• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Selasa, 16 Januari 2018

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Disaat Mendaki Gunung


    Akhir-akhir ini, mendaki gunung telah menjadi hobi baru  yang banyak disenangi kalangan muda. Kecintaan pada alam kadang menjadi alasan mengapa orang senang mendaki gunung. Tapi, ada juga orang yang mendaki gunung karena ikut-ikutan & sebuah foto.

    Padahal, mendaki gunung tidak semudah yang dipikirkan. Berikut hal-hal yg harus diperhatikan disaat mendaki gunung.

    1. PENDAKI HARUS MEMILIKI WAWASAN LUAS.
    Untuk berhasil mencapai puncak gunung, tentunya diperlukan pengetahuan mendetail mengenai rute & kondisi jalur yang akan ditempuh. Maka dr itu, sblm menuju puncak, pendaki harus mempelajari terlebih dahulu medan yg akan ditempuh. Selain itu, pendaki jg harus memiliki pengetahuan mengenai langkah2 keselamatan.

    2. PEDULI TERHADAP TEMAN.
    Saat mendaki gunung, biasanya cenderung pergi bersama kelompok atau teman-temannya. Tidak selamanya perjalanan mendaki berlangsung mulus. Bisa saja ada teman yang sakit, terjatuh, atau masalah lainnya. Disaat inilah pendaki dituntut untuk memiliki kepedulian terhadap teman mendakinya.

    3. BISA MEMECAHKAN MASALAH.
    Ketika suatu kelompok melakukan pendakian bersama, penting memiliki sikap keterbukaan. Mereka hrs mengungkapkan apapun yg ada di pikirannya sehingga jika ada masalah bisa dipecahkan secara bersama-sama. Hal paling utama yg hrs diperhatikan ketika mendaki secara bersama-sama adl adanya kerja sama & sifat gotong royong.

    4. SADAR AKAN KEMAMPUAN DIRI.
    Dlm pendakian, kondisi tubuh tidak ada yg bisa menebak. Jika di tengah jalan tiba-tiba kondisi seorang pendaki drop & tidak bisa melanjutkan perjalanan, ada baiknya dia tdk memaksakan diri. Sebab, jika tetap memaksakan yang ada malah menyusahkan dirinya sendiri & teman perjalanannya.
    (Semoga bermanfaat) .








    sumber
    kamiparapendaki
    https://www.instagram.com/p/BcT6dOhncRE/
    doc. pribadi
    Posted at  20.37  |  in    |  Read More»

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Disaat Mendaki Gunung


    Akhir-akhir ini, mendaki gunung telah menjadi hobi baru  yang banyak disenangi kalangan muda. Kecintaan pada alam kadang menjadi alasan mengapa orang senang mendaki gunung. Tapi, ada juga orang yang mendaki gunung karena ikut-ikutan & sebuah foto.

    Padahal, mendaki gunung tidak semudah yang dipikirkan. Berikut hal-hal yg harus diperhatikan disaat mendaki gunung.

    1. PENDAKI HARUS MEMILIKI WAWASAN LUAS.
    Untuk berhasil mencapai puncak gunung, tentunya diperlukan pengetahuan mendetail mengenai rute & kondisi jalur yang akan ditempuh. Maka dr itu, sblm menuju puncak, pendaki harus mempelajari terlebih dahulu medan yg akan ditempuh. Selain itu, pendaki jg harus memiliki pengetahuan mengenai langkah2 keselamatan.

    2. PEDULI TERHADAP TEMAN.
    Saat mendaki gunung, biasanya cenderung pergi bersama kelompok atau teman-temannya. Tidak selamanya perjalanan mendaki berlangsung mulus. Bisa saja ada teman yang sakit, terjatuh, atau masalah lainnya. Disaat inilah pendaki dituntut untuk memiliki kepedulian terhadap teman mendakinya.

    3. BISA MEMECAHKAN MASALAH.
    Ketika suatu kelompok melakukan pendakian bersama, penting memiliki sikap keterbukaan. Mereka hrs mengungkapkan apapun yg ada di pikirannya sehingga jika ada masalah bisa dipecahkan secara bersama-sama. Hal paling utama yg hrs diperhatikan ketika mendaki secara bersama-sama adl adanya kerja sama & sifat gotong royong.

    4. SADAR AKAN KEMAMPUAN DIRI.
    Dlm pendakian, kondisi tubuh tidak ada yg bisa menebak. Jika di tengah jalan tiba-tiba kondisi seorang pendaki drop & tidak bisa melanjutkan perjalanan, ada baiknya dia tdk memaksakan diri. Sebab, jika tetap memaksakan yang ada malah menyusahkan dirinya sendiri & teman perjalanannya.
    (Semoga bermanfaat) .








    sumber
    kamiparapendaki
    https://www.instagram.com/p/BcT6dOhncRE/
    doc. pribadi

