• Galeri

    Pencinta Alam Remaja SMA N 1 Pati

  • Prestasi

    Prestasi Paresmapa

  • Tentang PARESMAPA

    Sejarah

  • Artikel

    Berita Terbaru

  • Rabu, 04 September 2019

    Pulau Gede terletak di Desa Wates, Kec . Kaliori , Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pulau kecil ini memiliki pesona alam yang indah dan juga pasir putih di sekelilingnya. Saat itu PARESMAPA menyewa perahu seharga Rp.300.000,00 dengan kapasitas 12 orang setiap perahunya.
    Saat menaiki perahu kita bisa menikmati kesegaran air ombak,dan juga memfoto pemandangan pulau Gede dari kejauhan. Sesampainya di pulau kita akan diperlihatkan pasir putih bersih dan air pantai yang jernih. Menakjubkan memang, tapi saat kita berjalan menuju tengah pulau, terlihat begitu mengenaskan karena banyak sampah berserakan yang bersembunyi di bawah pasir putih. Bahkan jika kita amati lagi, terdapat popok bayi yang tergeletak berserakan di atas pasir pulau.
    Menyedihkan memang, keindahan alam hilang begitu saja karena ketidak sadaran kita sendiri. Kita memang masih bisa menikmati ke indahan alamnya,namun kita menikmati ke indahan itu bersama sampah yang ditinggalkan begitu saja oleh para manusia tak bertanggung jawab.
    Untuk kawan-kawan semua, mari kira perbaiki diri dan mencoba untuk menjaga bumi tempat tinggal kita. Bukankah kita hidup di atas bumi?? Lalu mengapa tak mau merawat bumi?? Mari berubah untuk keadaan bumi agar lebih baik lagi.





    Pulau Gede Bukan Tempat Sampah Manusia

    Posted at  20.10  |  in    |  Read More»

    Pulau Gede terletak di Desa Wates, Kec . Kaliori , Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pulau kecil ini memiliki pesona alam yang indah dan juga pasir putih di sekelilingnya. Saat itu PARESMAPA menyewa perahu seharga Rp.300.000,00 dengan kapasitas 12 orang setiap perahunya.
    Saat menaiki perahu kita bisa menikmati kesegaran air ombak,dan juga memfoto pemandangan pulau Gede dari kejauhan. Sesampainya di pulau kita akan diperlihatkan pasir putih bersih dan air pantai yang jernih. Menakjubkan memang, tapi saat kita berjalan menuju tengah pulau, terlihat begitu mengenaskan karena banyak sampah berserakan yang bersembunyi di bawah pasir putih. Bahkan jika kita amati lagi, terdapat popok bayi yang tergeletak berserakan di atas pasir pulau.
    Menyedihkan memang, keindahan alam hilang begitu saja karena ketidak sadaran kita sendiri. Kita memang masih bisa menikmati ke indahan alamnya,namun kita menikmati ke indahan itu bersama sampah yang ditinggalkan begitu saja oleh para manusia tak bertanggung jawab.
    Untuk kawan-kawan semua, mari kira perbaiki diri dan mencoba untuk menjaga bumi tempat tinggal kita. Bukankah kita hidup di atas bumi?? Lalu mengapa tak mau merawat bumi?? Mari berubah untuk keadaan bumi agar lebih baik lagi.





    Kamis, 22 Agustus 2019

    Hi sobat, akhir akhir ini banyak yang mengeluh dengan kondisi udara di Jakarta yang kotor dan tidak sehat. Jakarta berada pada nomor urut 2 sebagai ibu kota negara dengan polusi udara terburuk di dunia. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Nah berikut ada beberapa cara untuk mengurangi polusi udara:
    1. Bijak dalam menggunakan kendaraan bermotor
    Asap yang dihasilkan kendaraan merupakan penyumbang terbesar atas terjadinya polusi udara. Alangkah lebih baik jika kita berjalan kaki jika tempat yang dituju masih dekat atau menggunakan transportasi umum.
    2. Jangan membakar sampah sembarangan
    Masih banyak orang yang membakar sampah sembarangan, hal ini juga menyumbang polusi udara
    3. Berhemat energi
    Hemat energi juga dapat mengurangi polusi udara, sebab untuk menghasilkan listrik harus menggunakan batu bara yang uapnya dapat mencemari lingkungan
    4. Berkebun di rumah/ urban farming
    Dalam rangka penghijauan dan penataan kota, masyarakat bisa membuat kebun kecil-kecilan untuk ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan. Saat masa panen bisa bermanfaat menjadi persediaan bahan pangan.

    Take Care of Our EarthūüĆĪ

    Posted at  13.44  |  in    |  Read More»

    Hi sobat, akhir akhir ini banyak yang mengeluh dengan kondisi udara di Jakarta yang kotor dan tidak sehat. Jakarta berada pada nomor urut 2 sebagai ibu kota negara dengan polusi udara terburuk di dunia. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Nah berikut ada beberapa cara untuk mengurangi polusi udara:
    1. Bijak dalam menggunakan kendaraan bermotor
    Asap yang dihasilkan kendaraan merupakan penyumbang terbesar atas terjadinya polusi udara. Alangkah lebih baik jika kita berjalan kaki jika tempat yang dituju masih dekat atau menggunakan transportasi umum.
    2. Jangan membakar sampah sembarangan
    Masih banyak orang yang membakar sampah sembarangan, hal ini juga menyumbang polusi udara
    3. Berhemat energi
    Hemat energi juga dapat mengurangi polusi udara, sebab untuk menghasilkan listrik harus menggunakan batu bara yang uapnya dapat mencemari lingkungan
    4. Berkebun di rumah/ urban farming
    Dalam rangka penghijauan dan penataan kota, masyarakat bisa membuat kebun kecil-kecilan untuk ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan. Saat masa panen bisa bermanfaat menjadi persediaan bahan pangan.

