sepanjang pelaksanaan pemindahan korban perlu dilakukan pemantauan dari korban tentang: keadaan umum korban seperti sistem persyarafan (kesadaran) - sistem peredaran darah (denyut nadi dan tekanan darah)- sistem pernapasan- bagian yang mengalami cedera.
    Keadaannya harus stabil, jalan nafas harus dijamin terbuka/bebas, terus dimonitor secara ketat kondisi : jantung, nadi, paru-paru.
    Cara pengangkutan korban
    Pengangkutan tanpa menggunakan alat atau manual. Pada umumnya digunakan untuk memindahkan jarak pendek dan korban cedera ringan. Beberapa contoh evakuasi :


    Evakuasi yang dilaksanakan oleh 1 orang terutama dapat dilakukan oleh anggota pemadan kebakaran untuk  menolong penderita yang tidak sadar di dalam gedung yang terbakar atau yang melewati jalan/ lorong sempit. 




    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi terlentang dan tidak terdapat patah tulang punggung. Penolong harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Cara mengevakuasi korban kecelakaan yang dalam posisi tengkurap dan tidak terdapat patah tulang punggung. Posisi penolong seperti dijelaskan di atas, yaitu  harus menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi kaki (kuda2) secara benar, berdiri secara bertahap, hingga posisi akhir siap untuk berjalan.


    Pengangkutan & pemindahan korban:
    Merupakan kegiatan pemindahan korban dari tempat darurat ke tempat yang fasilitas perawatannya lebih baik, seperti rumah sakit. Biasanya dilakukan bagi pasien/ korban cedera cukup parah sehingga harus dirujuk ke dokter. Tata cara pemindahan korban : dasar melakukan pemindahan korban; aman, stabil, cepat, pengawasan korban, pelihara udara agar tetap segar memenuhi syarat pemindahan sesuai prosedur.


    Alat bantu  : dengan tenaga manusia -  satu orang, dua orang, tiga orang atau empat orang. Dengan tandu - tandu khusus, tanda papan, tandu bambu/dahan, atau matras. Dengan kendaraan - darat, laut dan udara.
    Tahapan :  persiapan, pengangkatan korban ke atas tandu, pemberian selimut pada korban, tata letak korban pada tandu disesuaikan dengan luka atau cedera.Prinsip pengangkatan korban dengan tandu.
    Caranya : harus secara efektif dan efisien dengan dua langkah pokok yaitu  gunakan alat tubuh (paha, bahu, panggul), dan beban serapat mungkin dengan tubuh korban. Sikap mengangkat,  usahakan dalam posisi rapi dan seimbang untuk menghindari cedera.  Posisi siap angkat dan jalan, umumnya  posisi kaki korban berada di depan dan kepala lebih tingi dari kaki., kecuali  menaik - bila tungkai tidak cedera dan menurun - bila tungkai luka atau hipotermia. Mengangkut ke samping - memasukan ke ambulan kecuali dalam keadaan tertentu-kaki lebih tinggi dalam keadaan shock.

     Contoh cara mengangkat dan mengevakuasi korban :

    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di satu sisi - tangan berada di bawah badan korban. Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 3 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi orang ke dua berada di tengah.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Cara mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 4 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar lebih kuat menahan beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Dapat pula  mengangkat dan mengevakuasi korban dengan 6 orang yang berada di sisi berlainan, tangan berada di bawah badan korban dan saling berpegangan.Posisi penolong saling berhadapan di kedua sisi korban - agar kuat menahan  beban.   Perhatikan posisi kaki dan cera berdiri hingga siap berjalan membawa pasien. Agar tiga orang penolong dapat bergerak secara serempak maka disarankan salah satu diantaranya agar dapat berperan memberi aba-aba secara pelahan.


    Mengevakuasi dengan Tandu :


    Gambar 1 : adalah cara mengangkat penderita dengan kain sprei, perhatikan posisi 
    korban yang tengkurap - terutama jika ada kecurigaan patah tulang punggung.
    Gambar 2 : posisi penolong yang berjumlah 4 orang pada waktu berjalan 
    membawa korban dengan tandu.