    Senin, 08 Januari 2018

    Wall Climbing



    Halo guyss!!! Siapa yang bilang cuma spiderman yang bisa panjat dinding? Kamu juga bisa kok kalau ikut olahraga yang namanya wall climbing. Apalagi ikutnya sama paresmapa. Olahraga ini sangat digemari oleh anak – anak remaja jaman sekarang.  Banyak orang bilang kalau wall climbing itu olahraga ekstrim yang manjat – manjat gak jelas, padahal banyak manfaat yang didapat dari olahraga wall climbing ini. Namun, sebelum membahas lebih lanjut mengenai wall climbing ini dengan paresmapa, kita harus tahu dulu sejarah wall climbing.
    Sejarah Wall Climbing
    Olahraga wall climbing pertama kali muncul di Inggris. Wall climbing adalah olahraga ekstrim memanjat dinding buatan menyerupai tebing-tebing dan dilengkapi dengan bebatuan buatan untuk pijakan kaki dan tangan.
    Konsep dinding buatan sendiri diciptakan pertama kali di Inggris. Dinding buatan pertama kali dibuat di tahun 1946 oleh Don Robinson, seorang dosen di bidang pendidikan fisika, dengan meletakkan bebatuan segenggaman tangan menempel ke dinding koridor. Dinding buatan pertama kali dikomersilkan di Sheffield, Inggris. Kota tersebut juga merupakan pusat dari olahraga wall climbing di Inggris.
    Jadi, pasti semua yang baca artikel ini pada pengen kan ikut wall climbing? Apalagi ikutnya sama paresmapa!!! Jadi, paresmapa itu kepanjangan dari pencinta alam remaja SMA N 1 Pati. Bakal seru deh pokoknya kalau ikutnya sama paresmapa. Paresmapa itu kegiatannya nggak hanya naik turun gunung, tapi banyak kegiatan – kegiatan dan pengetahuan yang kita peroleh dari paresmapa. Salah satu kegiatan itu yaitu wall climbing.
     Eiits,, jangan berpikiran kalau wall climbing nya sama paresmapa itu gak aman!! Tenang saja, insyaallah aman. Soalnya anggota dari paresmapa udah terlatih kok. Biasanya kalau latihan wall climbing bertempat di stadiun Joyo Kusuma. Untuk tahun  ini, paresmapa akan mengadakan wall climping di dekat wisata terkenal di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen yaitu Gua Pancur. Jadi, paresmapa akan mengadakan wall climbing disekitar wisata tersebut. Seru kan! So, pastilah Paresmapa! Udah nggak ragu lagi kan kalau wall climbingnya ikut paresmapa. Dijamin bakal pengen ikutan terus.
    Oh, iya sebelum melakukan kegiatan wall climbing nanti akan ada himbauan dari anggota paresmapa , bagaimana cara memanjat yang benar, pegangan tangan, pijakan kaki, dan lain- lain. Bagian yang terpenting sebelum praktek wall climbing yaitu berdo’a terlebih dahulu dan melakukan pemanasan. Pemanasan ini dilakukan agar tidak terjadi cedera pada si pemanjat. Setelah pemanasan, langsung deh praktek wall climbing. Gimana nih?? Masih ragu mau ikut wall climbing dengan paresmapa? Dijamin nyesel deh kalau nggak ikutan!! Jadi, Ayo pada ikutan wall climbing sama paresmapa!! PARESMAPA ... JAYA! JAYA! JAYA!





    Posted at  05.23  |  in    |  Read More»

    Wall Climbing



    Halo guyss!!! Siapa yang bilang cuma spiderman yang bisa panjat dinding? Kamu juga bisa kok kalau ikut olahraga yang namanya wall climbing. Apalagi ikutnya sama paresmapa. Olahraga ini sangat digemari oleh anak – anak remaja jaman sekarang.  Banyak orang bilang kalau wall climbing itu olahraga ekstrim yang manjat – manjat gak jelas, padahal banyak manfaat yang didapat dari olahraga wall climbing ini. Namun, sebelum membahas lebih lanjut mengenai wall climbing ini dengan paresmapa, kita harus tahu dulu sejarah wall climbing.
    Sejarah Wall Climbing
    Olahraga wall climbing pertama kali muncul di Inggris. Wall climbing adalah olahraga ekstrim memanjat dinding buatan menyerupai tebing-tebing dan dilengkapi dengan bebatuan buatan untuk pijakan kaki dan tangan.
    Konsep dinding buatan sendiri diciptakan pertama kali di Inggris. Dinding buatan pertama kali dibuat di tahun 1946 oleh Don Robinson, seorang dosen di bidang pendidikan fisika, dengan meletakkan bebatuan segenggaman tangan menempel ke dinding koridor. Dinding buatan pertama kali dikomersilkan di Sheffield, Inggris. Kota tersebut juga merupakan pusat dari olahraga wall climbing di Inggris.
    Jadi, pasti semua yang baca artikel ini pada pengen kan ikut wall climbing? Apalagi ikutnya sama paresmapa!!! Jadi, paresmapa itu kepanjangan dari pencinta alam remaja SMA N 1 Pati. Bakal seru deh pokoknya kalau ikutnya sama paresmapa. Paresmapa itu kegiatannya nggak hanya naik turun gunung, tapi banyak kegiatan – kegiatan dan pengetahuan yang kita peroleh dari paresmapa. Salah satu kegiatan itu yaitu wall climbing.
     Eiits,, jangan berpikiran kalau wall climbing nya sama paresmapa itu gak aman!! Tenang saja, insyaallah aman. Soalnya anggota dari paresmapa udah terlatih kok. Biasanya kalau latihan wall climbing bertempat di stadiun Joyo Kusuma. Untuk tahun  ini, paresmapa akan mengadakan wall climping di dekat wisata terkenal di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen yaitu Gua Pancur. Jadi, paresmapa akan mengadakan wall climbing disekitar wisata tersebut. Seru kan! So, pastilah Paresmapa! Udah nggak ragu lagi kan kalau wall climbingnya ikut paresmapa. Dijamin bakal pengen ikutan terus.
    Oh, iya sebelum melakukan kegiatan wall climbing nanti akan ada himbauan dari anggota paresmapa , bagaimana cara memanjat yang benar, pegangan tangan, pijakan kaki, dan lain- lain. Bagian yang terpenting sebelum praktek wall climbing yaitu berdo’a terlebih dahulu dan melakukan pemanasan. Pemanasan ini dilakukan agar tidak terjadi cedera pada si pemanjat. Setelah pemanasan, langsung deh praktek wall climbing. Gimana nih?? Masih ragu mau ikut wall climbing dengan paresmapa? Dijamin nyesel deh kalau nggak ikutan!! Jadi, Ayo pada ikutan wall climbing sama paresmapa!! PARESMAPA ... JAYA! JAYA! JAYA!