    Tahukah kamu bahwa kemana perginya sampah yang kita buang selama ini? Apakah hilang ditelan bumi? Tidak. Sampah yang kita buang selama ini akan bermuara ke laut. Sudahkah kamu pikirkan berapa makhluk laut yang terkena imbas akibat sampah yang kamu buang?
    Berdasarkan laporannya kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen.
    Dikutip dari detik news, terdapat paus sperma ditemukan sudah menjadi bangkai. Di perutnya terdapat berbagai jenis sampah. Bangkai paus itu ditemukan di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 19 November 2018. Di perutnya, ada sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), dan tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Total berat basah sampah 5,9 kg.

    Masih banyak lagi hewan laut yang sengsara akibat sampah plastik. Bagaimana menghentikan plastik supaya tak lagi merusak alam?
    Ada banyak upaya untuk mencegah akumulasi sampah plastik di lautan, seperti
    Mengubah kebiasaan dengan hindari, kurangi, pakai kembali, dan daur ulang plastik
    Memisahkan jenis sampah sejak awal
    Mendorong peran pemerintah melalui edukasi dan regulasi
    Dukungan riset dan teknologi
    Aksi bersih pantai

    AKU YANG TERBUANGūüė≠

    Posted at  13.39  |  in    |  Read More»

    Tahukah kamu bahwa kemana perginya sampah yang kita buang selama ini? Apakah hilang ditelan bumi? Tidak. Sampah yang kita buang selama ini akan bermuara ke laut. Sudahkah kamu pikirkan berapa makhluk laut yang terkena imbas akibat sampah yang kamu buang?
    Berdasarkan laporannya kepada Presiden RI Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen.
    Dikutip dari detik news, terdapat paus sperma ditemukan sudah menjadi bangkai. Di perutnya terdapat berbagai jenis sampah. Bangkai paus itu ditemukan di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 19 November 2018. Di perutnya, ada sampah gelas plastik 750 gr (115 buah), plastik keras 140 gr (19 buah), botol plastik 150 gr (4 buah), kantong plastik 260 gr (25 buah), serpihan kayu 740 gr (6 potong), sandal jepit 270 gr (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), dan tali rafia 3.260 gr (lebih dari 1.000 potong). Total berat basah sampah 5,9 kg.

    Masih banyak lagi hewan laut yang sengsara akibat sampah plastik. Bagaimana menghentikan plastik supaya tak lagi merusak alam?
    Ada banyak upaya untuk mencegah akumulasi sampah plastik di lautan, seperti
    Mengubah kebiasaan dengan hindari, kurangi, pakai kembali, dan daur ulang plastik
    Memisahkan jenis sampah sejak awal
    Mendorong peran pemerintah melalui edukasi dan regulasi
    Dukungan riset dan teknologi
    Aksi bersih pantai

    Senin, 24 Juni 2019

    Sebelumnya di Part 1…
    Setelah dengar alarm pukul 3 aku bangun, tapi ya masih dengan ngantuk-ngantuk tapi karena dingin jadi gak ngantuk. Akupun segera membangunkan yang lain paling sulit nih cewek cewek, aduh sumpah susah bener apalagi Gove yang emang dia kurang tidur karena sebelum berangkat dia malamnya gak tidur. Mereka dibangunin eee ditinggal sebentar udah balik tidur lagi. Ya akhirnya seperti bisaa molor. Setelah udah siap semua untuk melanjutkan menuju puncak dan membawa perbekalan untuk di puncak kita tak lupa untuk berdoa meminta keselamatan dan kelancaran kita semua.

    Lanjut Part 2….
    Setelah siap kita baris sesuai urutan awal, biar gak bingung. Enaknya kalau kita ngecamp sebelum puncak itu bawaan kita, beban kita ringan, malah nggak bawa apa apa dipundak, bisaanya sih gitu ya kalau aku. Kita melanjutkan muncak hanya dengan membawa 2 tas yang isinya logistik sama webbing, terus bawa kamera, bawa matras, bawa bendera. Aku pribadi aja cuma bawa handphone, senter sama minuman, juga permen yang asam biar gak ngantuk. Kita melanjutkan perjalanan dengan sangat syahdu, karena matahari akan muncul, ditambah diperjalanan Gove memutar musik yang bikin suasana tambah ngefeel. Jadi ya hmmm seru walau mata juga gak bisa bohong masih ngantuk. Yang aku pikirin ya yang penting sampai dulu wkwkwk, sama penasaran sama Dragon Track seperti apa. Sebenernya menuju ke puncak ada dua jalur, Jalur Naga yang Dragon Track itu dama jalur bebek. Bedanya jalur naga lebih menjak jalannya, berbatuan, enaknya deket jadi cepet sampai puncak, tapi ya itu bikin wajah pucet katanya. Kalo jalur bebek jalannya lebih santai menanjaknya lumayan, tapi lama karna jauh banget. Dragon tracknya itu track terakhir kita untuk menuju puncak. Dan Jalur Bebek menjadi jalur untuk kita kembali ke tempat camp. Kita rencana bakal berhenti lama dulu di pos Dragon Track untuk menikmati sunrise. Di tengah perjalanan menuju situ kita nemu juga ada petilasan.
    Sebelum sampai di Dragon Track aja kita udah disuguhi banyak keindahan alam yang bisa dilihat dari atas situ. Sampai di Dragon Track kita foto-foto sendiri dulu. Dan disinilah aku bertemu kembaranku. Ya meski bukan kembar secara fisik, tapi cuma kembar dari segi nama wkwk, awalnya aku dikasih tahu sama Om jojok kalau bakal ketemu sama kembarannku, aku bingung apa ya, kukira kayak semacam ejekan, kayak bertemu temen ee temennya monyet, kukira kaya gitu, tapi ternyata wuuu aku baru tahu selain edelweiss juga ada tanaman ini. Tanaman yang dijuluki kembaranku, tanaman Cantigi namanya, aku sih seneng seneng aja dapet kembaran yang bagus lagi, ya secara nama aku Molek yang artinya cantik, nah ini cantigi, tuh hampir mirip kan wkwkwk. Kalo nama Molek diganti manggil nama lain, Aku malah lebih seneng dipanggil Cantigi aja daripada Cantik. Sudah selesai sesi foto di pos Dragon Track kita melanjutkan lagi.