    Beragam cara untuk membuat tandu :



    Nah, seperti itulah cara evakuasi dan mengangkat korbanyang benar. Tidak ada salahnya kita belajar cara evakuasi dan mengangkat korban dengan benar, karena tidak ada yang dirugikan dalam kasus mempelajari ini apa lagi dengan prakteknya.



    Minggu, 11 November 2018


    Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki tanaman ini dan memeliharanya di halamannya. Namun sebenarnya tanaman hias beracun ini yang memiliki nama latin dieffenbachia menyimpan racun yang berbahaya.
    Racun ini tersimpan dalam getahnya. Jika saja tangan Anda menyentuhnya, efek yang ditimbulkan adalah gatal-gatal dan bahkan kejang bisa terasa.
    Kejang pada bibir dan lidah, tepatnya, dapat mengakibatkan kesulitan bernapas tetapi sangat jarang sampai mengakibatkan kematian. Untuk mengakibatkan kematian memang butuh dosis yang besar dari tanaman ini. Akan tetapi, Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel dan berbentuk jarum. Sel-sel tanaman Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat kristal berbentuk jarum yang disebut raphides (rafida). Jika daun dikunyah, kristal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar sementara dan eritema. Pengunyahan dan menelan biasanya menghasilkan gejala ringan saja.

    Dengan anak-anak dan hewan peliharaan, kontak dengan dieffenbachia (biasanya dari mengunyah) dapat menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan, termasuk mati rasa intens, iritasi mulut, air liur berlebihan, dan pembengkakan lokal. Namun, efek ini jarang mengancam jiwa.
    Namun, dari sekian banyak bahaya yang ditimbulkan, di Filipina, tanaman  Dieffenbachia sedang dipelajari, peneliti telah menemukan bahwa tanaman Dieffenbachia  mengandung bahan aktif yang menyebabkan potensi efek antiangiogenic untuk pengobatan kanker. Anti angiogenesis merupakan proses yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah baru dalam tubuh.

    Antiangiogenesis mengontrol penyebaran sel-sel tumor dalam tubuh dengan menonaktifkan transportasi nutrisi ke sel-sel kanker. Biasanya, tumor dimulai dari satu sel tunggal dan membelah untuk membuat sel-sel kanker lebih. Pertumbuhan sel-sel ganas akan tergantung pada ketersediaan nutrisi tertentu yang diangkut oleh pembuluh darah.

    Temuan penelitian mengklaim bahwa kemampuan Dieffenbachia   untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah dan perkembangannya dapat mungkin digunakan dalam formulasi obat anti-kanker untuk membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh manusia.

    Daun Bahagia

    Posted at  22.12  |  in  daun  |  Read More»


    Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki tanaman ini dan memeliharanya di halamannya. Namun sebenarnya tanaman hias beracun ini yang memiliki nama latin dieffenbachia menyimpan racun yang berbahaya.
    Racun ini tersimpan dalam getahnya. Jika saja tangan Anda menyentuhnya, efek yang ditimbulkan adalah gatal-gatal dan bahkan kejang bisa terasa.
    Kejang pada bibir dan lidah, tepatnya, dapat mengakibatkan kesulitan bernapas tetapi sangat jarang sampai mengakibatkan kematian. Untuk mengakibatkan kematian memang butuh dosis yang besar dari tanaman ini. Akan tetapi, Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel dan berbentuk jarum. Sel-sel tanaman Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat kristal berbentuk jarum yang disebut raphides (rafida). Jika daun dikunyah, kristal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar sementara dan eritema. Pengunyahan dan menelan biasanya menghasilkan gejala ringan saja.