    PENGALAMAN MUNCAK DI PUNCAK 29


    Pada postingan saya kali ini saya akan berbagi pengalaman muncak di perbukitan Wukir Rahtawu (puncak 29) gunung muruia Kudus jawa tengah.  Rahtawu sebenarnya adalah nama desa di lereng gunung muria yang masuk dalam kecamatan gebog, bagi masyarakat kudus dikenal bahwa desa ini menyimpan banyak misteri.
    Puncak 29 memiliki ketinggian 1.602 mdpl. Jalur pendakian menuju puncak 29 ini ada dua yaitu jalur rahtawu dan jalur tempur.
    Pendakian ini kami lakukan pada sabtu 30 januari 2018. Kami berangkat dari salah satu masjid Baitul Qodir, desa puri kecamatan Pati (samping SMA N 1 Pati) sekitar pukul 07.00 WIB. Kami berangkat menggunkan sepeda motor. Anggotanya yaitu terdiri dari saya (ika), isna, galuh, mamah (aprilia), ana, intan, mas fikru, mas yandi, mas ajik, anung, dan faza. Di tengah-tengah perjalanan kami berhenti di salah satu daerah kudus untuk menunggu anggota lain yang mau ikut yaitu mas maul. Setelah itu kami berangkat dari situ menuju desa Rahtawu. Setelah sampai di desa rahtawu kami memakirkan motor di tempat parker terdekat. Lalu kami membeli karcis senilai 3000 per orang. Setelah membeli karcis kami memulai perjalanan untuk memdaki puncak 29 ini dengan membawa tas yang berisi perbekalan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
    Sebelumnya kita juga tidak lupa untuk berdoa terlebih daluhu agar senantiasa diberi keselamatan dan selamat sampai tujuan. Di awal pendakian kita langsung disuguhi pemandangan yang hijau dan indah. Agar tidak merasa bosan atau boring dalam perjalanan kita isi dengan berbagai obrolan-obrolan lucu, yang kami tertawa. Manurut saya jalur yang kami lewati ini agak naik sehingga kami juga sering istirahat di sepanjang perjalanan untuk mengisi tenaga. Kami juga berheti di setiap pos-pos yang ada di sana. Ternyata pos di sana tersebut menyediakan jasa penginapan dan menjual berbagi macam makanan dan minuman yang hangat. Pada waktu istrahat di pos 2 mas fikru membeli kopi dan anung membeli gorengan. Sementara galuh mulai lemas karena ia merasa lapar.
    Setelah dari pos 2 kami melanjutkan perjalanan. Dan seperti biasa kami sering istirahat di jalan apabila kita merasa capek karena medannya naik. Jadi seolah-olah tenaga kami habis dan sanagat merasa lelah. Kami menuju ke sendang buton terlebih dahulu karena menurut pengalaman mas yandi di sana ada mushola yang dapat di gunakan untuk tempat istirahat dan sholat.
    Dan tidak begitu lama kami sudah sampai di sendang buton. Di sana kami beristirahat dan membeli makanan serta mengisis persediaan air kami. Setelah waktu istirahat kami rasa sudah cukup, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Dari dendang buton tersebut jalan yang kami tempuh lumayan datar sehingga kami tidak terlalu capek. Tapi semakin mendekati puncak jalanya semakin naik dan banyak batuan-batuan, sehingga agak sulit di lalui.
    Setelah melewati itu semua akhirnya kami sampai di puncak 29 yang ditandai dengan gapura merah yang seolah-olqh menyambut kita. Di sana terdapat sebuah bangunan seperti bangunan Hindu atau Budha dan di sana juga terdapat dua warung yang menyediakan tempat penginapan dan menjual makanan serta minuman. Di sana kami makan siang dengan bekal yang kami bawa dari rumah, sebagian lagi ada yang membeli makanan di warung tersebut. Kita di sana melebat capek dan bercanda-bercanda ringan. Setelah kami rasa cukup kami berfoto-foto bersama di sana.
    Setelah pukul 14.00 WIB kami packing barang-barang kami dan melanjutkan perjalanan untuk turun. Di saat perjalanan kami berjalan beriringan sambil becanda dan bernyayi bersama. Setelah itu kami singgah kembali di sendang buton untuk sholat dhuhur dan ashar. Sholatnya kami jamak karena waktu sholat dzuhur kelewat. Di sana kami cuci muka  dan melaksanakan sholat berjamah. Selanjutnya kami  melanjutkan perjalanan turun.

    Akhirnya kami sampai di tempat parkir di sana kami membeli siomay bersama-sama. Setelah itu kami melanjutkan pulang ke Pati. Kami tiba di Pati sekitar waktu 19.00 WIB.A
    Posted at  05.18  |  in    |  Read More»