    Setelah di pos itu urutan jalan kita jadi acak-acakan gak sesuai kayak tadi. Ya emang bener kanan kiri jurang jadi di Dragon Track ini sebisa mungkin pikiranku gak kosong nanti kalo kosong bisa meleng jatuh. Super focus lumayan sih kalau menurutku, jalannya yang menanjak itu bebatuan tapi ya ada yang besar dan licin karena sering dilewati orang juga. Kalau aku emang lebih seneng yang jalannya nanjak bebatuan besar besar, dari pada nanjak yang lurus, karena lebih enteng sih menurutku. Ya dijalur ini cewek cewek lebih banyak dibantu sama cowok. Karena kita cewek masih pendek – pendek hehehe.

    Dururudururu… setelah menakhlukkan Dragon Track sampai lah kita di Puncak Natas Angin 1700 mdpl. Alhamdulillah ya…. Tanpa ada hambatan kita bisa mencapai puncak. Dipuncak sudah ada 2 rombongan, rombongan dari Kopeng yang ngecamp di puncak juga rombongan dari Jepara. Yang ngecamp sama kita. Sesampai dipuncak aku menjadi yang ketiga untuk sampai kepuncak dari rombonganku, padahal pengennya nomor dua, karena suka, tapi ya sudah tidak apa apa. Dipuncak kita nunggu rombongan lain yang mau turun jadi kita makan makan dulu, istirahat, foto barengnya nanti. Nah disini si Gepa asik main kamera buat foto fotoin yang sekiranya bagus, alhasil baterai kamera yang mau dibuat foto nanti habis deh ya sudah lah. Kita nunggu sampai pada tidur semua, aku gak bisa tidur jadi keliling dan foto sendiri di plang Natas Angin difotoin sama salah satu rombongan Kopeng. Sebelum itu, ternyata yang rombongan dari Kopeng itu yang ketemu kita di pos 2 dan itu ada yang kenal sama kenalannnya Om Jojok. Rombongan kita foto bareng deh sama rombongan Kopeng, tapi disini aku jadi tukang fotonya wkwkwk.

    Semua rombongan sudah pergi, matahari juga semakin naik jadi kita lansung aja foto foto lama banget, sebelum beranjak turun kita berdoa bersyukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan kemudahan untuk sampai puncak dan keindahan alamnya yang di sajikan untuk kita. Hal ini bertujuan agar kita bisa mensyukuri juga menyadarkan kalau muncak bukan cuma untuk gengsi- gengsian, sangar-sangaran, ato gaya-gayaan, tapi juga untuk tetap mensyukuri apa yang telah diberikan kepada kita.

    Setelah itu kita turun balik ke tempat camp lewat jalur bebek. Ada jalan yang licin dan kanannya jurang untung disiru udah dipasang webbing jadi bisa terbantu. Diperjalanan aku memutar musik dihandphoneku sendiri. Ditengah perjalanan ada aliran air tapi yang pertama sampai sana aku, Gove sama Ainun. Disitu kita mengisi air, sama nunggu Ainun pipis juga nunggu yang lain. Disini aku ndorong Gove ke sampai jatuh basah dikit, kesel diejekin terus sama dia dari awal muncak, sebelum muncak malah. Terus ya balas dendamnya di tempat ini, aku ngambil handphonenya karena barang yang paling dia jaga banget itu. Sampai gelut mau jatuh tapi akhirnya dia lolos, handphonenya juga, larinya cepet banget sih jalan nanjak lagi gak kuat aku ngejar dia :v ya aku kembali sama Ainun melanjutkan perjalanan.

    Sampai di tempat ngecamp aku langsung menginfokan kalo kita udah sampai, Om JoJok pesen kalo udah sampai langsung bongkar tenda, tapi kita cewek-cewek mampir dulu beli es di warung situ. Nah buat balas dendam sama Gove aku nyaranin Gove aja yang bongkar tenda. Awalnya gak mau bongkar sendiri, terus kita cewek-cewek yang bongkar nanti dia yang packing. Udah setelah sampai kita langsung beres-beres ada yang masak juga, trs baru mberesin barangnya sendiri sama bongkar tenda, kita semua langsung join ke yang masak masak. Saat mau beres beres itu aku sekalian ngambil handphonenya Gove yang tergeletak, dia gak tau tapi abis itu tak tunjukin terus tak simpen. Sampai makan pun masih aku bawa. Sampai kita kalau lagi acara emang enaknya itu ngerjain orang;v. dengan diambilnya handphone menjadi alasan karena Gove gak mau bongkar tenda sama waktu masak nasi kurag top. Padahal sebenernya ya bisaa aja cuma ya otak otak jail mau gimana lagi, terlebih aku yang masih dendam sama dia. Sesudah makan kita santai sebentar, disitu Gove masih ngejar-ngejar buat ambil handphonenya mohon mohon biar dibalikin tapi terus aku bilang bakal dikembaliin kalo udah sampe basecamp wkwkwk. Kita turun deh untuk pulang.