    Dengan anak-anak dan hewan peliharaan, kontak dengan dieffenbachia (biasanya dari mengunyah) dapat menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan, termasuk mati rasa intens, iritasi mulut, air liur berlebihan, dan pembengkakan lokal. Namun, efek ini jarang mengancam jiwa.
    Namun, dari sekian banyak bahaya yang ditimbulkan, di Filipina, tanaman  Dieffenbachia sedang dipelajari, peneliti telah menemukan bahwa tanaman Dieffenbachia  mengandung bahan aktif yang menyebabkan potensi efek antiangiogenic untuk pengobatan kanker. Anti angiogenesis merupakan proses yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah baru dalam tubuh.

    Antiangiogenesis mengontrol penyebaran sel-sel tumor dalam tubuh dengan menonaktifkan transportasi nutrisi ke sel-sel kanker. Biasanya, tumor dimulai dari satu sel tunggal dan membelah untuk membuat sel-sel kanker lebih. Pertumbuhan sel-sel ganas akan tergantung pada ketersediaan nutrisi tertentu yang diangkut oleh pembuluh darah.

    Temuan penelitian mengklaim bahwa kemampuan Dieffenbachia   untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah dan perkembangannya dapat mungkin digunakan dalam formulasi obat anti-kanker untuk membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh manusia.

    Minggu, 04 November 2018

    Coba kalian bayangkan kalau kalian ada didalam hutan, dan kompas kalian nggak berfungsi. panik nggak? Pastinya panik dong. Kalian nggak usah panik, kalian masih bisa bernavigasi dengan bantuan benda sekitar dan petunjuk alam kok. Apa saja benda dan petunjuk alam itu ? Kita akan membahasnya disini.
    Benda dan petunjuk alam yang bisa kalian manfaatkan ialah :

    1) Tanda Alam, misalnya :
    kuburan Islam, yang mana bagian kepala selalu menghadap Utara
    masjid menghadap kiblat ( di Indonesia kiblat mengarah ke barat laut)
    bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur, karena sinar matahari yang belum terik di pagi hari

    2) Bayangan
    Selama ada cahaya matahari ada 2 cara yang bisa kalian lakukan, yaitu :
    a. Cara pertama
    Pada lokasi datar dan terbuka, tancapkan tongkat ±1m ke dalam tanah, usahakan selurus mungkin. Tandai bayangan sebagai satu titik. Tunggu sekitar 15 menit dan tandai lagi bayangannya yang baru. Hubungkan antara kedua titik dan garis yang akan menunjukkan arah barat ( titik 1) dan arah timur (titik 1) dari sini akan menemukan arah Utara Selatan
    b. Cara kedua
    Cara ini lebih teliti namun memerlukan waktu yang lama. Tanda bayangan 1 didapat pada waktu pagi hari. Gambarkan busur dari satu titik dengan tongkat sebagai pusatnya. Pada siang hari, bayangan akan memendek dan saat sore akan memanjang kembali.

    3) Bantuan arloji analog
    Jika berada di daerah Utara ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan jarum pendek ke arah matahari, garis tengah pembagi antara jarum pendek dan angka 12 adalah arah Utara.
    Jika berada di selatan ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan angka 12 ke arah matahari. Garis tengah pembagi antara angka 12 dan jarum pendek merupakan arah Utara.

    4) Perbintangan
    - perhatikan arah bulan, bintang, dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat.
    - perhatikan rasi bintang crux ( bintang salib / gubug penceng). Perpanjangan garis diagonal yang memotong langit adalah selatan.
    - perhatikan planet Merkurius yang menyala terang di pagi hari berada di sisi timur ( disebut bintang timur, atau lintang panjer Rino/esuk)
    - perhatikan planet mars yang menyala terang di sore hari berada di sisi barat
    ( Disebut bintang sore atau lintang panjer sore)

    Nah, sekarang kalian nggak perlu panik lagi kan kalau semisal kompas kalian rusak di tengah hutan ? Sudah nggak jaman lagi dong teriak-teriak atau menangis di alam lepas karena kompas rusak. Kalian  adalah pemuda generasi bangsa yang diharapkan bisa menciptakan inovasi-inovasi gemilang.  Tuhan ciptakan alam ini untuk membantu kita. Jadi, sebenarnya alam kita banyak manfaatnya. Jika kalian berbaik laku, alam akan ikut berpadu denganmu. Jika kau menganggapnya sahabat, alam akan bersahabat pula. Beberapa contoh di atas dapat membantu cinta kalian pada alam semakin membara. Tak perlu khawatir tak perlu risau, alam selalu bersahabat.