    PENGALAMAN MUNCAK DI PUNCAK 29


    Pada postingan saya kali ini saya akan berbagi pengalaman muncak di perbukitan Wukir Rahtawu (puncak 29) gunung muruia Kudus jawa tengah.  Rahtawu sebenarnya adalah nama desa di lereng gunung muria yang masuk dalam kecamatan gebog, bagi masyarakat kudus dikenal bahwa desa ini menyimpan banyak misteri.
    Puncak 29 memiliki ketinggian 1.602 mdpl. Jalur pendakian menuju puncak 29 ini ada dua yaitu jalur rahtawu dan jalur tempur.
    Pendakian ini kami lakukan pada sabtu 30 januari 2018. Kami berangkat dari salah satu masjid Baitul Qodir, desa puri kecamatan Pati (samping SMA N 1 Pati) sekitar pukul 07.00 WIB. Kami berangkat menggunkan sepeda motor. Anggotanya yaitu terdiri dari saya (ika), isna, galuh, mamah (aprilia), ana, intan, mas fikru, mas yandi, mas ajik, anung, dan faza. Di tengah-tengah perjalanan kami berhenti di salah satu daerah kudus untuk menunggu anggota lain yang mau ikut yaitu mas maul. Setelah itu kami berangkat dari situ menuju desa Rahtawu. Setelah sampai di desa rahtawu kami memakirkan motor di tempat parker terdekat. Lalu kami membeli karcis senilai 3000 per orang. Setelah membeli karcis kami memulai perjalanan untuk memdaki puncak 29 ini dengan membawa tas yang berisi perbekalan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
    Sebelumnya kita juga tidak lupa untuk berdoa terlebih daluhu agar senantiasa diberi keselamatan dan selamat sampai tujuan. Di awal pendakian kita langsung disuguhi pemandangan yang hijau dan indah. Agar tidak merasa bosan atau boring dalam perjalanan kita isi dengan berbagai obrolan-obrolan lucu, yang kami tertawa. Manurut saya jalur yang kami lewati ini agak naik sehingga kami juga sering istirahat di sepanjang perjalanan untuk mengisi tenaga. Kami juga berheti di setiap pos-pos yang ada di sana. Ternyata pos di sana tersebut menyediakan jasa penginapan dan menjual berbagi macam makanan dan minuman yang hangat. Pada waktu istrahat di pos 2 mas fikru membeli kopi dan anung membeli gorengan. Sementara galuh mulai lemas karena ia merasa lapar.
    Setelah dari pos 2 kami melanjutkan perjalanan. Dan seperti biasa kami sering istirahat di jalan apabila kita merasa capek karena medannya naik. Jadi seolah-olah tenaga kami habis dan sanagat merasa lelah. Kami menuju ke sendang buton terlebih dahulu karena menurut pengalaman mas yandi di sana ada mushola yang dapat di gunakan untuk tempat istirahat dan sholat.
    Dan tidak begitu lama kami sudah sampai di sendang buton. Di sana kami beristirahat dan membeli makanan serta mengisis persediaan air kami. Setelah waktu istirahat kami rasa sudah cukup, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Dari dendang buton tersebut jalan yang kami tempuh lumayan datar sehingga kami tidak terlalu capek. Tapi semakin mendekati puncak jalanya semakin naik dan banyak batuan-batuan, sehingga agak sulit di lalui.
    Setelah melewati itu semua akhirnya kami sampai di puncak 29 yang ditandai dengan gapura merah yang seolah-olqh menyambut kita. Di sana terdapat sebuah bangunan seperti bangunan Hindu atau Budha dan di sana juga terdapat dua warung yang menyediakan tempat penginapan dan menjual makanan serta minuman. Di sana kami makan siang dengan bekal yang kami bawa dari rumah, sebagian lagi ada yang membeli makanan di warung tersebut. Kita di sana melebat capek dan bercanda-bercanda ringan. Setelah kami rasa cukup kami berfoto-foto bersama di sana.
    Setelah pukul 14.00 WIB kami packing barang-barang kami dan melanjutkan perjalanan untuk turun. Di saat perjalanan kami berjalan beriringan sambil becanda dan bernyayi bersama. Setelah itu kami singgah kembali di sendang buton untuk sholat dhuhur dan ashar. Sholatnya kami jamak karena waktu sholat dzuhur kelewat. Di sana kami cuci muka  dan melaksanakan sholat berjamah. Selanjutnya kami  melanjutkan perjalanan turun.

    Akhirnya kami sampai di tempat parkir di sana kami membeli siomay bersama-sama. Setelah itu kami melanjutkan pulang ke Pati. Kami tiba di Pati sekitar waktu 19.00 WIB.A

    Senin, 01 Januari 2018

    HARENDONG DAN MANFAATNYA

    herendong
    Tahukah kalian dengan tanaman Harendong/Melastoma Affine? Tumbuhan perdu epifit dengan ketinggian 0,5 – 1,5 m dan  memiliki ranting yang berbuku buku tebal ini hidup di dataran tinggi, tetapi bisa ditemui di daerah dataran rendah di hutan berlumut yang terbuka dan di tepi hutan pada ketinggian 1500-2400 mdpl.

    Pemakaian Harendong untuk Berbagai Penyakit
    Ø  Mimisan
    Ambil dan bersihkan daun Harendong, kemudian gulung dan masukkan ke dalam lubang hidung supaya pendarahan berhenti.

    Ø  Sariawan
    Cuci daun Harendong sampai bersih. Kemudian, bilas dengan air matang. Setelah dibilas, kunyah daun Harendong dengan campuran sedikit garam dan telanlah.

    Ø  Bisul
    Rebus daun Harendong lalu minum, kemudian ampasnya ditempelkan pada bisul.

    Ø  Diare
    Cukup minum rebusan daun Hrendong yang sudah ditambah dengan garam.

    Ø  Disentri Basiler
    Rebus aseman dan daun Harendong secukupnya dengan 3 gelas air sampai mendidih. Setelah air rebusan tersebut dingin, minumlah sekaligus. Lakukan hal tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari.

    Ø  Menetralkan Racun
    Siapkan daun Harendong sekitar 60 gram untuk direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tinggal tersisa satu gelas saja. Setelah dingin, saringlah untuk diminum.
    Posted at  05.50  |  in    |  Read More»

    HARENDONG DAN MANFAATNYA

    herendong
    Tahukah kalian dengan tanaman Harendong/Melastoma Affine? Tumbuhan perdu epifit dengan ketinggian 0,5 – 1,5 m dan  memiliki ranting yang berbuku buku tebal ini hidup di dataran tinggi, tetapi bisa ditemui di daerah dataran rendah di hutan berlumut yang terbuka dan di tepi hutan pada ketinggian 1500-2400 mdpl.