    Sampai di pos 4 kita ngisi air disitu terjadi otak jail lagi, karena kesalahannya Gove ada dua dan konsekuensinya baru satu Om Jojok mikir satu lagi, awalnya Gove mau disuruh ngeluarin semua motor yang kita pakai dari parkiran basecamp. Terus Bang Ju tiba tiba nunjuk nunjuk ada sampah eh langsung dapet ide sebenernya kasian sih. Waktu mau ngasih tahu konsekuensi itu ke Gove, Om Jojok belum selesai ngomong Gove dah kerasa wkwkwk. Tapi setelah itu Bang Ju sama Febri mau turun duluan, yang lain masih sama Om JoJok. Tapi tiba-tiba pengen turun duluan juga Gove juga, tapi gak dibolehin terus berubah lagi dibolehin tapi Gove gak dibolehin. Aku turun dulu deh biar nanti bisa istirahat dulu sambil nunggu yang lain. Aku turun sama Bang Ju dan Febri kita lewat jalur-jalur nebal biar cepet. Tapi tiba-tiba ada Gove muncul dari belakang, aku lupa itu dimana. Dan ternyata dia nerima konsekuensi ngambili sampah di sepanjang jalan, sumpah ngenes, dia bawaanya berat harus jongkok berdiri ambili sampah. Dan kesalahan dia lagi turun gabung kita wkwkwk. Kita masih otak otak jail. Kita mbantu Gove dengan mengasih tahu kalo ada sampah dan menengahkan sampah biar enak diambil Gove wwkwk. Yang ambil tetep dia sampah nya kita Cuma nyuruh-nyuruh, salah siapa turun sama kita.

       Kita turun udah sampai pos 3 di pos tiga kana da warung dan buka, disitu kita numpang cuci tangan sama beli minum. Udah gitu kita langsung lanjut turun tapi sebelum kita lanjut turun, ibu penjualnya liat Gove bawa banyak botol minum kosong. Terus ibunya mau membeli tapi kita kasih aja biar. Terus kita lanjut turun sampai di Pos 2 kita gak berhenti soalnya cowok-cowok pada rencana mau ke air terjun di bawah yang tadi kita udah tanya sama penjual di pos 3 tadi, air terjunnya katanya ada disebelum basecamp. Yaudah kita lanjut jalan saat itu Gove udah capek banget keliatannya, tak bantu dikit-dikit, tapi ya gitu nanti kalo dia bilang aku tetep nyuruh-nyuruh aja gak bantu, ya biarin ah.

    Sampai di Air terjun yang dimaksud ibu penjualnya ternyata itu tempat wisata dan ada biaya masuknya, masuknya juga dari depan, nggak dari yang sebelum sampai basecamp, tapi sebenernya bisa juga sih tapi nggak enak. Akhirnya kita memutuskan langsung ke Basecamp dan mandi di kali Pethuk. Sesudah sampai kita nunggu yang lain dan istirahat. Udah lengkap terus sesuai janji ngembalik in handphonenya Gove seneng banget kayaknya dia. Bang Ju sama Gove mandi di kali Pethuk aku sebenernya pengen sama Ainun, seger banget kayaknya gratis lagi wkwkwk. Tapi nggak bawa baju ganti lagi ya udah Cuma mbasahi kaki aja. Sudah itu istirahat sholat karena mau lanjut motoran sampai Pati. Dan cukup saja sampai disini ceritanya yaaa... terima kasih semoga tertarik.





    Part 2 – Bertemu Kembaran dan Menakhlukan Dragon Track Natas Angin

    Sebelumnya di Part 1…
    Setelah dengar alarm pukul 3 aku bangun, tapi ya masih dengan ngantuk-ngantuk tapi karena dingin jadi gak ngantuk. Akupun segera membangunkan yang lain paling sulit nih cewek cewek, aduh sumpah susah bener apalagi Gove yang emang dia kurang tidur karena sebelum berangkat dia malamnya gak tidur. Mereka dibangunin eee ditinggal sebentar udah balik tidur lagi. Ya akhirnya seperti bisaa molor. Setelah udah siap semua untuk melanjutkan menuju puncak dan membawa perbekalan untuk di puncak kita tak lupa untuk berdoa meminta keselamatan dan kelancaran kita semua.