    Tanpa Kompas, Alam pun Bersahabat

    Posted at  20.59  |  in    |  Read More»

    Coba kalian bayangkan kalau kalian ada didalam hutan, dan kompas kalian nggak berfungsi. panik nggak? Pastinya panik dong. Kalian nggak usah panik, kalian masih bisa bernavigasi dengan bantuan benda sekitar dan petunjuk alam kok. Apa saja benda dan petunjuk alam itu ? Kita akan membahasnya disini.
    Benda dan petunjuk alam yang bisa kalian manfaatkan ialah :

    1) Tanda Alam, misalnya :
    kuburan Islam, yang mana bagian kepala selalu menghadap Utara
    masjid menghadap kiblat ( di Indonesia kiblat mengarah ke barat laut)
    bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur, karena sinar matahari yang belum terik di pagi hari

    2) Bayangan
    Selama ada cahaya matahari ada 2 cara yang bisa kalian lakukan, yaitu :
    a. Cara pertama
    Pada lokasi datar dan terbuka, tancapkan tongkat ±1m ke dalam tanah, usahakan selurus mungkin. Tandai bayangan sebagai satu titik. Tunggu sekitar 15 menit dan tandai lagi bayangannya yang baru. Hubungkan antara kedua titik dan garis yang akan menunjukkan arah barat ( titik 1) dan arah timur (titik 1) dari sini akan menemukan arah Utara Selatan
    b. Cara kedua
    Cara ini lebih teliti namun memerlukan waktu yang lama. Tanda bayangan 1 didapat pada waktu pagi hari. Gambarkan busur dari satu titik dengan tongkat sebagai pusatnya. Pada siang hari, bayangan akan memendek dan saat sore akan memanjang kembali.

    3) Bantuan arloji analog
    Jika berada di daerah Utara ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan jarum pendek ke arah matahari, garis tengah pembagi antara jarum pendek dan angka 12 adalah arah Utara.
    Jika berada di selatan ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan angka 12 ke arah matahari. Garis tengah pembagi antara angka 12 dan jarum pendek merupakan arah Utara.

    4) Perbintangan
    - perhatikan arah bulan, bintang, dan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat.
    - perhatikan rasi bintang crux ( bintang salib / gubug penceng). Perpanjangan garis diagonal yang memotong langit adalah selatan.
    - perhatikan planet Merkurius yang menyala terang di pagi hari berada di sisi timur ( disebut bintang timur, atau lintang panjer Rino/esuk)
    - perhatikan planet mars yang menyala terang di sore hari berada di sisi barat
    ( Disebut bintang sore atau lintang panjer sore)

    Nah, sekarang kalian nggak perlu panik lagi kan kalau semisal kompas kalian rusak di tengah hutan ? Sudah nggak jaman lagi dong teriak-teriak atau menangis di alam lepas karena kompas rusak. Kalian  adalah pemuda generasi bangsa yang diharapkan bisa menciptakan inovasi-inovasi gemilang.  Tuhan ciptakan alam ini untuk membantu kita. Jadi, sebenarnya alam kita banyak manfaatnya. Jika kalian berbaik laku, alam akan ikut berpadu denganmu. Jika kau menganggapnya sahabat, alam akan bersahabat pula. Beberapa contoh di atas dapat membantu cinta kalian pada alam semakin membara. Tak perlu khawatir tak perlu risau, alam selalu bersahabat.

    Senin, 29 Oktober 2018


    Haloo….pada tau tali temali nggak nih ? Ternyata tali temali itu banyak sekali bentuk-bentuknya.Ini nih aku kasih tau fungsi dan caranya.