    Pemakaian Harendong untuk Berbagai Penyakit
    Ø  Mimisan
    Ambil dan bersihkan daun Harendong, kemudian gulung dan masukkan ke dalam lubang hidung supaya pendarahan berhenti.

    Ø  Sariawan
    Cuci daun Harendong sampai bersih. Kemudian, bilas dengan air matang. Setelah dibilas, kunyah daun Harendong dengan campuran sedikit garam dan telanlah.

    Ø  Bisul
    Rebus daun Harendong lalu minum, kemudian ampasnya ditempelkan pada bisul.

    Ø  Diare
    Cukup minum rebusan daun Hrendong yang sudah ditambah dengan garam.

    Ø  Disentri Basiler
    Rebus aseman dan daun Harendong secukupnya dengan 3 gelas air sampai mendidih. Setelah air rebusan tersebut dingin, minumlah sekaligus. Lakukan hal tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari.

    Ø  Menetralkan Racun
    Siapkan daun Harendong sekitar 60 gram untuk direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tinggal tersisa satu gelas saja. Setelah dingin, saringlah untuk diminum.

    Cara Mendapatkan Air Saat Survival

    Air merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air bisa mengalami dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). Manusia bisa bertahan hidup kurang lebih sepuluh hari tanpa makanan. Tetapi tanpa air menusia akan sulit bertahan lebih dari tiga hari. Namun dengan adanya air kita dapat bertahan selama 3 minggu walaupun tanpa makanan
    Oleh karena itu kebutuhan akan air mutlak didapatkan oleh survivor. Untuk mendapatkan air, survivor harus pandai dalam menganalisis medan disekitarnya, mencari apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan air. Manusia memerlukan air setidaknya seperempat liter sehari untuk minum.
    Di daerah hutan tropis, sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan air. Kita bisa mendapatkan air dari sungai, mata air dan selokan kecil, genangan air di cekungan batu, dan sebagainya. Tetapi pertanyaannya apakah air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan metabolisme manusia? Maka dari itu perlu pengetahuan dalam mencari air untuk diminum dan dimasak
    Mengetahui sumber air sangat penting, karena kita dapat memprioritaskan air mana yang akan kita simpan di tempat minum untuk diminum dan air mana yang akan kita simpan di tempat air lain untuk mencuci bahan makanan kita.
    Yang tak kalah penting adalah perasaan yakin akan kebersihan air yang akan kita minum. Karena perasaan tidak yakin akan kebersihan air yang kita minum akan memberikan sugesti dan menjadikan gangguan kepada diri kita sendiri.Berikut adalah cara untuk mendapatkan air di hutan :
    1. Embun
    Gunakan kain yang mudah menyerap air dan sapukan pada tanaman yang mengembun di pagi hari.Bisa juga dengan mengikatkan kain katun di kaki lalu berjalan melewati rerumputan yang tertutup embun. Setelah kain basah, peraslah dalam wadah. Cara ini harus dilakukan pada pagi hari sebelum embun menguap oleh cahaya matahari.




    2. Kondensasi
    Carilah ranting pohon yang berdaun lebat dan lebih baik jika pohonnya juga besar. Masukkan ranting penuh daun ke kantong plastik yang diberi batu kecil untuk pemberat sebagai jalannya air. Pastikan tidak ada benda apapun yang dapat melubangi plastik sekaligus pastikan tidak ada serangga yang akan mengotori air yang terkumpul. Sisakan sedikit ruang kosong untuk udara, lalu ikat erat bagian ujung plastik. Penempatan kantung plastik harus pada bagian pohon yang mendapat sinar matahari.


    Kondensasi


    3.  Merangkap Embun
    Buatlah lubang di tanah dengan kedalaman sekitar setengah meter, lalu tutup dengan plastik dan buat bentuk mencekung ke dalam dengan memberi pemberat sebuah batu kecil. Beri pemberat di bagian pinggir agar plastik tetap pada posisinya.






    Bisa juga dilakukan dengan menaruh dedaunan hijau ke dalam lubang dan menaruh wadah air di tengah lubang. Sinar matahari akan menguapkan kandungan air dari dedaunan, untuk itu ganti dedaunan secara bertahap untuk mendapatkan air yang maksimal.





    Itu adalah 3 teknik untuk mendapatkan air selain dari tumbuhan liar. Jika saat musim hujan, buatlah penampung air dari ponco yang diatas tanah cekung berlubang untuk menadah air.




    Posted at  05.44  |  in    |  Read More»

    Cara Mendapatkan Air Saat Survival

    Air merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air bisa mengalami dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). Manusia bisa bertahan hidup kurang lebih sepuluh hari tanpa makanan. Tetapi tanpa air menusia akan sulit bertahan lebih dari tiga hari. Namun dengan adanya air kita dapat bertahan selama 3 minggu walaupun tanpa makanan
    Oleh karena itu kebutuhan akan air mutlak didapatkan oleh survivor. Untuk mendapatkan air, survivor harus pandai dalam menganalisis medan disekitarnya, mencari apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan air. Manusia memerlukan air setidaknya seperempat liter sehari untuk minum.
    Di daerah hutan tropis, sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan air. Kita bisa mendapatkan air dari sungai, mata air dan selokan kecil, genangan air di cekungan batu, dan sebagainya. Tetapi pertanyaannya apakah air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan metabolisme manusia? Maka dari itu perlu pengetahuan dalam mencari air untuk diminum dan dimasak
    Mengetahui sumber air sangat penting, karena kita dapat memprioritaskan air mana yang akan kita simpan di tempat minum untuk diminum dan air mana yang akan kita simpan di tempat air lain untuk mencuci bahan makanan kita.
    Yang tak kalah penting adalah perasaan yakin akan kebersihan air yang akan kita minum. Karena perasaan tidak yakin akan kebersihan air yang kita minum akan memberikan sugesti dan menjadikan gangguan kepada diri kita sendiri.Berikut adalah cara untuk mendapatkan air di hutan :
    1. Embun
    Gunakan kain yang mudah menyerap air dan sapukan pada tanaman yang mengembun di pagi hari.Bisa juga dengan mengikatkan kain katun di kaki lalu berjalan melewati rerumputan yang tertutup embun. Setelah kain basah, peraslah dalam wadah. Cara ini harus dilakukan pada pagi hari sebelum embun menguap oleh cahaya matahari.