    Lanjut Part 2….
    Setelah siap kita baris sesuai urutan awal, biar gak bingung. Enaknya kalau kita ngecamp sebelum puncak itu bawaan kita, beban kita ringan, malah nggak bawa apa apa dipundak, bisaanya sih gitu ya kalau aku. Kita melanjutkan muncak hanya dengan membawa 2 tas yang isinya logistik sama webbing, terus bawa kamera, bawa matras, bawa bendera. Aku pribadi aja cuma bawa handphone, senter sama minuman, juga permen yang asam biar gak ngantuk. Kita melanjutkan perjalanan dengan sangat syahdu, karena matahari akan muncul, ditambah diperjalanan Gove memutar musik yang bikin suasana tambah ngefeel. Jadi ya hmmm seru walau mata juga gak bisa bohong masih ngantuk. Yang aku pikirin ya yang penting sampai dulu wkwkwk, sama penasaran sama Dragon Track seperti apa. Sebenernya menuju ke puncak ada dua jalur, Jalur Naga yang Dragon Track itu dama jalur bebek. Bedanya jalur naga lebih menjak jalannya, berbatuan, enaknya deket jadi cepet sampai puncak, tapi ya itu bikin wajah pucet katanya. Kalo jalur bebek jalannya lebih santai menanjaknya lumayan, tapi lama karna jauh banget. Dragon tracknya itu track terakhir kita untuk menuju puncak. Dan Jalur Bebek menjadi jalur untuk kita kembali ke tempat camp. Kita rencana bakal berhenti lama dulu di pos Dragon Track untuk menikmati sunrise. Di tengah perjalanan menuju situ kita nemu juga ada petilasan.
    Sebelum sampai di Dragon Track aja kita udah disuguhi banyak keindahan alam yang bisa dilihat dari atas situ. Sampai di Dragon Track kita foto-foto sendiri dulu. Dan disinilah aku bertemu kembaranku. Ya meski bukan kembar secara fisik, tapi cuma kembar dari segi nama wkwk, awalnya aku dikasih tahu sama Om jojok kalau bakal ketemu sama kembarannku, aku bingung apa ya, kukira kayak semacam ejekan, kayak bertemu temen ee temennya monyet, kukira kaya gitu, tapi ternyata wuuu aku baru tahu selain edelweiss juga ada tanaman ini. Tanaman yang dijuluki kembaranku, tanaman Cantigi namanya, aku sih seneng seneng aja dapet kembaran yang bagus lagi, ya secara nama aku Molek yang artinya cantik, nah ini cantigi, tuh hampir mirip kan wkwkwk. Kalo nama Molek diganti manggil nama lain, Aku malah lebih seneng dipanggil Cantigi aja daripada Cantik. Sudah selesai sesi foto di pos Dragon Track kita melanjutkan lagi.

    Setelah di pos itu urutan jalan kita jadi acak-acakan gak sesuai kayak tadi. Ya emang bener kanan kiri jurang jadi di Dragon Track ini sebisa mungkin pikiranku gak kosong nanti kalo kosong bisa meleng jatuh. Super focus lumayan sih kalau menurutku, jalannya yang menanjak itu bebatuan tapi ya ada yang besar dan licin karena sering dilewati orang juga. Kalau aku emang lebih seneng yang jalannya nanjak bebatuan besar besar, dari pada nanjak yang lurus, karena lebih enteng sih menurutku. Ya dijalur ini cewek cewek lebih banyak dibantu sama cowok. Karena kita cewek masih pendek – pendek hehehe.

    Dururudururu… setelah menakhlukkan Dragon Track sampai lah kita di Puncak Natas Angin 1700 mdpl. Alhamdulillah ya…. Tanpa ada hambatan kita bisa mencapai puncak. Dipuncak sudah ada 2 rombongan, rombongan dari Kopeng yang ngecamp di puncak juga rombongan dari Jepara. Yang ngecamp sama kita. Sesampai dipuncak aku menjadi yang ketiga untuk sampai kepuncak dari rombonganku, padahal pengennya nomor dua, karena suka, tapi ya sudah tidak apa apa. Dipuncak kita nunggu rombongan lain yang mau turun jadi kita makan makan dulu, istirahat, foto barengnya nanti. Nah disini si Gepa asik main kamera buat foto fotoin yang sekiranya bagus, alhasil baterai kamera yang mau dibuat foto nanti habis deh ya sudah lah. Kita nunggu sampai pada tidur semua, aku gak bisa tidur jadi keliling dan foto sendiri di plang Natas Angin difotoin sama salah satu rombongan Kopeng. Sebelum itu, ternyata yang rombongan dari Kopeng itu yang ketemu kita di pos 2 dan itu ada yang kenal sama kenalannnya Om Jojok. Rombongan kita foto bareng deh sama rombongan Kopeng, tapi disini aku jadi tukang fotonya wkwkwk.

    Semua rombongan sudah pergi, matahari juga semakin naik jadi kita lansung aja foto foto lama banget, sebelum beranjak turun kita berdoa bersyukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan kemudahan untuk sampai puncak dan keindahan alamnya yang di sajikan untuk kita. Hal ini bertujuan agar kita bisa mensyukuri juga menyadarkan kalau muncak bukan cuma untuk gengsi- gengsian, sangar-sangaran, ato gaya-gayaan, tapi juga untuk tetap mensyukuri apa yang telah diberikan kepada kita.

    Setelah itu kita turun balik ke tempat camp lewat jalur bebek. Ada jalan yang licin dan kanannya jurang untung disiru udah dipasang webbing jadi bisa terbantu. Diperjalanan aku memutar musik dihandphoneku sendiri. Ditengah perjalanan ada aliran air tapi yang pertama sampai sana aku, Gove sama Ainun. Disitu kita mengisi air, sama nunggu Ainun pipis juga nunggu yang lain. Disini aku ndorong Gove ke sampai jatuh basah dikit, kesel diejekin terus sama dia dari awal muncak, sebelum muncak malah. Terus ya balas dendamnya di tempat ini, aku ngambil handphonenya karena barang yang paling dia jaga banget itu. Sampai gelut mau jatuh tapi akhirnya dia lolos, handphonenya juga, larinya cepet banget sih jalan nanjak lagi gak kuat aku ngejar dia :v ya aku kembali sama Ainun melanjutkan perjalanan.