    1.      Pangkal ---> mengikat tali pada tiang atau pohon.
    Hasil gambar untuk simpul pangkal

    2. Jangkar ---> mengikat tali pada tiang atau pohon
    Hasil gambar untuk simpul jangkar

    3. Kambing ---> mengikat tanpa menjerat
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    4. Mati ---> menyambung 2 tali sema besar dan tidak licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    5. Nelayan ---> menyambung 2 tali sama besar dan licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    6. Anyam tunggal---> menyambung 2 tali tidak sama besar dan tidak licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.


    7. Anyam Ganda ---> menyambung 2 tali tidak sama besar dan licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.



    8. Delapan ---> mengikat tanpa menjerat, bisa digunakan untuk anchor dan simpul pada harness (tali jiwa)

    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia. 


    9. Delapan Ganda ---> mengikat tanpa menjerat, bisa digunakan untuk anchor dan simpul pada harness (tali jiwa)
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    10. Kelinci ---> mengikat tanpa menjerat, bisa digunakan untuk anchor dan simpul pada harness
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    11. Kupu-kupu ---> mengamankan friksi

    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia. 
    12. Cleaning ---> melepas anchor
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    13. Pita ---> menyambung webbing
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.




    Tali Temali

    Posted at  20.55  |  in    |  Read More»


    Haloo….pada tau tali temali nggak nih ? Ternyata tali temali itu banyak sekali bentuk-bentuknya.Ini nih aku kasih tau fungsi dan caranya.

    1.      Pangkal ---> mengikat tali pada tiang atau pohon.
    Hasil gambar untuk simpul pangkal

    2. Jangkar ---> mengikat tali pada tiang atau pohon
    Hasil gambar untuk simpul jangkar

    3. Kambing ---> mengikat tanpa menjerat
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    4. Mati ---> menyambung 2 tali sema besar dan tidak licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    5. Nelayan ---> menyambung 2 tali sama besar dan licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    6. Anyam tunggal---> menyambung 2 tali tidak sama besar dan tidak licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.


    7. Anyam Ganda ---> menyambung 2 tali tidak sama besar dan licin
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.



    8. Delapan ---> mengikat tanpa menjerat, bisa digunakan untuk anchor dan simpul pada harness (tali jiwa)

    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia. 


    9. Delapan Ganda ---> mengikat tanpa menjerat, bisa digunakan untuk anchor dan simpul pada harness (tali jiwa)
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    10. Kelinci ---> mengikat tanpa menjerat, bisa digunakan untuk anchor dan simpul pada harness
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    11. Kupu-kupu ---> mengamankan friksi

    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia. 
    12. Cleaning ---> melepas anchor
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.

    13. Pita ---> menyambung webbing
    Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.





    Tas carier adalah kebutuhan pokok bagi para pendaki gunung. Bagi kalian yang bingung pilih tas carier ini penjelasannya. Tas carier yang digunakan oleh pendaki tidak boleh sembarang tas. Tas carier yang digunakan harus sesuai dengan kita agar tidak mengurangi kenyamanan saat mendaki. Berikut adalah tips untuk memilih tas carier.

    1. Bahan

    Bahan dari tas carier itu sendiri harus diperhatikan untuk tingkat keawetan dari tas itu sendiri. Tas carier dipasaran umumnya mempunyai bahan polyester, nilon, dan condura. Dari 3 bahan tadi yang paling tahan dari gesekan dan rembesan air adalah condura. Namun di pasaran tas dengan bahan condura memang agak mahal sih tapi ada harga ada barang sob.

    2. Ukuran
    Dipasaran tas carier memiliki ukuran yang beragam mulai dari 30-100 L. Tapi pernah kebayang ga sih ukuran carier kok banyak buat apa? Jadi sebenarnya carier kapasitas carier dipasaran itu tidak sembarangan, ukuran carier dibuat untuk kebutuhan seberapa lama kita melakukan perjalanan pendakian di gunung jadi seperti ini untuk 1-3 malam kita Cuma perlu kapasitas 30-55 L kalau 3-5 malam kita perlu 60-75 L kalau kita mendaki lebih dari 5 malam kita perlu 80L keatas gitu sob.