    2. Kondensasi
    Carilah ranting pohon yang berdaun lebat dan lebih baik jika pohonnya juga besar. Masukkan ranting penuh daun ke kantong plastik yang diberi batu kecil untuk pemberat sebagai jalannya air. Pastikan tidak ada benda apapun yang dapat melubangi plastik sekaligus pastikan tidak ada serangga yang akan mengotori air yang terkumpul. Sisakan sedikit ruang kosong untuk udara, lalu ikat erat bagian ujung plastik. Penempatan kantung plastik harus pada bagian pohon yang mendapat sinar matahari.


    Kondensasi


    3.  Merangkap Embun
    Buatlah lubang di tanah dengan kedalaman sekitar setengah meter, lalu tutup dengan plastik dan buat bentuk mencekung ke dalam dengan memberi pemberat sebuah batu kecil. Beri pemberat di bagian pinggir agar plastik tetap pada posisinya.






    Bisa juga dilakukan dengan menaruh dedaunan hijau ke dalam lubang dan menaruh wadah air di tengah lubang. Sinar matahari akan menguapkan kandungan air dari dedaunan, untuk itu ganti dedaunan secara bertahap untuk mendapatkan air yang maksimal.





    Itu adalah 3 teknik untuk mendapatkan air selain dari tumbuhan liar. Jika saat musim hujan, buatlah penampung air dari ponco yang diatas tanah cekung berlubang untuk menadah air.




    Kamis, 14 Desember 2017

    8 Tanaman Obat Saat Survival di Hutan

     1. Tanaman Putri Malu
    Tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati insomnia, panas pada anak-anak, cacingan, dan herpes

    2.      Daun Kopi

    Dapat digunakan sebagai obat maag dan hipertensi

          3.      Tanaman Boroco



    Rebusan bijinya dapat digunakan untuk obat infeksi mata

         4.      Daun Meniran


    Daun ini dapat digunakan untuk mengobati batuk, malaria, diare, luka bakar, dan ayan

          5.      Buah Mengkudu


    Dapat digunakan untuk mengobati asma, kembung, muntah-muntah, diare, dll

          6.      Alang-alang


    Dapat digunakan sebagai pereda demam, menghentikan pendarahan, penghilang rasa haus, bengkak, mimisan, flu, dan sesak nafas

         7.      Getah Daun Jarak


    Getah digunakan sebagai obat antiseptik dan pengering luka

         8.      Ciplukan


    Dapat menyembuhkan patah tulang, bisul, keseleo, dan nyeri perut
    Posted at  12.55  |  in    |  Read More»

    8 Tanaman Obat Saat Survival di Hutan

     1. Tanaman Putri Malu
    Tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati insomnia, panas pada anak-anak, cacingan, dan herpes

    2.      Daun Kopi

    Dapat digunakan sebagai obat maag dan hipertensi

          3.      Tanaman Boroco



    Rebusan bijinya dapat digunakan untuk obat infeksi mata

         4.      Daun Meniran


    Daun ini dapat digunakan untuk mengobati batuk, malaria, diare, luka bakar, dan ayan

          5.      Buah Mengkudu


    Dapat digunakan untuk mengobati asma, kembung, muntah-muntah, diare, dll

          6.      Alang-alang


    Dapat digunakan sebagai pereda demam, menghentikan pendarahan, penghilang rasa haus, bengkak, mimisan, flu, dan sesak nafas

         7.      Getah Daun Jarak


    Getah digunakan sebagai obat antiseptik dan pengering luka

         8.      Ciplukan


    Dapat menyembuhkan patah tulang, bisul, keseleo, dan nyeri perut

    Rabu, 06 Desember 2017

    10 Jenis Ular yang Paling Mematikan

    1. Fierce Snake or Inland Taipan



              Ular yang dikenal dengan nama latin Oxyuranus microlepidotus terdapat di benua Australia. Panjang ular ini antara 1,8 - 2,5 meter. Ular ini dinobatkan sebagai ular paling berbisa di dunia. Bayangkan dengan hanya sekali gigitan ular ini mampu mengeluarkan 44 - 110 mg yang racunnya mampu membunuh 110 orang manusia dewasa atau 250.000 tikus atau setara dengan dosis racun 50 kali ular jenis King Cobra. Namun ular ini sangat pemalu dan biasanya mengelak bertemu dengan hewan lain atau manusia, kecuali jika diancam.

    2. Australian Brown Snake

               Ular dengan nama latin Pseudonaja textilis ini berhabitat di Benua Australia, Papua Nugini, dan Indonesia. Panjang ular ini antara 1,1 - 2,1 meter dan beraktifitas di siang hari. Setiap gigitan ular ini mengeluarkan sekitar 2 - 10 mg racun yang artinya mampu membunuh sekitar 100 - 200 orang per gigitan. Gejala yang ditimbulkan oleh racun ini yaitu pusing, diare, kelumpuhan, gagal jantung, bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.

    3. King Brown Snake


                 Habitat ular dengan nama latin Pseudechis australis ini tersebar di Benua Australia. Ular King Brown tercatat sebagai ular berbisa terpanjang di dunia dengan panjang 2,5 - 3 meter. Ular paling berbisa urutan ketiga ini mampu menyuntikkan racun sampai 150 mg dengan sekali gigitan, yang mana dosisnya dapat membunuh 100 orang. Sifat racunnya bersifat myotoxin yaitu melumpuhkan mangsa. Jika manusia tergigit harus segera ditangani dengan cepat dan diberi penawar racun.