    Sampai di tempat ngecamp aku langsung menginfokan kalo kita udah sampai, Om JoJok pesen kalo udah sampai langsung bongkar tenda, tapi kita cewek-cewek mampir dulu beli es di warung situ. Nah buat balas dendam sama Gove aku nyaranin Gove aja yang bongkar tenda. Awalnya gak mau bongkar sendiri, terus kita cewek-cewek yang bongkar nanti dia yang packing. Udah setelah sampai kita langsung beres-beres ada yang masak juga, trs baru mberesin barangnya sendiri sama bongkar tenda, kita semua langsung join ke yang masak masak. Saat mau beres beres itu aku sekalian ngambil handphonenya Gove yang tergeletak, dia gak tau tapi abis itu tak tunjukin terus tak simpen. Sampai makan pun masih aku bawa. Sampai kita kalau lagi acara emang enaknya itu ngerjain orang;v. dengan diambilnya handphone menjadi alasan karena Gove gak mau bongkar tenda sama waktu masak nasi kurag top. Padahal sebenernya ya bisaa aja cuma ya otak otak jail mau gimana lagi, terlebih aku yang masih dendam sama dia. Sesudah makan kita santai sebentar, disitu Gove masih ngejar-ngejar buat ambil handphonenya mohon mohon biar dibalikin tapi terus aku bilang bakal dikembaliin kalo udah sampe basecamp wkwkwk. Kita turun deh untuk pulang.

    Sampai di pos 4 kita ngisi air disitu terjadi otak jail lagi, karena kesalahannya Gove ada dua dan konsekuensinya baru satu Om Jojok mikir satu lagi, awalnya Gove mau disuruh ngeluarin semua motor yang kita pakai dari parkiran basecamp. Terus Bang Ju tiba tiba nunjuk nunjuk ada sampah eh langsung dapet ide sebenernya kasian sih. Waktu mau ngasih tahu konsekuensi itu ke Gove, Om Jojok belum selesai ngomong Gove dah kerasa wkwkwk. Tapi setelah itu Bang Ju sama Febri mau turun duluan, yang lain masih sama Om JoJok. Tapi tiba-tiba pengen turun duluan juga Gove juga, tapi gak dibolehin terus berubah lagi dibolehin tapi Gove gak dibolehin. Aku turun dulu deh biar nanti bisa istirahat dulu sambil nunggu yang lain. Aku turun sama Bang Ju dan Febri kita lewat jalur-jalur nebal biar cepet. Tapi tiba-tiba ada Gove muncul dari belakang, aku lupa itu dimana. Dan ternyata dia nerima konsekuensi ngambili sampah di sepanjang jalan, sumpah ngenes, dia bawaanya berat harus jongkok berdiri ambili sampah. Dan kesalahan dia lagi turun gabung kita wkwkwk. Kita masih otak otak jail. Kita mbantu Gove dengan mengasih tahu kalo ada sampah dan menengahkan sampah biar enak diambil Gove wwkwk. Yang ambil tetep dia sampah nya kita Cuma nyuruh-nyuruh, salah siapa turun sama kita.

       Kita turun udah sampai pos 3 di pos tiga kana da warung dan buka, disitu kita numpang cuci tangan sama beli minum. Udah gitu kita langsung lanjut turun tapi sebelum kita lanjut turun, ibu penjualnya liat Gove bawa banyak botol minum kosong. Terus ibunya mau membeli tapi kita kasih aja biar. Terus kita lanjut turun sampai di Pos 2 kita gak berhenti soalnya cowok-cowok pada rencana mau ke air terjun di bawah yang tadi kita udah tanya sama penjual di pos 3 tadi, air terjunnya katanya ada disebelum basecamp. Yaudah kita lanjut jalan saat itu Gove udah capek banget keliatannya, tak bantu dikit-dikit, tapi ya gitu nanti kalo dia bilang aku tetep nyuruh-nyuruh aja gak bantu, ya biarin ah.

    Sampai di Air terjun yang dimaksud ibu penjualnya ternyata itu tempat wisata dan ada biaya masuknya, masuknya juga dari depan, nggak dari yang sebelum sampai basecamp, tapi sebenernya bisa juga sih tapi nggak enak. Akhirnya kita memutuskan langsung ke Basecamp dan mandi di kali Pethuk. Sesudah sampai kita nunggu yang lain dan istirahat. Udah lengkap terus sesuai janji ngembalik in handphonenya Gove seneng banget kayaknya dia. Bang Ju sama Gove mandi di kali Pethuk aku sebenernya pengen sama Ainun, seger banget kayaknya gratis lagi wkwkwk. Tapi nggak bawa baju ganti lagi ya udah Cuma mbasahi kaki aja. Sudah itu istirahat sholat karena mau lanjut motoran sampai Pati. Dan cukup saja sampai disini ceritanya yaaa... terima kasih semoga tertarik.