    3. Kenyamanan
    Kenyamanan kita yang tahu ya kita sendiri kan. Nah maka dari itu kalau membeli tas carier pilihlah yang punya ukuran punggung sesuai punggung kita. Ini bermanfaat sekali biar beban yang ada di tas bisa benar benar di distribusi ke tubuh dengan baik karena pada dasarnya tas carier membagi beban tas menjadi 3 yaitu bahu, punggung dan panggul. Selain itu untuk mendukung kenyamanan lagi sebisa mungkin pilihlah ta scarier yang punya frame kuat dan cocok dengan lekuk punggung kita. tapi jaman yang sudah modern ini udah banyak beredar tas carier yang frame dan ukuran punggungnya bisa disesuaikan sesuai kemauan kita.

    4. Fitur
    Kalau mau beli tas carier carilah yang banyak fiturnya seperti peluit,kompas,waterbladder compartment, sleeping bag compartment, side pocket, belt yang bisa diatur, water resist, tracking pole pocket dan lain lain. Fitur fitur ini tentunya sangat berguna banget buat kita para pendaki agar memudahkan perjalanan kita

    Tas Carrier

    Posted at  19.33  |  in    |  Read More»


    Tas carier adalah kebutuhan pokok bagi para pendaki gunung. Bagi kalian yang bingung pilih tas carier ini penjelasannya. Tas carier yang digunakan oleh pendaki tidak boleh sembarang tas. Tas carier yang digunakan harus sesuai dengan kita agar tidak mengurangi kenyamanan saat mendaki. Berikut adalah tips untuk memilih tas carier.

    1. Bahan

    Bahan dari tas carier itu sendiri harus diperhatikan untuk tingkat keawetan dari tas itu sendiri. Tas carier dipasaran umumnya mempunyai bahan polyester, nilon, dan condura. Dari 3 bahan tadi yang paling tahan dari gesekan dan rembesan air adalah condura. Namun di pasaran tas dengan bahan condura memang agak mahal sih tapi ada harga ada barang sob.

    2. Ukuran
    Dipasaran tas carier memiliki ukuran yang beragam mulai dari 30-100 L. Tapi pernah kebayang ga sih ukuran carier kok banyak buat apa? Jadi sebenarnya carier kapasitas carier dipasaran itu tidak sembarangan, ukuran carier dibuat untuk kebutuhan seberapa lama kita melakukan perjalanan pendakian di gunung jadi seperti ini untuk 1-3 malam kita Cuma perlu kapasitas 30-55 L kalau 3-5 malam kita perlu 60-75 L kalau kita mendaki lebih dari 5 malam kita perlu 80L keatas gitu sob.

    3. Kenyamanan
    Kenyamanan kita yang tahu ya kita sendiri kan. Nah maka dari itu kalau membeli tas carier pilihlah yang punya ukuran punggung sesuai punggung kita. Ini bermanfaat sekali biar beban yang ada di tas bisa benar benar di distribusi ke tubuh dengan baik karena pada dasarnya tas carier membagi beban tas menjadi 3 yaitu bahu, punggung dan panggul. Selain itu untuk mendukung kenyamanan lagi sebisa mungkin pilihlah ta scarier yang punya frame kuat dan cocok dengan lekuk punggung kita. tapi jaman yang sudah modern ini udah banyak beredar tas carier yang frame dan ukuran punggungnya bisa disesuaikan sesuai kemauan kita.

    4. Fitur
    Kalau mau beli tas carier carilah yang banyak fiturnya seperti peluit,kompas,waterbladder compartment, sleeping bag compartment, side pocket, belt yang bisa diatur, water resist, tracking pole pocket dan lain lain. Fitur fitur ini tentunya sangat berguna banget buat kita para pendaki agar memudahkan perjalanan kita

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top