    4. Saw Scaled Viper

                    Habitat ular dengan nama latin Echis carinatus ini tersebar di kawasan yang kering dan banyak terdapat di Afrika, Timur Tengah, Pakistan, India dan Sri Lanka. Panjang ular ini berkisar 38 - 80 cm dan aktif pada malam hari. Dalam satu kali gigitan ular ini mampu menyuntikkan racun antara 12 - 18 mg, dimana 5 mg mampu membunuh seorang manusia dewasa dalam waktu 12 - 24 jam setelah tergigit. Anti racun untuk ular jenis ini pun sangat langka bahkan beberapa laporan mengatakan persentase kematian orang yang tergigit mencapai 20%.

    5. Many Banded Krait



                   Habitat ular dengan nama latin Bungarus multicinctus ini tersebar di China, Taiwan, dan negara-negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Di Indonesia ular ini sering dikenal dengan nama ular weling, ular belang, ular warakas. Panjang ular ini 1 - 1,85 meter dan mampu menyuntikkan racun 4,6 - 19,4 mg per sekali gigitan. Gejala yang ditimbulkan apabila tergigit oleh ular ini yaitu terasa gatal dan mati rasa di daerah sekitar gigitan. Sekitar 1 - 6 jam kemudian korban akan merasa sesak nafas, pengelihatan yang kabur, sakit di sekujur badan, kehilangan suara, dan apabila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Seorang dokter di Myanmar dilaporkan meninggal 29 jam setelah tergigit. Beberapa laporan bahkan menyatakan bahwa tingkat kematian korban mencapai 75 - 100%.

    6
    . Tiger Snake


                     Habitat dengan ular paling berbisa keenam dengan nama latin Notechis scutatus ini tersebar di selatan dan barat Benua Australia. Panjang ular ini berkisar 0,9 - 2,9 meter dan ular ini aktif di malam hari saat suhu udara hangat. Gigitan ular ini dapat mengakibatkan kesemutan, mati rasa, dan berkeringat, kesulitan bernapas dan kelumpuhan. Beberapa laporan mengatakan bahwa tingkat kematian korban ular Tiger Snake ini mencapai 40 - 60%.

    7. Black Mamba


                   Sesuai dengan namanya yang melegenda, ular berwarna khas hitam di mulut dengan nama latin Dendroaspis polylepis merupakan ular yang paling mematikan di dunia urutan ketujuh. Habitat ular ini berada di Benua Afrika dan mempunyai panjang 2 - 3 meter. Kecepatan ular Black Mamba dapat mencapai 16 km/jam dan ketika menyuntikkan racun antara 100 - 120 mg per gigitan. Korban yang tergigit akan lumpuh dalam waktu 45 menit dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu 7 - 15 jam apabila tidak mendapat perawatan segera.

    8. King Cobra


                 Satu lagi ular yang namanya sudah melegenda dan dikenal luas di Indonesia, King Cobra (Ophiophagus hannah). Habitat ular ini terdapat di kawasan Asia Timur dan Tenggara termasuk Indonesia. King Cobra termasuk tipe ular yang agresif dan bahkan dapat memangsa ular lain yang lebih kecil. Seekor King Cobra dapat menyuntikkan racun antara 200 - 500 mg per gigitan yang cukup membunuh seekor gajah dalam waktu 1 jam. Ketika sesorang dipatuk oleh King Cobra gejala gigitan ular menyebabkan kelumpuhan, sakit yang luar biasa di seluruh tubuh, pandangan yang kabur, dan dibutuhkan antitoxin dalam jumlah yang besar untuk menangkal racun tersebut. Beberapa laporan tingkat kematian korban gigitan King Cobra mencapai 28%.

    9. Death Adder

                Di urutan kesembilan ular paling mematikan di dunia yaitu Death Adder (Acanthophis antarcticus). Habitat ular ini terdapat di Timur dan Selatan Australia dan memiliki panjang 70 - 100 cm. Ular ini dapat menyerang dengan cepat dan setelah korban terkena gigitan ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Reaksi racun Death Adder sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian jika dalam waktu 6 jam seseorang yang terkena gigitan tidak mendapat perawatan.

    10. Mojave Rattlesnake

                 Ular yang paling berbahaya di dunia yang urutan ke sepuluh dikenal di dengan nama Rattlesnake atau ular derik (Crotalus scutulatus). Ular ini mempunyai panjang 100 - 138 cm dan dikenal karena kemampuannya mengeluarkan suara dari ekornya ketika merasa terancam. Gejala setelah tergigit ular derik sesorang akan merasa kesulitan menelan dan berbicara, pandangan kabur, kelumpuhan otot, kesulitan dan kegagalan bernafas. Tingkat kematian yang disebabkan oleh ular ini antara 5 - 20%.
    Posted at  13.30  |  in    |  Read More»

    10 Jenis Ular yang Paling Mematikan

    1. Fierce Snake or Inland Taipan



              Ular yang dikenal dengan nama latin Oxyuranus microlepidotus terdapat di benua Australia. Panjang ular ini antara 1,8 - 2,5 meter. Ular ini dinobatkan sebagai ular paling berbisa di dunia. Bayangkan dengan hanya sekali gigitan ular ini mampu mengeluarkan 44 - 110 mg yang racunnya mampu membunuh 110 orang manusia dewasa atau 250.000 tikus atau setara dengan dosis racun 50 kali ular jenis King Cobra. Namun ular ini sangat pemalu dan biasanya mengelak bertemu dengan hewan lain atau manusia, kecuali jika diancam.