            Haii, ada sedikit cerita yang dapat disimak kali ini. Berbicara tenantang laut, apa yang terlintas di otak kalian? Mungkin banyak yang berfikir tentang biota indah, ombak, langit biru, pasir putih, dan banyak hal yang menyenangkan dan indah difikiran kita. Tapi bagaimanakah dengan sampah? Pasti yang terbayang adalah kotor, bau dan hal buruk yang lain.Tapi nyatanya, kini hal hal baik tentang laut, telah berbaur dengan hal buruk yang bernama sampah. Tak dapat dipungkiri, memang sesuatu yang baik akan di dampingi dengan sesuatu yang buruk.
              Taukah kalian kemana sampah sampah yang kalian buang selama ini?. Meski tak semua, banyak dari sampah sampah itu hanyut dilautan, atau bahkan sengaja dibuang ke lautan. Mungkin kita memang membuangnya di pesisir laut jawa, tapi air laut akan membawanya berlayar jauh, bahkan sampai ketempat yang tak lagi kau bayangkan. Dan apa kau tau? Sudah berapa banyak makhluk tak berdosa yang harus menerima dampaknya?  Banyak berita berita tentang satwa satwa yang mati dan didalam organnya ditemui sampah sampah dari manusia. Tak hanya yang berhabitat di laut, juga yang ada di darat. Mungkin kita diberi anugrah lebih untuk bisa membedakan apa yang layak kita konsumsi dan tidak, tapi bagaimana mereka?
              Renungkanlah sedikit dari cerita tadi, karena bumi bukan hanya milik manusia,bumi milik kita semua makhluk hidup yang ada di dalamnya. Dengan peduli lingkungan, dan dengan mengolah sampah dengan benar di sekitar kita, mungkin kita dapat memnyelamatkan barang satu nyawa satwa yang ada di semesta. Mari kita peduli, mari kita berbagi cerita ini :)

    Laut dan Sampahnya

    Posted at  12.05  |  in    |  Read More»

            Haii, ada sedikit cerita yang dapat disimak kali ini. Berbicara tenantang laut, apa yang terlintas di otak kalian? Mungkin banyak yang berfikir tentang biota indah, ombak, langit biru, pasir putih, dan banyak hal yang menyenangkan dan indah difikiran kita. Tapi bagaimanakah dengan sampah? Pasti yang terbayang adalah kotor, bau dan hal buruk yang lain.Tapi nyatanya, kini hal hal baik tentang laut, telah berbaur dengan hal buruk yang bernama sampah. Tak dapat dipungkiri, memang sesuatu yang baik akan di dampingi dengan sesuatu yang buruk.
              Taukah kalian kemana sampah sampah yang kalian buang selama ini?. Meski tak semua, banyak dari sampah sampah itu hanyut dilautan, atau bahkan sengaja dibuang ke lautan. Mungkin kita memang membuangnya di pesisir laut jawa, tapi air laut akan membawanya berlayar jauh, bahkan sampai ketempat yang tak lagi kau bayangkan. Dan apa kau tau? Sudah berapa banyak makhluk tak berdosa yang harus menerima dampaknya?  Banyak berita berita tentang satwa satwa yang mati dan didalam organnya ditemui sampah sampah dari manusia. Tak hanya yang berhabitat di laut, juga yang ada di darat. Mungkin kita diberi anugrah lebih untuk bisa membedakan apa yang layak kita konsumsi dan tidak, tapi bagaimana mereka?
              Renungkanlah sedikit dari cerita tadi, karena bumi bukan hanya milik manusia,bumi milik kita semua makhluk hidup yang ada di dalamnya. Dengan peduli lingkungan, dan dengan mengolah sampah dengan benar di sekitar kita, mungkin kita dapat memnyelamatkan barang satu nyawa satwa yang ada di semesta. Mari kita peduli, mari kita berbagi cerita ini :)

    Pacet adalah binatang penyedot darah. Ketika dia menempel di tubuh. Kita tidak bisa menggaruknya atau bahkan menariknya, karena ia tidak akan lepas sebelum kenyang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar saat melakukan kegiatan di alam, kita tidak ‘diserang’ oleh pacet, dan inilah beberapa tips mengatasi lintah tersebut.

    Hindari Melakukan Pendakian Saat Musim Penghujan
    Ketika mendaki, dianjurkan saat musim kemarau. Karena pada musim hujan adalah ‘masa panen’ dari pacet. Sepanjang jalur pendakian dipastikan akan menjumpai banyak pacet.

    Gunakan Pakaian Tertutup
    Pakai celana panjang dan baju lengan panjang. Pakai juga sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu, karena bagian tubuh yang rawan diserang pacet adalah kaki dan pergelangan tangan.

    Gunakan Api atau Rokok
    Nyalakan rokok lalu sundut pacet dengan bara rokok, atau bisa nyalakan korek dan kemudian diarahkan ke pacet tersebut, dijamin pacet akan melepaskan gigitannya. Pacet gaakan tahan dengan panas, makanya ini bisa jadi cara utama untuk mengusir pacet.

    Pergunakan Tembakau
    Hampir mirip dengan yang sebelumnya, tapi ini tidak dengan api, melainkan dengan air. Keluarkan tembakau dari rokok kemudian dicampurkan dengan air dan oleskan ke bagian tubuh yang digigit pacet. Jika tidak terlepas, siramkan air tersebut ke pacet yang membandel.

    Minyak Kayu Putih
    Didalam rombongan tidak ada yang merokok? Masih ada cara lain untuk mengusir pacet. Oleskan minyak kayu putih ke tubuh yang digigit pacet, dijamin pacet akan terlepas dengan sendirinya. Ini adalah cara yang termudah.

    Hal paling penting jika kita digigit pacet adalah, jangan sekali-kali memaksakan untuk menarik pacet dari kulit karena dapat memperparah pendarahannya dan bisa menyebabkan infeksi. Jika anda orangnya sabar bisa dibiarkan saja hingga pacet puas menghisap darah anda dan akan terlepas sendiri, atau gunakan tips mengatasi lintahagar pacet langsung lepas dari tubuh anda.

    Pacet Bikin Pucet

    Posted at  12.05  |  in    |  Read More»

    Pacet adalah binatang penyedot darah. Ketika dia menempel di tubuh. Kita tidak bisa menggaruknya atau bahkan menariknya, karena ia tidak akan lepas sebelum kenyang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar saat melakukan kegiatan di alam, kita tidak ‘diserang’ oleh pacet, dan inilah beberapa tips mengatasi lintah tersebut.

    Hindari Melakukan Pendakian Saat Musim Penghujan
    Ketika mendaki, dianjurkan saat musim kemarau. Karena pada musim hujan adalah ‘masa panen’ dari pacet. Sepanjang jalur pendakian dipastikan akan menjumpai banyak pacet.

    Gunakan Pakaian Tertutup
    Pakai celana panjang dan baju lengan panjang. Pakai juga sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu, karena bagian tubuh yang rawan diserang pacet adalah kaki dan pergelangan tangan.

    Gunakan Api atau Rokok
    Nyalakan rokok lalu sundut pacet dengan bara rokok, atau bisa nyalakan korek dan kemudian diarahkan ke pacet tersebut, dijamin pacet akan melepaskan gigitannya. Pacet gaakan tahan dengan panas, makanya ini bisa jadi cara utama untuk mengusir pacet.

    Pergunakan Tembakau
    Hampir mirip dengan yang sebelumnya, tapi ini tidak dengan api, melainkan dengan air. Keluarkan tembakau dari rokok kemudian dicampurkan dengan air dan oleskan ke bagian tubuh yang digigit pacet. Jika tidak terlepas, siramkan air tersebut ke pacet yang membandel.

    Minyak Kayu Putih
    Didalam rombongan tidak ada yang merokok? Masih ada cara lain untuk mengusir pacet. Oleskan minyak kayu putih ke tubuh yang digigit pacet, dijamin pacet akan terlepas dengan sendirinya. Ini adalah cara yang termudah.

    Hal paling penting jika kita digigit pacet adalah, jangan sekali-kali memaksakan untuk menarik pacet dari kulit karena dapat memperparah pendarahannya dan bisa menyebabkan infeksi. Jika anda orangnya sabar bisa dibiarkan saja hingga pacet puas menghisap darah anda dan akan terlepas sendiri, atau gunakan tips mengatasi lintahagar pacet langsung lepas dari tubuh anda.

    Minggu, 16 Juni 2019


    Banyak sekali dari kita yang ingin menggiati 'hobi' di alam terbuka. Namun, bagi seseorang yang baru saja mengenal alam terbuka, tentu akan kesulitan menyesuaikan diri dengan alam yang baru, yaitu alam terbuka. Nah, dikarenakan hal itu, bisa saja akan terjadi kecelakaan pada seseorang tersebut saat melakukan kegiatan di alam terbuka. Adanya peristiwa kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengenai kepencitaalaman.

    Menurut Collin Mortlock, pakar pendidikan alam terbuka mengkategorikan kemampuan yang diperlukan bagi para penggiat di alam terbuka sebagai berikut :
    1. Kemampuan Teknis
    Berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan.
    2. Kemampuan Kebugaran
    Mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu. Seperti, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuhnya terhadap tekanan lingkungan alam.
    3. Kemampuan Kemanusiaan
    Berwujud pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan personal. Hal ini mencakup determinasi, percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa diri, kemandirian serta kemampuan untuk dipimpin dan memimpin.
    4. Kemampuan Pemahaman Lingkungan
    Yaitu pengembangan kewaspasaan terhadap bahaya dari lingkungan yang spesifik.

    Perlu diingat, bahwa aspek keselamatan harus selalu diutamakan dalam berkegiatan di alam terbuka.


    Kemampuan Bagi Penggiat di Alam Terbuka

    Posted at  22.43  |  in    |  Read More»


    Banyak sekali dari kita yang ingin menggiati 'hobi' di alam terbuka. Namun, bagi seseorang yang baru saja mengenal alam terbuka, tentu akan kesulitan menyesuaikan diri dengan alam yang baru, yaitu alam terbuka. Nah, dikarenakan hal itu, bisa saja akan terjadi kecelakaan pada seseorang tersebut saat melakukan kegiatan di alam terbuka. Adanya peristiwa kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengenai kepencitaalaman.

    Menurut Collin Mortlock, pakar pendidikan alam terbuka mengkategorikan kemampuan yang diperlukan bagi para penggiat di alam terbuka sebagai berikut :
    1. Kemampuan Teknis
    Berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan.
    2. Kemampuan Kebugaran
    Mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu. Seperti, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuhnya terhadap tekanan lingkungan alam.
    3. Kemampuan Kemanusiaan
    Berwujud pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan personal. Hal ini mencakup determinasi, percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa diri, kemandirian serta kemampuan untuk dipimpin dan memimpin.
    4. Kemampuan Pemahaman Lingkungan
    Yaitu pengembangan kewaspasaan terhadap bahaya dari lingkungan yang spesifik.

    Perlu diingat, bahwa aspek keselamatan harus selalu diutamakan dalam berkegiatan di alam terbuka.


    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 PARESMAPA || Pencinta Alam Remaja SMA Negeri 1 Pati ||. Template by Bloggertheme9
    Powered by Paresmapa Team.
    back to top