    2. Australian Brown Snake

               Ular dengan nama latin Pseudonaja textilis ini berhabitat di Benua Australia, Papua Nugini, dan Indonesia. Panjang ular ini antara 1,1 - 2,1 meter dan beraktifitas di siang hari. Setiap gigitan ular ini mengeluarkan sekitar 2 - 10 mg racun yang artinya mampu membunuh sekitar 100 - 200 orang per gigitan. Gejala yang ditimbulkan oleh racun ini yaitu pusing, diare, kelumpuhan, gagal jantung, bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat.

    3. King Brown Snake


                 Habitat ular dengan nama latin Pseudechis australis ini tersebar di Benua Australia. Ular King Brown tercatat sebagai ular berbisa terpanjang di dunia dengan panjang 2,5 - 3 meter. Ular paling berbisa urutan ketiga ini mampu menyuntikkan racun sampai 150 mg dengan sekali gigitan, yang mana dosisnya dapat membunuh 100 orang. Sifat racunnya bersifat myotoxin yaitu melumpuhkan mangsa. Jika manusia tergigit harus segera ditangani dengan cepat dan diberi penawar racun.

    4. Saw Scaled Viper

                    Habitat ular dengan nama latin Echis carinatus ini tersebar di kawasan yang kering dan banyak terdapat di Afrika, Timur Tengah, Pakistan, India dan Sri Lanka. Panjang ular ini berkisar 38 - 80 cm dan aktif pada malam hari. Dalam satu kali gigitan ular ini mampu menyuntikkan racun antara 12 - 18 mg, dimana 5 mg mampu membunuh seorang manusia dewasa dalam waktu 12 - 24 jam setelah tergigit. Anti racun untuk ular jenis ini pun sangat langka bahkan beberapa laporan mengatakan persentase kematian orang yang tergigit mencapai 20%.

    5. Many Banded Krait



                   Habitat ular dengan nama latin Bungarus multicinctus ini tersebar di China, Taiwan, dan negara-negara Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Di Indonesia ular ini sering dikenal dengan nama ular weling, ular belang, ular warakas. Panjang ular ini 1 - 1,85 meter dan mampu menyuntikkan racun 4,6 - 19,4 mg per sekali gigitan. Gejala yang ditimbulkan apabila tergigit oleh ular ini yaitu terasa gatal dan mati rasa di daerah sekitar gigitan. Sekitar 1 - 6 jam kemudian korban akan merasa sesak nafas, pengelihatan yang kabur, sakit di sekujur badan, kehilangan suara, dan apabila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Seorang dokter di Myanmar dilaporkan meninggal 29 jam setelah tergigit. Beberapa laporan bahkan menyatakan bahwa tingkat kematian korban mencapai 75 - 100%.

    6
    . Tiger Snake


                     Habitat dengan ular paling berbisa keenam dengan nama latin Notechis scutatus ini tersebar di selatan dan barat Benua Australia. Panjang ular ini berkisar 0,9 - 2,9 meter dan ular ini aktif di malam hari saat suhu udara hangat. Gigitan ular ini dapat mengakibatkan kesemutan, mati rasa, dan berkeringat, kesulitan bernapas dan kelumpuhan. Beberapa laporan mengatakan bahwa tingkat kematian korban ular Tiger Snake ini mencapai 40 - 60%.

    7. Black Mamba


                   Sesuai dengan namanya yang melegenda, ular berwarna khas hitam di mulut dengan nama latin Dendroaspis polylepis merupakan ular yang paling mematikan di dunia urutan ketujuh. Habitat ular ini berada di Benua Afrika dan mempunyai panjang 2 - 3 meter. Kecepatan ular Black Mamba dapat mencapai 16 km/jam dan ketika menyuntikkan racun antara 100 - 120 mg per gigitan. Korban yang tergigit akan lumpuh dalam waktu 45 menit dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu 7 - 15 jam apabila tidak mendapat perawatan segera.

    8. King Cobra


                 Satu lagi ular yang namanya sudah melegenda dan dikenal luas di Indonesia, King Cobra (Ophiophagus hannah). Habitat ular ini terdapat di kawasan Asia Timur dan Tenggara termasuk Indonesia. King Cobra termasuk tipe ular yang agresif dan bahkan dapat memangsa ular lain yang lebih kecil. Seekor King Cobra dapat menyuntikkan racun antara 200 - 500 mg per gigitan yang cukup membunuh seekor gajah dalam waktu 1 jam. Ketika sesorang dipatuk oleh King Cobra gejala gigitan ular menyebabkan kelumpuhan, sakit yang luar biasa di seluruh tubuh, pandangan yang kabur, dan dibutuhkan antitoxin dalam jumlah yang besar untuk menangkal racun tersebut. Beberapa laporan tingkat kematian korban gigitan King Cobra mencapai 28%.

    9. Death Adder

                Di urutan kesembilan ular paling mematikan di dunia yaitu Death Adder (Acanthophis antarcticus). Habitat ular ini terdapat di Timur dan Selatan Australia dan memiliki panjang 70 - 100 cm. Ular ini dapat menyerang dengan cepat dan setelah korban terkena gigitan ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Reaksi racun Death Adder sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian jika dalam waktu 6 jam seseorang yang terkena gigitan tidak mendapat perawatan.

    10. Mojave Rattlesnake

                 Ular yang paling berbahaya di dunia yang urutan ke sepuluh dikenal di dengan nama Rattlesnake atau ular derik (Crotalus scutulatus). Ular ini mempunyai panjang 100 - 138 cm dan dikenal karena kemampuannya mengeluarkan suara dari ekornya ketika merasa terancam. Gejala setelah tergigit ular derik sesorang akan merasa kesulitan menelan dan berbicara, pandangan kabur, kelumpuhan otot, kesulitan dan kegagalan bernafas. Tingkat kematian yang disebabkan oleh ular ini antara 5 - 20%.

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top